Technologue.id, Jakarta – OpenAI melayangkan gugatan terhadap Apple dengan tuduhan bahwa seorang mantan karyawan OpenAI membawa informasi rahasia terkait proyek perangkat keras perusahaan dan menyerahkannya kepada para eksekutif Apple. Kasus ini menambah ketegangan antara dua perusahaan teknologi besar tersebut, yang sebelumnya juga saling bersinggungan dalam persoalan kekayaan intelektual.
Dalam dokumen gugatannya, OpenAI menyebut karyawan yang identitasnya tidak diungkapkan itu pernah meninggalkan Apple untuk bekerja di OpenAI selama enam bulan, sebelum akhirnya kembali ke Apple. OpenAI menduga karyawan tersebut membawa lebih dari 100 berkas rahasia yang berkaitan dengan pengembangan hardware-nya.
Berkas-berkas tersebut disebut mencakup informasi mengenai proyek perangkat yang sedang dikembangkan OpenAI. Perusahaan juga menduga informasi itu dipresentasikan kepada sejumlah eksekutif Apple.
Gugatan OpenAI turut menyoroti perangkat hub rumah pintar Apple bernama HomeView yang baru diumumkan. Perangkat tersebut menjadi salah satu perhatian dalam perkara ini karena OpenAI menduga informasi rahasia proyek perangkat kerasnya berpotensi digunakan dalam pengembangan produk Apple.
Sebelumnya, beredar rumor bahwa OpenAI tengah mengembangkan perangkat smart speaker atau pengeras suara pintar berbasis AI melalui kerja sama dengan LoveFrom, firma desain milik Jony Ive, mantan kepala desain Apple.
Selain pengeras suara pintar, OpenAI juga dikabarkan mempertimbangkan pengembangan perangkat earbud berbasis kecerdasan buatan.
Meski demikian, dugaan pencurian informasi tersebut belum membuktikan bahwa desain HomeView atau produk Apple lainnya benar-benar menggunakan teknologi rahasia milik OpenAI. Waktu terjadinya dugaan pemindahan berkas juga menjadi faktor penting untuk menentukan apakah informasi tersebut mungkin memengaruhi proses pengembangan produk Apple.
Apple membantah tuduhan tersebut. Perusahaan menyatakan memiliki prosedur untuk memastikan karyawan yang baru bergabung tidak menggunakan informasi rahasia dari tempat kerja sebelumnya.
Apple juga membantah bahwa presentasi mengenai informasi rahasia OpenAI kepada para eksekutifnya pernah terjadi. Selain itu, Apple menegaskan tidak ada bukti bahwa berkas-berkas yang diduga dicuri tersebut tersimpan di server perusahaan.
Namun, OpenAI menilai persoalan ini tetap serius. Perusahaan khawatir informasi rahasia yang berkaitan dengan inovasi dan pengembangan produk perangkat kerasnya berpotensi berada di tangan pihak yang dapat memanfaatkannya untuk kepentingan bisnis.
Dalam dokumen gugatannya, OpenAI menyatakan kekhawatiran bahwa para engineer Apple dapat menggunakan informasi rahasia tersebut sebagai dasar untuk mengembangkan produk-produk Apple di masa depan.
Gugatan OpenAI ini muncul setelah Apple sebelumnya mengajukan gugatan terhadap OpenAI pada Juli, dengan tuduhan bahwa dua mantan karyawannya mencuri kekayaan intelektual Apple dan menyerahkannya kepada OpenAI.