Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Skoda Keluar dari China, Fokus ke India dan Asia Tenggara
SHARE:

Jakarta - Technologue.id. Pabrikan mobil asal Ceko, Skoda, resmi mengkonfirmasi akan menghentikan operasinya di pasar China pada pertengahan 2026. Keputusan ini diambil menyusul penurunan penjualan yang sangat drastis, dari puncak 341.000 unit pada 2018 menjadi hanya 15.000 unit di tahun 2025.

Penurunan lebih dari 95% ini membuat pangsa pasar Skoda anjlok di bawah 0,1%. Dalam pernyataan resmi tertanggal 25 Maret, perusahaan mengumumkan perubahan strategi. Fokus utama merek Skoda kini akan dialihkan ke India dan kawasan Asia Tenggara.

Di kedua wilayah baru tersebut, Skoda tercatat mencatatkan pertumbuhan penjualan pada 2025. Skoda pertama kali masuk ke China pada tahun 2005 melalui joint venture SAIC-Volkswagen. Selama lebih dari satu dekade, brand ini menjadi alternatif terjangkau yang kredibel.

Model-model seperti Octavia, Superb, dan Kodiaq sempat menemukan pangsa pasarnya. Posisi sweet spot antara harga dan performa dihargai oleh konsumen China. Negara itu bahkan menjadi pasar tunggal terbesar Skoda hingga awal 2010-an.

Namun, kejatuhan yang terjadi setelahnya mencerminkan betapa usangnya posisi tersebut. Kebangkitan cepat merek lokal China menjadi pukulan telak. Mereka menawarkan teknologi setara atau lebih unggul dengan harga yang lebih rendah.

Hal ini hampir sepenuhnya mematikan permintaan, terutama untuk opsi kendaraan elektrifikasi. Kepergian Skoda menjadikannya salah satu merek global paling menonjol yang menjadi korban. Persaingan sengit di pasar mobil China telah memakan banyak korban.

Dalam beberapa tahun terakhir, merek lokal telah memaksa Mitsubishi Motors menghentikan produksi. Mereka juga melumpuhkan kehadiran Renault di pasar dan memberi tekanan berkelanjutan pada banyak merek lain. Tekanan ini bahkan dirasakan oleh sesama grup Volkswagen seperti Porsche dan Audi.

Berbeda dengan Volkswagen dan Audi yang berinvestasi besar, Skoda tak punya skala memadai. Brand ini juga tidak memiliki platform untuk merespons tantangan domestik secara kredibel. Jaringan dealernya pun telah banyak diserap ke dalam showroom SAIC-Volkswagen.

Format shop-in-shop tersebut secara efektif menghapus visibilitas Skoda sebagai merek yang berbeda. Volkswagen sendiri sempat merebut kembali posisi puncak penjualan di China awal 2026. Penurunan subsidi kendaraan listrik mendinginkan permintaan untuk merek domestik pure-electric.

Kondisi itu menguntungkan portofolio model hybrid dan konvensional Volkswagen. Namun, keunggulan ini diperkirakan tidak akan bertahan lama. Pasar akan menyesuaikan diri dengan berakhirnya program subsidi pemerintah.

Sementara itu, Audi terus meluncurkan model listrik baru seperti A6L E-tron. Upaya menciptakan sub-brand Audi yang menghilangkan logo empat cincin ikonik juga mengalami kesulitan. Debut model E5 Sportback hanya terjual 7.070 unit sejak Agustus 2025.

Kemitraan lokal menjadi bagian lain dari strategi regional Volkswagen. Model ID.UNYX, yang dikembangkan bersama Xpeng, memulai produksi seri pada Maret 2026. Masalah Skoda bukanlah kurangnya dukungan dari induk perusahaan yang berorientasi China.

Volkswagen jelas berusaha memulihkan posisinya di pasar mobil terbesar dunia. Masalahnya, investasi tingkat grup tidak akan cukup untuk membangun kembali sebuah merek. Posisi kompetitifnya telah tak tergantikan oleh pemain lokal seperti BYD dan Great Wall Motor.

Kedua pabrikan China tersebut justru sedang berekspansi agresif ke Asia Tenggara dan India. Ini berarti Skoda mungkin masih harus berjuang melawan pemain yang sama. Mereka telah mengalahkan Skoda sekali dalam hal teknologi dan harga.

Perubahan strategi ini akan diuji di medan pertempuran baru. Tekanan dari Penjualan BYD dan rival lainnya tetap menjadi ancaman serius. Persaingan di pasar mobil China semakin ketat dan kompleks.

Nasib serupa juga dialami oleh beberapa merek premium lainnya. Tren penurunan ini terlihat pada laporan Penjualan Volvo yang menunjukkan dinamika pasar yang berubah cepat. Eksodus Skoda dari China menandai babak baru dalam persaingan otomotif global.

SHARE:

Apple Uji Kamera 200MP untuk iPhone, Siap Saingi Android Flagship?

Micron Naikkan Dividen 30%, Sinyal Kuat Permintaan Chip AI Global