Jakarta – CEO OpenAI, Sam Altman, mengakui bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk menulis email dan pesan di Slack justru terasa dehumanisasi. Pernyataan ini ia sampaikan di hadapan para pemimpin bisnis dalam sebuah konferensi di Sydney, Australia.
Altman mengaku pernah mencoba menggunakan AI untuk membalas seluruh pesan elektroniknya. Namun, pengalaman tersebut justru meninggalkan kesan yang tidak mengenakkan baginya.
“Saya merasa itu sangat dehumanisasi untuk dilihat, bahkan ketika AI sudah membalas pesan untuk saya,” ujar Altman dalam sesi diskusi bersama CEO Commonwealth Bank of Australia (CBA), Matt Comyn.
Menurut Altman, momen itu menjadi contoh nyata bahwa manusia sangat peduli dengan interaksi personal. Ia menekankan bahwa koneksi antarmanusia tetap menjadi elemen krusial yang tidak bisa digantikan teknologi.
Altman hadir secara virtual dalam acara dedicated AI gathering pertama CBA pada Selasa lalu. Dalam kesempatan itu, ia membahas tantangan dan masa depan AI, khususnya di Australia.
Ia juga menyinggung isu penggantian tenaga kerja oleh AI yang ternyata tidak separah yang dibayangkan. “Saya pikir tidak akan terjadi kiamat pekerjaan seperti yang diprediksi beberapa perusahaan,” tegasnya.
Altman bahkan mengaku terkejut karena dampak AI pada pekerjaan entry-level white-collar belum signifikan. Menurutnya, adopsi AI di perusahaan masih membutuhkan waktu dan penyesuaian.
Sementara itu, Matt Comyn mengakui adanya kecemasan di kalangan karyawan CBA terkait adopsi AI. Bank tersebut saat ini sedang melatih tenaga kerjanya untuk menggunakan aplikasi AI.