Technologue.id, Jakarta - Ubisoft kembali menuai kritik terkait perlakuannya terhadap karyawan di tengah upaya perombakan bisnis yang tengah berlangsung. Kali ini, sorotan tertuju pada pemecatan David Michaud-Cromp, pemimpin tim desain level di Ubisoft Montreal, yang sebelumnya secara terbuka menentang kebijakan perusahaan terkait kewajiban kembali bekerja di kantor.
Pekan lalu, Michaud-Cromp mengungkap bahwa dirinya sempat diskors selama tiga hari tanpa bayaran setelah menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan tersebut. Pada hari ini, ia mengumumkan melalui akun LinkedIn pribadinya bahwa Ubisoft telah memutus hubungan kerjanya. “Saya dipecat oleh Ubisoft, berlaku segera,” tulis Michaud-Cromp. “Ini bukan keputusan saya.”
Menanggapi kabar tersebut, juru bicara Ubisoft memberikan pernyataan kepada media Kotaku. Dalam pernyataannya, perusahaan menegaskan bahwa menyampaikan feedback atau pendapat secara hormat tidak akan berujung pada pemecatan. Ubisoft menyebut telah memiliki Kode Etik yang mengatur ekspektasi perilaku profesional di lingkungan kerja, yang ditinjau dan ditandatangani karyawan setiap tahun.
“Jika Kode Etik tersebut dilanggar, prosedur yang telah ditetapkan akan diterapkan, termasuk peningkatan tindakan disipliner tergantung pada sifat, tingkat keparahan, dan pengulangan pelanggaran,” ujar juru bicara tersebut. Hingga kini, Ubisoft belum memberikan penjelasan lebih rinci mengenai pelanggaran spesifik yang dituduhkan kepada Michaud-Cromp.
Kasus ini menambah daftar panjang pemberitaan negatif yang tengah membayangi Ubisoft terkait isu ketenagakerjaan. Sebelumnya, Ubisoft menutup studio Ubisoft Halifax tak lama setelah karyawan di lokasi tersebut membentuk serikat pekerja. Dalam pengumuman resmi, perusahaan menyatakan penutupan itu merupakan bagian dari langkah pengurangan biaya secara luas di seluruh operasionalnya.
Selain penutupan studio, Ubisoft juga telah melakukan pemangkasan tenaga kerja di sejumlah unit pendukung pada akhir Januari, dan dilaporkan masih merencanakan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) lanjutan. Tekanan terhadap manajemen perusahaan semakin meningkat setelah serikat pekerja yang mewakili karyawan Ubisoft di wilayah lain menyerukan aksi mogok kerja selama tiga hari.
Serikat tersebut menyebut kebijakan penghematan biaya dan memburuknya kondisi kerja sebagai alasan utama aksi tersebut, yang mereka anggap sebagai dampak langsung dari keputusan manajemen perusahaan.