Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Geely EX5 Terbaru Meluncur 23 September, Jarak Tempuh 635 Km
SHARE:

Jakarta, Technologue.id — Geely resmi memperlihatkan versi terbaru SUV listrik EX5 menjelang peluncurannya di China pada 23 September 2026. Model baru ini membawa perubahan besar dengan penggerak roda belakang, tenaga mencapai 329 hp, arsitektur listrik 800 volt, serta baterai berkapasitas hingga 70 kWh. Pembaruan tersebut membuat EX5 tidak sekadar memperoleh penyegaran kosmetik, tetapi juga mengalami perubahan pada fondasi teknis kendaraan.

Versi terbarunya bahkan menawarkan jarak tempuh hingga 635 kilometer berdasarkan standar pengujian China Light-Duty Vehicle Test Cycle atau CLTC. Di pasar domestik China, mobil tersebut dipasarkan menggunakan nama Geely Galaxy E5. CarNewsChina melaporkan, Geely dijadwalkan resmi membawa model terbaru itu ke pasar China pada 23 September 2026 setelah beberapa kali muncul dalam proses homologasi dan pengujian jalan.

Keberadaan EX5 terbaru sebenarnya telah terendus sejak model itu muncul dalam dokumen homologasi di China pada Juni 2026. Setelah itu, prototipe kendaraan kembali tertangkap kamera ketika menjalani pengujian dan memperlihatkan ruang bagasi depan atau frunk berukuran besar. Secara visual, desain dasarnya memang masih memiliki kemiripan dengan EX5 yang beredar saat ini.

Namun, Geely memberikan sejumlah perubahan, mulai dari penggunaan gagang pintu konvensional, sensor LiDAR di bagian atap, sensor tambahan pada fender depan, hingga bumper bergaya lebih sporty. Elemen berwarna matte chrome ikut digunakan untuk memberikan karakter berbeda pada eksteriornya. Penempatan sejumlah sensor baru tersebut sekaligus memperlihatkan peningkatan cukup signifikan pada kemampuan bantuan berkendara yang ditawarkan Geely.

Geely EX5 baru memiliki panjang 4.636 mm, lebar 1.920 mm, dan tinggi 1.670 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 2.750 mm, sehingga kendaraan ini tetap berada dalam kategori crossover listrik kompak dengan kabin yang dirancang untuk lima penumpang. Sebagai gambaran ukuran, panjang EX5 tersebut sekitar 13 mm lebih pendek dibandingkan Skoda Enyaq. Dibandingkan EX5 sebelumnya di China, versi terbaru juga bertambah sekitar 21 mm pada dimensi panjang kendaraan.

Perubahan struktur kendaraan turut membuka ruang baru di bagian depan. EX5 terbaru sekarang memiliki frunk berkapasitas 160 liter dengan kemampuan menahan barang hingga 50 kilogram, sementara kap depannya telah menggunakan mekanisme elektrik. Keberadaan frunk cukup besar menjadi salah satu indikator perubahan tata letak sistem penggerak EX5. Motor listrik sekarang ditempatkan pada poros belakang, sehingga Geely memiliki ruang lebih luas untuk membuat tempat penyimpanan tambahan di area depan kendaraan.

SUV listrik tersebut menggunakan pelek berukuran 19 inci. Port pengisian baterai yang sebelumnya berada lebih dekat ke bagian depan juga dipindahkan ke fender belakang sisi pengemudi, menyesuaikan perubahan arsitektur kendaraan menjadi rear-wheel drive atau RWD. Langkah ini menegaskan bahwa Geely Catat Rekor terus mendorong inovasi pada lini kendaraan listriknya.

Perubahan terbesar justru berada di balik bodinya. Geely membekali EX5 terbaru dengan motor listrik pada poros belakang yang sanggup menghasilkan daya maksimum 245 kW atau setara sekitar 329 hp. Tenaga tersebut meningkat sekitar 114 hp dibandingkan model EX5 yang dipasarkan sebelumnya. Data homologasi yang lebih awal juga menunjukkan kecepatan maksimum kendaraan naik dari sekitar 175 km per jam menjadi 201 km per jam.

Peningkatan performa itu didukung penggunaan platform listrik bertegangan tinggi 800 volt. Arsitektur tersebut menjadi salah satu perubahan teknis penting yang dapat mendukung efisiensi sistem kelistrikan sekaligus membuka peluang peningkatan kemampuan pengisian daya pada kendaraan listrik. Geely menyediakan setidaknya dua pilihan kapasitas baterai.

Versi awal menggunakan baterai berkapasitas 61,5 kWh dengan klaim jarak tempuh mencapai 550 kilometer berdasarkan standar CLTC. Jika menggunakan standar Worldwide Harmonised Light Vehicles Test Procedure atau WLTP, jangkauannya diperkirakan mencapai sekitar 451 kilometer. Angka WLTP biasanya lebih relevan untuk membandingkan kendaraan yang dipasarkan secara global karena prosedur pengujiannya berbeda dengan CLTC.

