Technologue.id, Jakarta – Selama hampir satu dekade terakhir, L’Oréal secara konsisten membawa teknologi kecantikan ke panggung Consumer Electronics Show (CES). Pada CES 2026, raksasa kosmetik asal Prancis ini kembali menarik perhatian dengan memamerkan tiga perangkat terbaru yang terdiri dari Light Straight + Multi-styler, Face Mask LED, dan Eye Mask LED.
Ketiga perangkat tersebut dirancang dengan pendekatan teknologi yang cukup revolusioner. Light Straight, misalnya, memanfaatkan cahaya inframerah untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan dalam proses penataan rambut. Sementara itu, Face Mask LED dan Eye Mask LED hadir dengan desain yang sangat berbeda dibandingkan produk sejenis dari merek seperti Dr. Dennis Gross, Omnilux, Therabody, atau Shark.

Alih-alih menggunakan cangkang keras yang kaku menempel di wajah, masker LED milik L’Oréal terlihat sangat tipis, lentur, dan fleksibel. Meski belum sempat melihatnya secara langsung, foto-foto Eye Mask LED yang beredar tampak mengesankan. Masker tersebut terlihat hampir transparan, memperlihatkan bohlam dan kabel di dalamnya. Saat menyala, seluruh masker memancarkan cahaya merah, sementara pada gambar lain hanya sebagian area yang menyala. Bahkan, dalam salah satu visual, masker tersebut tampak tersimpan rapi di dalam tas kecil dan sekilas menyerupai earbud nirkabel.
Eye Mask LED ini masih berada dalam tahap prototipe dan dikembangkan bersama perusahaan solusi LED, iSmart. Menurut siaran pers L’Oréal, masker silikon ultra-tipis ini dirancang untuk menghantarkan cahaya langsung ke kulit dalam sesi otomatis berdurasi 10 menit. Perbedaannya terletak pada teknologi penyangga transparan canggih yang mengintegrasikan sirkuit mikro aman untuk kulit, memungkinkan kontrol presisi atas dua panjang gelombang cahaya: cahaya merah (630 nm) dan inframerah dekat (830 nm).
Masker LED ini dijadwalkan meluncur pada tahun 2027. Meski belum ada informasi harga maupun ketersediaan, Wakil Presiden Global Teknologi dan Inovasi Terbuka L’Oréal, Guive Balooch, menyebutkan bahwa produk ini akan diposisikan sebagai perangkat premium, namun tetap berada di bawah harga tertinggi di pasar saat ini.
Menariknya, L’Oréal juga menyadari salah satu keluhan umum pengguna masker LED, yakni kulit yang terasa kering karena perangkat harus digunakan pada kondisi kulit bersih dan kering. Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan berencana mengembangkan serum khusus yang dapat digunakan bersamaan dengan masker, guna meningkatkan kenyamanan sekaligus efektivitas terapi cahaya. Balooch bahkan mengisyaratkan bahwa formulasi perawatan kulit yang dirancang khusus untuk bekerja selaras dengan perangkat teknologi akan menjadi arah masa depan L’Oréal.
Selain perawatan kulit, L’Oréal juga memperkenalkan Light Straight, alat penata rambut yang mengandalkan cahaya inframerah dekat. Menurut perusahaan, pelurus rambut konvensional dengan pelat pemanas dapat mencapai suhu di atas 400°F, melewati ambang batas di mana keratin mulai rusak. Light Straight, sebaliknya, dirancang agar pelat kacanya tidak pernah melebihi 320°F, sehingga lebih ramah terhadap kesehatan rambut.

Dengan teknologi inframerah yang dipatenkan, Light Straight diklaim mampu menata rambut tiga kali lebih cepat dan menghasilkan rambut dua kali lebih halus dibandingkan penata rambut premium lainnya. Cahaya inframerah dekat yang digunakan dikatakan mampu menembus serat rambut dan membentuk kembali ikatan hidrogen internal, sambil meminimalkan kerusakan.
Tak hanya itu, perangkat ini juga dibekali sensor dengan algoritma dan pembelajaran mesin yang dapat menyesuaikan diri dengan gerakan pengguna, menciptakan pengalaman penataan rambut yang lebih personal.
Meski Light Straight juga baru akan dirilis pada 2027 dan belum memiliki detail harga, kehadirannya menunjukkan ambisi L’Oréal untuk terus mengeksplorasi cara-cara baru yang lebih sehat dan cerdas dalam dunia kecantikan.