Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
VinFast Pastikan Produksi Motor Listrik di Subang Mulai 2027
SHARE:

Jakarta – Technologue.id – VinFast memastikan akan memulai produksi motor listrik secara lokal di fasilitas perakitan yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, mulai tahun depan. Langkah ini menandai komitmen perusahaan asal Vietnam tersebut untuk memperkuat basis produksinya di Indonesia.

Chief Executive Officer VinFast Indonesia E-Motocycle Yordan Satriadi menjelaskan bahwa saat ini seluruh unit motor listrik VinFast yang dijual di Tanah Air masih diimpor secara utuh atau completely build up (CBU). Namun, perseroan tengah menyiapkan pabrik di Subang sebagai lokasi perakitan dengan skema completely knocked down (CKD).

“Untuk sementara, tahun ini kita masih semuanya CBU tapi nanti kita akan CKD-nya itu di Subang. Rencananya itu tahun depan, tahun 2027,” kata Yordan saat ditemui usai peluncuran motor listrik VinFast di Jakarta Barat, Sabtu (18/7).

VinFast baru saja merambah pasar motor listrik Indonesia dengan meluncurkan tiga model anyar, yaitu VinFast Evo, VinFast Feliz II, dan VinFast Viper. Ketiganya hadir untuk menjawab kebutuhan konsumen akan kendaraan roda dua ramah lingkungan.

Untuk model VinFast Evo, perusahaan menawarkan harga OTR Jakarta Rp17,5 juta. Sementara itu, Feliz II dibanderol Rp18,5 juta dan Viper seharga Rp22 juta dengan skema berlangganan baterai.

Skema berlangganan baterai ini menjadi salah satu daya tarik utama, karena konsumen tidak perlu membeli baterai secara terpisah. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya awal kepemilikan kendaraan listrik.

Selain menjual ke konsumen umum, VinFast juga membuka peluang kemitraan dengan berbagai pelaku bisnis. Perusahaan menargetkan kebutuhan untuk kendaraan operasional perusahaan maupun layanan transportasi daring berbasis aplikasi.

“Kita terbuka buat semua. Jadi semuanya itu kita bisa serap, kita terbuka siapapun yang mau memiliki kendaraan kita buat armada perusahaan, buat ride hailing (aplikasi transportasi daring), kita bisa bekerja sama,” ujar Yordan.

VinFast turut memperluas ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan jaringan penukaran baterai. Perusahaan bersama V-Green saat ini telah mengoperasikan lebih dari 2.000 titik stasiun penukaran baterai yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan sejumlah kota besar di Pulau Jawa.

Jaringan penukaran baterai ini menjadi infrastruktur krusial untuk mendukung mobilitas pengguna motor listrik. Dengan adanya stasiun penukaran, pengguna tidak perlu menunggu lama untuk mengisi daya baterai.

Perusahaan menilai pasar sepeda motor Indonesia yang mencapai lebih dari enam juta unit per tahun memiliki prospek yang menjanjikan. Angka ini menjadi dasar optimisme VinFast untuk mengembangkan bisnisnya di segmen kendaraan roda dua listrik.

“Di Indonesia ini pasarnya besar, per tahun itu lebih dari enam juta. Ini sesuatu yang sangat menarik buat bisnis roda dua di Indonesia,” katanya.

Melalui skema produksi dalam negeri, perluasan jaringan penukaran baterai, dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik, Yordan optimistis VinFast dapat memperkuat penetrasinya. Perusahaan juga berupaya membangun kepercayaan konsumen dengan harga yang kompetitif.

Kehadiran pabrik di Subang diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong pertumbuhan industri komponen dalam negeri. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong produksi kendaraan listrik di Indonesia.

Dengan produksi lokal, VinFast juga dapat menekan biaya logistik dan bea masuk, sehingga harga jual motor listrik bisa lebih kompetitif. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik.

VinFast menunjukkan keseriusannya dengan terus memperluas jaringan dealer dan layanan purna jual. Perusahaan optimistis dapat merebut pangsa pasar yang signifikan di segmen motor listrik Tanah Air.

Ke depannya, VinFast berencana menghadirkan lebih banyak model dan inovasi untuk memenuhi kebutuhan mobilitas hijau masyarakat Indonesia. Langkah strategis ini diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di dalam negeri.

SHARE:

Menteri Digital Singapura Jamin AI Tak Akan Singkirkan Manusia

Unesa Nonaktifkan 6 Mahasiswa Akibat Chat Tak Etis di Grup WA