Varian lebih tinggi memperoleh baterai berkapasitas 70 kWh. Paket baterai tersebut diklaim mampu membawa EX5 menempuh hingga 635 kilometer menggunakan standar CLTC atau sekitar 521 kilometer berdasarkan WLTP. Sebagai perbandingan, EX5 generasi yang beredar sebelumnya memiliki jarak tempuh sekitar 430 hingga 475 kilometer berdasarkan WLTP. Artinya, pembaruan ini bukan hanya meningkatkan tenaga, tetapi juga memperpanjang kemampuan jelajah dalam satu kali pengisian baterai.

Perubahan juga dilakukan pada bagian kabin meskipun Geely mempertahankan pendekatan desain modern dan minimalis. Dasbornya dilengkapi layar sentuh bergaya floating, panel instrumen digital LCD, serta head-up display untuk menampilkan informasi penting di area pandangan pengemudi. Tuas perpindahan transmisi ditempatkan di belakang setir berbentuk D.

Konsol tengah tetap menyediakan pengisian daya ponsel secara nirkabel, kontrol berbentuk kenop, serta beberapa tombol fisik untuk mempermudah pengoperasian sejumlah fungsi kendaraan. Geely turut memasang sistem audio Flyme Sound, sandaran tangan untuk penumpang belakang, serta panoramic sunroof berukuran besar. Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan EX5 tidak hanya difokuskan pada performa, tetapi juga kenyamanan dan teknologi kabin.

Salah satu pembaruan paling penting datang dari sistem bantuan berkendara G-ASD G-Pilot H5. Sistem ini mendukung fungsi Navigate On Autopilot atau NOA untuk membantu kendaraan ketika berjalan di jalan perkotaan maupun jalan bebas hambatan. Pemasangan LiDAR di bagian atap, kamera samping pada fender depan, serta kamera tambahan menjadi bagian dari perangkat sensor untuk mendukung sistem tersebut. Namun, ketersediaan fitur bantuan berkendara tertentu dapat berbeda ketika kendaraan dipasarkan di luar China.

Geely sendiri sebelumnya menyatakan Galaxy E5 atau EX5 merupakan SUV listrik strategis global yang dibangun menggunakan GEA Global Intelligent New Energy Architecture. Platform tersebut mengintegrasikan sistem kendaraan listrik, baterai, struktur bodi, serta sejumlah teknologi elektronik dan keselamatan. Pembaruan besar EX5 hadir ketika performa penjualannya di China menghadapi tekanan. Berdasarkan China EV DataTracker yang dikutip CarNewsChina, sebanyak 40.776 unit EX5 dikirim sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Jumlah tersebut turun 45,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Nama EX5 bukan produk asing bagi pasar Indonesia karena model ini telah menjadi salah satu kendaraan listrik utama Geely di Tanah Air. Versi yang saat ini dipasarkan di Indonesia menggunakan baterai LFP berkapasitas 60,22 kWh dengan jarak tempuh hingga 495 kilometer berdasarkan standar NEDC. Model Indonesia juga mencatat akselerasi 0-100 km per jam sekitar 6,9 detik dan mendukung pengisian cepat baterai dari 30 hingga 80 persen sekitar 20 menit.

Dimensi model yang dipasarkan saat ini mencapai panjang 4.615 mm dengan wheelbase tetap 2.750 mm. Geely Auto Indonesia bahkan masih menampilkan EX5 dalam jajaran produk elektrifikasinya sepanjang 2026 bersama EX2 dan Starray EM-i. Pada GIIAS 2026, perusahaan kembali menjadikan EX5 sebagai salah satu pilihan SUV listrik dengan teknologi serta kenyamanan kabin sebagai daya tarik utama. Sementara itu, versi terbaru yang diperkenalkan di China membawa perubahan teknis jauh lebih besar dibandingkan model tersebut.

Motor RWD 329 hp, platform 800 volt, frunk 160 liter, LiDAR, dan jarak tempuh hingga 635 kilometer menjadi sejumlah pembeda utamanya. Peluncuran resmi pada 23 September 2026 akan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai varian, harga, serta konfigurasi final Geely Galaxy E5 terbaru di China. Belum ada pengumuman resmi dari Geely Indonesia mengenai apakah spesifikasi baru tersebut nantinya juga akan dibawa ke pasar Indonesia, di tengah persaingan yang semakin ketat seperti terlihat pada Jaecoo J5 Raja segmen SUV listrik nasional.

SHARE:

Pertamina Diduga Diretas RansomHouse, 6 GB Data Bocor

Ed Sheeran Akhirnya Bicara Soal Gaza di Atas Panggung Konser