Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
September, Bulan Baru Favorit Para Pegolf Dunia
SHARE:

Jakarta, Technologue.id — Selama ini Juli kerap dianggap sebagai puncak musim golf di belahan bumi utara. Namun, pandangan itu perlahan bergeser. Banyak pegolf kini menilai September justru menawarkan pengalaman bermain yang jauh lebih nikmat dibanding pertengahan musim panas.

Gagasan bahwa September adalah "Juli yang baru" bagi komunitas golf mencuat dari kolom Michael Bamberger di Golf.com. Ia menuliskan refleksinya usai menyaksikan para penjaga pantai meniup peluit panjang tanda berakhirnya musim panas. Bagi Bamberger, musim panas 2026 terlalu panas untuk dinikmati, terutama di kawasan Northeast Amerika Serikat.

Panas ekstrem itu bahkan memangkas salah satu ritual favoritnya. Bamberger mengaku tidak pernah memainkan putaran 18 hole sesedikit pada musim panas tahun ini. Karena itu, ia menegaskan bahwa September tetap layak dihitung sebagai bagian dari musim bermain golf.

Pergeseran ini bukan tanpa alasan teknis. Menurut Bamberger, kondisi lapangan pada September justru berada di titik terbaik sepanjang tahun. Green terasa halus, rumput tampak sangat hijau, rough dipangkas rapi, dan permainan berjalan lebih cepat.

Ia bahkan menyebut kondisi lapangan saat ini dengan satu kata: mint. Filosofi bermain pun ikut berubah, seperti mengurangi latihan ayunan, memainkan bola apa adanya di green, dan mengedepankan semangat "selagi masih muda". Pendekatan ini membuat permainan terasa lebih efisien dan menyenangkan.

Pebble Beach course change draws scorn. But critics didn’t have full story

Alasan lain datang dari padatnya agenda turnamen bergengsi. Bamberger mencatat September 2026 diisi sederet kompetisi kelas atas yang sayang untuk dilewatkan. Rangkaian itu dibuka oleh Walker Cup di Lahinch, Irlandia, yang berlangsung dramatis hingga hari kedua.

Tak lama berselang, Solheim Cup mempertemukan para pegolf wanita di Eropa dengan tensi yang disebutnya nyaris tak memberi ruang bernapas. Puncaknya, Presidents Cup digelar di Medinah, kawasan pinggiran Chicago, dengan wajah baru lapangan tersebut.

Chicago sendiri mendapat pujian tersendiri. Bamberger mengutip komentar Fred Couples yang menyebut kota itu akan "menakutkan" jika memiliki cuaca yang bersahabat. Baginya, kualitas Chicago sebanding dengan La Jolla Beach di California.

Ia memperkirakan Presidents Cup edisi kali ini akan ditentukan oleh satu pertandingan pada Minggu sore. Pola seperti itu, tulisnya, memang menjadi ciri khas musim kompetisi yang berjalan memanjang sepanjang 2026.

Bagi pegolf amatir, September juga membuka peluang lebih besar untuk turun ke lapangan. Anak-anak sudah kembali ke sekolah, sehingga jadwal keluarga tidak lagi sepenuhnya mengikuti ritme musim liburan. Meski begitu, Bamberger mengingatkan bahwa mereka kerap masih menempel di paket seluler orang tua.

Ia mengakui bahwa kecintaannya pada musim panas yang memanjang mulai tumbuh sehari sebelum peluit musim ditiup. Saat itu, Walker Cup tengah disiarkan televisi dan menjadi pembuka rangkaian turnamen September yang padat.

Menariknya, semangat memperpanjang musim ini tidak hanya soal cuaca atau turnamen. Bamberger juga menyelipkan dua lagu bertema musim panas yang menurutnya terlalu "tepat sasaran" untuk masuk daftar resmi. Keduanya adalah "All Summer Long" dari Beach Boys dan "All I Wanna Do" milik Sheryl Crow.

Dari lagu Sheryl Crow, ia mengutip lirik yang menegaskan bahwa dunia golf bukanlah disko maupun country club. Baginya, kalimat itu menangkap identitas golf sebagai ruang tersendiri yang sulit disamakan dengan hiburan lain.

Di sisi industri, dinamika golf sepanjang tahun juga diwarnai berbagai isu, mulai dari sengketa hukum hingga inisiatif lingkungan. Sejumlah merek dan penyelenggara terus berupaya menjaga relevansi olahraga ini di mata generasi baru, termasuk lewat program lingkungan Garmin.

Sementara itu, sorotan terhadap peralatan dan kompetisi tidak pernah surut. Kasus hukum yang menimpa produsen bola golf hingga perpanjangan kerja sama penyiaran menjadi penanda bahwa ekosistem golf terus bergerak, seperti pada sengketa Titleist dan kesepakatan NBC dengan PGA.

Bahkan di luar lapangan, budaya golf ikut merambah dunia hiburan digital. Beberapa pengamat menilai ketertarikan pada rilis game indie menunjukkan bagaimana audiens mencari pengalaman rekreasi yang lebih beragam.

Michael Bamberger profile image

Bamberger sendiri menutup tulisannya dengan ajakan sederhana. Ia berencana memanfaatkan sisa September untuk bermain sebanyak mungkin sebelum musim benar-benar ditutup. Jadwal tee time sore sudah menantinya.

Dengan kondisi lapangan yang prima dan agenda turnamen yang padat, argumen bahwa September adalah Juli yang baru bagi para pegolf tampak semakin sulit dibantah. Setidaknya, itulah kesimpulan yang ia tawarkan kepada pembaca Golf.com.

SHARE:

Roblox Bisa Dimainkan Lewat Browser dan Mode Offline

Tekanan Tim di Presidents Cup Lebih Besar dari Major, Kata Bezuidenhout