Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Ancaman Siber Intai Turis Indonesia yang Wisata ke Jepang
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Meningkatnya minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Jepang perlu diiringi dengan kewaspadaan terhadap ancaman siber. Kaspersky mengingatkan wisatawan agar berhati-hati saat menggunakan Wi-Fi publik, melakukan pembayaran digital, dan mengakses akun pribadi selama perjalanan.

Berdasarkan data Kaspersky, sepanjang kuartal III 2025 hingga kuartal II 2026, tercatat lebih dari 32,8 juta deteksi ancaman web umum di Jepang. Selain itu, terdapat 201.517 deteksi pencuri kata sandi, 209.226 deteksi spyware, dan 294.394 deteksi backdoor yang dapat membuka akses tidak sah ke perangkat.

Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah penggunaan Wi-Fi gratis di bandara, hotel, kafe, dan pusat perbelanjaan. Pelaku kejahatan siber dapat membuat jaringan Wi-Fi palsu untuk mencuri informasi pribadi, kata sandi, hingga data keuangan wisatawan.

Wisatawan juga perlu berhati-hati saat melakukan pembayaran menggunakan kode QR. Kode palsu dapat mengarahkan pembayaran ke rekening penipu. Karena itu, pastikan nama pedagang dan detail transaksi sesuai sebelum menyelesaikan pembayaran.

Noushin Shabab, Peneliti Keamanan Utama dari Global Research and Analysis Team (GReAT) Kaspersky, mengatakan wisatawan kerap lebih fokus menikmati perjalanan sehingga kurang memperhatikan keamanan digital.

Untuk mengurangi risiko, Kaspersky menyarankan wisatawan menggunakan jaringan internet yang tepercaya, menghindari transaksi sensitif melalui Wi-Fi publik, memeriksa kode QR sebelum membayar, serta mengaktifkan notifikasi transaksi dan perlindungan anti-phishing.

Dengan memahami risiko dan menerapkan langkah keamanan sederhana, wisatawan dapat menjaga data pribadi sekaligus menikmati perjalanan ke Jepang dengan lebih aman.

SHARE: