Technologue.id, Jakarta - Meta dilaporkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 8.000 karyawan dan memindahkan 7.000 karyawan lainnya ke divisi baru yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan (AI). Langkah tersebut dikonfirmasi langsung oleh CEO Mark Zuckerberg melalui memo internal kepada seluruh karyawan perusahaan.
Menurut laporan Engadget, Zuckerberg menyatakan keputusan tersebut diambil untuk menjaga keseimbangan investasi perusahaan, terutama dalam pengembangan teknologi AI.
“Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, kami telah memutuskan untuk mengurangi jumlah karyawan untuk memungkinkan kami mengimbangi investasi lain yang sedang kami lakukan,” tulis Zuckerberg dalam memo tersebut.
Meski demikian, Meta menyebut tidak mengantisipasi adanya PHK tambahan dalam skala besar di seluruh perusahaan pada tahun ini.
PHK dan pemindahan karyawan tersebut diperkirakan memengaruhi sekitar 20 persen total tenaga kerja Meta, menjadikannya salah satu langkah efisiensi terbesar dalam sejarah perusahaan.
Langkah ini sekaligus mengonfirmasi memo sebelumnya dari Kepala SDM Meta, Janelle Gale, yang menyebutkan bahwa ribuan karyawan akan dipindahkan ke organisasi baru yang fokus mengembangkan alat dan aplikasi AI.
Pada bulan sebelumnya, Gale juga telah memberi sinyal bahwa perusahaan akan memangkas sekitar 8.000 posisi sebagai bagian dari upaya menjalankan perusahaan dengan lebih efisien. Selain itu, sekitar 6.000 lowongan kerja dilaporkan akan dibiarkan kosong.
Keputusan restrukturisasi tersebut muncul di tengah agresifnya investasi Meta di bidang AI. Pada Januari 2026, perusahaan mengumumkan alokasi belanja modal sebesar US$115 miliar hingga US$135 miliar untuk tahun 2026.
Dana tersebut sebagian besar akan digunakan untuk mendukung pengembangan Meta Superintelligence Labs serta bisnis inti perusahaan. Secara keseluruhan, pengeluaran Meta tahun depan diproyeksikan mencapai US$162 miliar hingga US$169 miliar.
Dalam memo internalnya, Zuckerberg menegaskan bahwa AI menjadi teknologi paling penting bagi masa depan perusahaan.
“AI adalah teknologi paling penting dalam hidup kita. Kesuksesan bukanlah sesuatu yang pasti. Perusahaan yang memimpin akan menentukan generasi berikutnya,” tulisnya.
Kebijakan terbaru Meta memicu kekhawatiran mengenai dampak perkembangan AI terhadap lapangan kerja di industri teknologi. Sejumlah karyawan yang terdampak PHK mengungkapkan kekecewaan mereka melalui media sosial.
Salah seorang penulis teknis Meta menulis di platform X bahwa seluruh fungsi kerjanya dihapus dan digantikan oleh investasi perusahaan di bidang AI.
“Setelah hampir empat tahun di Meta, saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang diberhentikan hari ini. Bukan hanya saya atau tim saya, tetapi seluruh fungsi saya diberhentikan. Diganti dengan uang yang akan diinvestasikan dalam AI,” tulisnya.
Dalam memo tersebut, Meta juga memberikan panduan terkait pesangon, dukungan visa, dan proses transisi bagi karyawan terdampak. Perusahaan menyampaikan apresiasi atas kontribusi para pekerja selama menjadi bagian dari perjalanan Meta.