Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Miliarder Teknologi Ramai Cairkan Uang Seiring Lonjakan Saham 2025
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Tahun 2025 menjadi masa keemasan bagi saham teknologi. Ketika harga saham perusahaan-perusahaan teknologi besar terus mencetak rekor baru, para eksekutif di baliknya juga sibuk mencairkan uang tunai. Menurut analisis Bloomberg terhadap data perdagangan orang dalam, para miliarder teknologi telah menguangkan lebih dari US$16 miliar sepanjang tahun ini.

Jeff Bezos berada di posisi teratas. Pendiri Amazon tersebut menjual sekitar 25 juta saham senilai US$5,7 miliar pada Juni dan Juli 2025. Penjualan ini dilakukan berdekatan dengan momen pernikahannya dengan Lauren Sanchez di Venesia. Aksi Bezos menjadikannya eksekutif teknologi dengan pencairan saham terbesar tahun ini.

Di belakang Bezos, mantan CEO Oracle Safra Catz menguangkan saham senilai US$2,5 miliar, disusul oleh pendiri Dell Technologies, Michael Dell, dengan total penjualan mencapai US$2,2 miliar.

Sementara itu, Jensen Huang dari Nvidia turut memanfaatkan lonjakan valuasi perusahaannya. Nvidia mencatat sejarah sebagai perusahaan pertama di dunia dengan nilai pasar mencapai US$5 triliun. Di tengah reli tersebut, Huang menjual saham senilai sekitar US$1 miliar. CEO Arista Networks, Jayshree Ullal, juga hampir mencapai angka yang sama dengan menguangkan hampir US$1 miliar, seiring melonjaknya permintaan peralatan jaringan berkecepatan tinggi dan meningkatnya kekayaan bersih pribadinya hingga melampaui US$6 miliar.

Sebagian besar transaksi ini dilakukan melalui rencana perdagangan yang telah diatur sebelumnya (pre-arranged trading plans), sehingga bukan merupakan keputusan mendadak. Mark Zuckerberg, misalnya, menjual saham Meta senilai US$945 juta melalui yayasannya. CEO Palo Alto Networks Nikesh Arora serta salah satu pendiri Robinhood, Baiju Bhatt, masing-masing juga mengantongi lebih dari US$700 juta dari penjualan saham.

Benang merah dari seluruh transaksi ini adalah reli saham teknologi yang didorong oleh antusiasme besar terhadap kecerdasan buatan (AI). Sepanjang 2025, optimisme investor terhadap AI terus mengangkat valuasi perusahaan-perusahaan teknologi, sekaligus memberi peluang bagi para eksekutifnya untuk merealisasikan keuntungan dalam jumlah fantastis.

SHARE:

Nadiem Makarim Didakwa Rugikan Negara Rp2,18 Triliun dalam Kasus Chromebook

Bocoran Spesifikasi Realme Neo8, Bawa Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai Jumbo