Technologue.id, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memberikan persetujuan untuk perangkat robotik baru bernama Aletta, yang dirancang untuk mengotomatisasi proses pengambilan darah pada pasien rawat jalan.
Aletta dikembangkan untuk mengambil darah dari lengan pasien dengan bantuan teknologi pencitraan. Perangkat ini menggunakan cahaya near-infrared dan ultrasonografi Doppler untuk menemukan pembuluh darah vena sebelum melakukan proses pengambilan darah.
Setelah vena berhasil diidentifikasi, Aletta dapat mengotomatisasi sejumlah tahapan yang biasanya dilakukan oleh petugas medis. Proses tersebut mencakup pemasangan tourniquet, memasukkan jarum, mengambil darah, membuang jarum, hingga memasang perban pada area bekas suntikan.
Meski prosesnya dilakukan oleh robot, Aletta bukan berarti dapat beroperasi sepenuhnya tanpa manusia. Prosedur tetap harus dimulai dan diawasi oleh seorang phlebotomist atau petugas terlatih selama robot bekerja.
Menariknya, satu orang petugas disebut dapat memantau hingga tiga unit Aletta secara bersamaan. Teknologi ini berpotensi membantu fasilitas kesehatan menangani lebih banyak pasien dengan jumlah tenaga pengambil darah yang sama.
FDA memberikan persetujuan terhadap Aletta berdasarkan data klinis yang menunjukkan kemampuan perangkat tersebut dalam melakukan pengambilan darah.
Dalam pengujian klinis, Aletta dilaporkan mampu melakukan prosedur dengan tingkat keberhasilan yang setara atau bahkan lebih baik dibandingkan phlebotomist manusia.
"Pengambilan darah merupakan salah satu prosedur medis yang paling sering dilakukan di Amerika Serikat, namun pasien bisa saja mengalami penundaan akibat semakin langkanya jumlah phlebotomist terlatih," ujar Michelle Tarver, direktur Pusat Perangkat dan Kesehatan Radiologis FDA.
Pernyataan tersebut menunjukkan salah satu masalah yang ingin diatasi melalui teknologi Aletta, yakni keterbatasan tenaga terlatih untuk melakukan prosedur pengambilan darah.
Pengambilan darah merupakan prosedur yang umum dilakukan untuk berbagai kebutuhan medis, mulai dari pemeriksaan laboratorium hingga pemantauan kondisi pasien. Namun, keberhasilan prosedur sangat bergantung pada kemampuan petugas menemukan vena dan memasukkan jarum dengan tepat.
Meskipun telah mendapatkan izin dari FDA, Aletta belum tentu langsung tersedia di berbagai fasilitas kesehatan.
Hingga kini, belum ada informasi pasti mengenai kapan perangkat robotik tersebut akan mulai digunakan secara luas di praktik dokter atau klinik.