Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Game Love and Deepspace Tuai Kontroversi, Cocktail Promosi Pakai Tanaman Beracun
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Love and Deepspace kembali menjadi sorotan setelah akun resmi game tersebut membagikan materi promosi cocktail yang menggunakan sejumlah bahan nyata, termasuk tanaman yang berbahaya jika dikonsumsi. Unggahan tersebut memperkenalkan minuman bertema karakter dan elemen dalam game, tetapi beberapa garnish yang dicantumkan ternyata merupakan Datura dan Flame Lily. Keduanya bukan sekadar tanaman hias biasa karena dapat menimbulkan risiko serius apabila tertelan. Kontroversi ini muncul ketika komunitas menyadari bahwa daftar bahan tersebut berpotensi dibaca sebagai resep yang bisa dicoba di dunia nyata.

Love and Deepspace sendiri merupakan game simulasi romansa 3D yang dikembangkan Papergames dan diterbitkan secara global oleh Infold Games. Game ini meluncur pada 18 Januari 2024 untuk Android dan iOS dengan model free-to-play serta pembelian dalam aplikasi. Pemain berperan sebagai Deepspace Hunter yang berhadapan dengan makhluk bernama Wanderers sambil membangun hubungan dengan karakter utama melalui cerita, percakapan, adegan 3D, aktivitas kencan, dan sistem pertarungan. Di luar unsur romansa, game juga menggabungkan mekanisme gacha, koleksi Memory, peningkatan kemampuan, serta pertarungan berbasis aksi sehingga menjangkau pasar otome yang lebih luas.

Baca Juga: Monster Hunter Outlanders Siap Hadir Oktober, Bawa Sensasi Berburu Kelas Konsol

Masalah bermula dari rangkaian unggahan media sosial pada 29 September 2026 yang memperkenalkan lima minuman bertema Artsyblobbu, Fiendyblobbu, Pilotblobbu, Snowyblobbu, dan Stellablobbu. Sebagian besar bahan terlihat lazim, seperti jus persik, jus delima, madu, sirup, gelatin, dan kayu manis. Namun, dua resep mencantumkan Flame Lily sebagai garnish dan Datura pada minuman lainnya. Flame Lily diketahui mengandung kolkisin yang dapat menyebabkan keracunan serius jika tertelan, sedangkan Datura merupakan tanaman beracun dan bersifat psikoaktif yang dapat memicu halusinasi serta gangguan serius pada tubuh. Karena itu, pemain langsung memperingatkan komunitas agar tidak mencoba membuat minuman tersebut.

Reaksi komunitas membuat akun resmi Love and Deepspace mengeluarkan pemberitahuan keselamatan pada 30 September 2026. Dalam klarifikasi tersebut, pengembang menegaskan bahwa seluruh minuman yang ditampilkan bersifat fiktif dan hanya dibuat untuk kebutuhan dalam game, sekaligus meminta pemain tidak mencoba membuat atau mengonsumsinya di dunia nyata. Sampai laporan terbaru diterbitkan, tidak ada laporan terverifikasi yang menunjukkan pemain benar-benar membuat atau meminum cocktail tersebut maupun mengalami keracunan akibat unggahan itu. Dengan demikian, persoalan utamanya berada pada materi promosi dan cara informasi bahan ditampilkan, bukan pada adanya korban keracunan yang telah dikonfirmasi.

Baca Juga: Football Manager 27 Resmi Rilis November, Match Day Makin Hidup dan Realistis

Kontroversi ini menjadi masalah komunikasi yang cukup sensitif bagi Infold Games karena Love and Deepspace sangat bergantung pada hubungan jangka panjang dengan komunitas global. Game tersebut sudah memiliki basis pemain internasional sejak peluncuran global, dengan lebih dari 15 juta pendaftar sebelum dirilis pada 2024. Di tengah persaingan game otome dan gacha, materi media sosial bukan sekadar promosi tambahan, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga keterlibatan pemain. Ketika konten kreatif memasukkan bahan dunia nyata yang berisiko tanpa peringatan sejak awal, ruang interpretasi menjadi lebih besar dan dapat memicu kritik terhadap proses pemeriksaan konten internal.

Insiden cocktail juga terjadi ketika Love and Deepspace sedang menghadapi tekanan komunitas akibat kontroversi lain sepanjang 2026, termasuk polemik karakter Valko yang rencananya menjadi karakter romantis tambahan, tetapi kemudian dibatalkan. Menurut Pocket Gamer, kesalahan komunikasi terbaru tersebut dapat memperburuk persepsi sebagian pemain internasional yang sebelumnya sudah mempertanyakan cara Infold Games berkomunikasi dengan komunitas global. Bagi industri game mobile, kasus ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran berbasis social media membutuhkan pemeriksaan yang sama ketatnya dengan konten di dalam game, terutama ketika materi promosi menggunakan makanan, minuman, obat, tanaman, atau bahan nyata yang dapat ditiru pemain.

SHARE:

Worlds 2026 Segera Digelar, Perebutan Gelar Juara LoL Makin Panas

Worlds 2026 Segera Digelar, Perebutan Gelar Juara LoL Makin Panas