Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Strategi Brand Bangun Resonansi Konsumen di Dalam dan Luar Ramadan
SHARE:

Technologue.idJakarta - Kantar Indonesia menyoroti pentingnya strategi komunikasi yang mampu menjaga pertumbuhan brand secara berkelanjutan, tidak hanya selama momentum Ramadan tetapi juga di luar periode tersebut. Hal itu disampaikan dalam pemaparan mengenai tren efektivitas iklan dan kampanye pemasaran yang terus berkembang di Indonesia.

Creative Solution Lead Kantar Indonesia, Ummu Hani, mengatakan bahwa brand perlu menciptakan keseimbangan antara strategi penjualan jangka pendek dan pembangunan kedekatan emosional jangka panjang dengan konsumen.

Menurutnya, banyak kampanye selama ini terlalu berfokus pada promosi produk dan penjualan cepat, padahal pertumbuhan berkelanjutan membutuhkan pendekatan yang lebih mendalam.

“Untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, brand perlu memiliki keduanya, yakni mendorong penjualan jangka pendek sekaligus membangun kedekatan emosional dan kecintaan terhadap merek,” ujar Hani, dalam acara Kantar: Most Loved Ramadan Ads 2026, Kamis (21/5/2026).

Kantar menyebut selama 10 tahun terakhir pihaknya telah menganalisis lebih dari 5.000 iklan untuk memahami perubahan lanskap komunikasi pemasaran dan perilaku konsumen. Dalam tiga tahun terakhir, perusahaan melihat adanya perubahan besar dalam cara audiens merespons iklan, terutama terkait relevansi emosional dan pengalaman sensorik.

Dalam paparannya, Hani menjelaskan terdapat tiga pilar utama yang dinilai mampu menciptakan resonansi brand di mata konsumen Indonesia.

Pilar pertama adalah “sensoriality” atau pengalaman sensorik, yakni bagaimana sebuah brand mampu menampilkan keunggulan produk melalui elemen visual, suara, maupun pengalaman yang membangkitkan indra konsumen.

Menurut Hani, konsumen Indonesia tidak hanya membeli fungsi produk, tetapi juga membeli pengalaman, perasaan, dan kenangan yang ditawarkan sebuah merek.

“Orang Indonesia membeli perasaan dan memori yang dihidupkan oleh produk. Mereka ingin merasakan pengalaman itu bahkan sebelum membeli,” jelas Hani.

Ia menambahkan bahwa elemen kreatif dalam iklan kini menjadi semakin penting. Jika sebelumnya elemen visual hanya berfungsi sebagai pelengkap, kini penguatan visual dan pengalaman sensorik menjadi kunci dalam membangun daya tarik produk.

Pendekatan tersebut tidak hanya relevan untuk kategori makanan dan minuman, tetapi juga produk perawatan pribadi hingga kebutuhan rumah tangga.

Sebagai contoh, Kantar menyoroti kampanye dari Indomie yang menggunakan visualisasi detail dan elemen kreatif untuk membangun pengalaman rasa dan konsumsi bahkan sebelum konsumen membeli produk.

Pilar kedua adalah “mindful moments”, yaitu kemampuan brand menghadirkan momen-momen sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Menurutnya, konsumen semakin menyukai cerita yang terasa nyata dan relevan dengan pengalaman personal mereka.

Sementara pilar ketiga adalah “spark in stories”, yakni kemampuan brand menciptakan cerita baru yang tetap relevan dan menarik, bahkan di luar momentum Ramadan.

"Keberhasilan kampanye modern tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan storytelling semata, tetapi juga kemampuan brand menghadirkan pengalaman emosional yang autentik dan sesuai dengan budaya lokal," tutur Hani.

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan meyakini brand dapat membangun relevansi yang lebih kuat dan mempertahankan pertumbuhan secara berkelanjutan di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.

SHARE:

Dugaan Data BCA Mobile Bocor, 4,9 Juta Records Dijual

Ini Dia Iklan Ramadan Paling Dicintai 2026