Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Harga Smartphone Naik hingga 40 Persen, Bagaimana Dampaknya terhadap Penjualan?
SHARE:

Technologue.idJakarta – Kenaikan harga smartphone dalam beberapa waktu terakhir mulai menjadi tantangan bagi industri ponsel pintar. Di tengah daya beli masyarakat yang cenderung tertahan, kenaikan harga berpotensi memengaruhi keputusan konsumen saat membeli perangkat baru.

Erwin Renehan, Head of Operations Digiplus menerangkan bahwa kenaikan harga smartphone disebut sudah mulai terasa sejak akhir tahun lalu dan berlanjut hingga tahun ini. Dalam beberapa segmen produk, kenaikannya bahkan disebut berada di kisaran 30 hingga 40 persen.

Meski demikian, pelaku industri menilai kenaikan harga tidak serta-merta membuat penjualan smartphone terhenti. Pasalnya, smartphone kini telah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Pasti impact-nya ada,” ujar Erwin saat membahas dampak kenaikan harga terhadap penjualan smartphone.

Menurutnya, pelaku industri tidak seharusnya langsung berfokus pada seberapa besar penurunan penjualan akibat kenaikan harga. Hal yang lebih penting adalah menyiapkan strategi untuk menghadapi perubahan tersebut.

“Kalau kita melihatnya sudah menyerah duluan dengan rangkaian turun, kita sudah menutup waktu kita untuk menutup gap, untuk berkembang atau melakukan action plan,” ujarnya.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra pembiayaan. Skema seperti Buy Now Pay Later (BNPL), lembaga pembiayaan non-bank, hingga program cashback perbankan dinilai dapat membantu membuat smartphone lebih terjangkau bagi konsumen.

“Dengan kita berpikir aksinya bagaimana untuk menanggapi kenaikan harga produk, kita galakkan partnership seperti BNPL, lembaga pembiayaan non-bank, begitu juga dengan cashback bank,” jelasnya.

Selain pembiayaan, program trade-in atau tukar tambah juga menjadi salah satu cara untuk meringankan beban konsumen. Dengan menukarkan smartphone lama, konsumen bisa memperoleh potongan harga untuk membeli perangkat baru.

Strategi tersebut menjadi semakin penting karena masyarakat saat ini cenderung lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang, termasuk untuk membeli gadget.

Dari sisi penjualan, kebutuhan terhadap smartphone dinilai masih cukup kuat. Hal ini karena fungsi ponsel pintar semakin luas, bukan hanya untuk komunikasi dan hiburan, tetapi juga untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

Dwita Satyanti, Head of Marketing Digiplus mengatakan pihaknya menyediakan smartphone dari berbagai rentang harga, mulai dari sekitar Rp3 jutaan hingga kelas premium sekitar Rp40 jutaan.

“Di Digiplus ada banyak brand dan itu memenuhi kebutuhan dari harga Rp3 jutaan sampai harga Rp40 jutaan. Jadi sebenarnya apa pun yang dibutuhkan, silakan datang ke toko kami. Tim staf toko juga akan membantu sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Menurutnya, smartphone saat ini sudah sulit dipandang sebagai barang sekunder atau tersier. Perangkat tersebut telah menjadi bagian dari kebutuhan utama masyarakat. Ia mencontohkan, smartphone kini dapat digunakan untuk melakukan pembayaran, menunjukkan identitas digital, hingga menunjang berbagai aktivitas lainnya.

Meski kebutuhan terhadap smartphone masih tinggi, kenaikan harga membuat konsumen semakin selektif dalam menentukan perangkat yang akan dibeli.

Konsumen cenderung menyesuaikan pilihan smartphone dengan kebutuhan dan kemampuan finansial mereka. Karena itu, berbagai program promo dan pembiayaan menjadi faktor penting dalam mendorong keputusan pembelian.

“Customer juga sudah cukup bijak untuk menentukan kira-kira handphone mana yang saya butuhkan sesuai dengan budget,” ujarnya.

SHARE:

FDA Setujui Robot Aletta Bisa Ambil Darah Secara Otomatis

Kantar Onward 2026 Soroti Dampak AI terhadap Perilaku Konsumen