Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Stripe dan Advent Kembali Negosiasi Akuisisi PayPal
SHARE:

 Technologue.id, Yogyakarta – Stripe dan perusahaan ekuitas swasta Advent International dikabarkan kembali melakukan pembicaraan untuk mengakuisisi PayPal. Negosiasi tersebut berlangsung setelah tawaran awal senilai US$60,50 per saham atau sekitar US$53 miliar dinilai masih terlalu rendah oleh PayPal.

Menurut laporan The Wall Street Journal, Stripe dan Advent mengajukan proposal tersebut pada Juli 2026. Namun, PayPal belum bersedia menerima tawaran tersebut. Kedua pihak kini disebut tengah membahas kemungkinan harga yang lebih tinggi, dengan kesepakatan berpotensi diumumkan dalam beberapa pekan mendatang jika negosiasi berjalan lancar.

Meski demikian, belum ada kepastian bahwa transaksi tersebut akan terwujud. Pembicaraan masih berlangsung dan dapat berakhir tanpa kesepakatan.

Rencana akuisisi ini menjadi sorotan karena menunjukkan perubahan drastis dalam valuasi PayPal. Sebelum proposal dari Stripe dan Advent muncul, nilai pasar PayPal sempat berada di kisaran US$40 miliar setelah harga sahamnya jatuh ke level terendah dalam sejarah perdagangan perusahaan.

Kondisi tersebut sangat berbeda dibandingkan masa kejayaan PayPal saat pandemi COVID-19. Pada 2021, perusahaan pernah memiliki valuasi ratusan miliar dolar. Reuters mencatat valuasi puncak PayPal saat itu mencapai sekitar US$360 miliar, sementara The Wall Street Journal menyebut nilainya pernah menembus US$280 miliar.

Jika transaksi senilai US$53 miliar benar-benar terjadi, PayPal akan diakuisisi dengan nilai yang hanya sebagian kecil dari valuasi puncaknya.

Dalam laporan sebelumnya, Reuters menyebut Stripe dan Advent berencana memiliki porsi kepemilikan yang sama jika akuisisi PayPal terealisasi. Keduanya juga disebut tidak memiliki rencana untuk memecah PayPal menjadi beberapa bagian.

Struktur tersebut akan membuat Stripe memperluas skala bisnisnya secara signifikan. Entitas gabungan Stripe dan PayPal diperkirakan dapat memproses transaksi pembayaran sekitar US$3,7 triliun per tahun.

Bagi Stripe, akuisisi PayPal juga berpotensi memberikan akses terhadap sejumlah aset dan layanan penting, termasuk Venmo, sistem checkout PayPal, serta bisnis pembayaran dan kripto.

Merger tersebut juga berpotensi mengurangi ketergantungan Stripe terhadap jaringan pembayaran seperti Visa dan Mastercard. Integrasi berbagai layanan PayPal ke dalam ekosistem Stripe dapat memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan industri pembayaran digital global.

Di tengah rumor akuisisi, PayPal sendiri sedang menjalankan strategi untuk membalikkan kinerja bisnisnya. Pada Maret 2026, perusahaan menunjuk Enrique Lores sebagai CEO baru untuk memimpin upaya pemulihan tersebut.

Lores kemudian melakukan reorganisasi dengan membagi bisnis PayPal menjadi tiga unit utama. Salah satunya berfokus pada layanan checkout, unit kedua menangani Venmo, sedangkan unit lainnya mengelola bisnis pembayaran dan kripto.

Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya PayPal untuk meningkatkan pertumbuhan sekaligus memperkuat nilai perusahaan. Pada kuartal kedua 2026, PayPal mencatat pendapatan US$8,68 miliar, naik 5% secara tahunan, dan menaikkan proyeksi laba untuk tahun berjalan.

Karena itu, PayPal tampaknya masih memiliki alasan untuk menilai kembali tawaran akuisisi yang masuk. Perusahaan dapat berharap memperoleh harga lebih tinggi apabila strategi pemulihan mulai menunjukkan hasil.

SHARE:

Sambangi Yogyakarta, ROG AI Masterclass Ajak Komunitas Eksplorasi Potensi AI

Prancis Batalkan Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 15 Tahun