Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Ensign Uji 10 Model AI Canggih untuk Simulasi Serangan Siber
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mendorong perusahaan keamanan siber untuk menguji sejauh mana teknologi tersebut dapat digunakan dalam serangan terhadap organisasi. Ensign InfoSecurity mengembangkan AI Cyber Range untuk mengukur kemampuan model AI canggih sekaligus mengetahui titik pertahanan yang dapat menghentikan serangan.

Pengujian ini menggunakan analogi tahapan serangan siber, mulai dari memperoleh akses awal ke jaringan, mencari data sensitif, mendapatkan hak akses yang lebih tinggi, hingga mempertahankan akses di dalam sistem.

“Apakah model AI paling canggih saat ini bisa melakukan serangan siber dan di mana titik pertahanan bisa menghentikannya? Itu yang kita lakukan melalui testing,” jelas Adithya Nugraputra, Head of Consulting PT Ensign InfoSecurity Indonesia.

Ensign menyeleksi 10 model AI dari sekitar 150 model yang tersedia secara umum. Model-model tersebut kemudian diuji dalam delapan skenario serangan terhadap lingkungan jaringan universitas yang terkontrol.

Pengujian dirancang untuk melihat kemampuan AI menjalankan rangkaian serangan secara bertahap. Setiap model diberi tujuan yang sama, sehingga peneliti dapat membandingkan hasilnya.

Salah satu tahap awal adalah memperoleh akses ke jaringan. Setelah berhasil masuk, model diuji untuk mencari informasi sensitif dan sistem yang lebih penting. Tahapan berikutnya mencakup perpindahan antar-sistem, peningkatan hak akses, serta upaya menghindari sistem keamanan.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh 10 model AI berhasil memperoleh akses awal ke lingkungan pengujian.

Namun, kemampuan model menurun ketika serangan berlanjut ke sistem yang lebih dalam. Tidak semua model berhasil mencuri kredensial, berpindah antar-sistem, atau menghindari deteksi keamanan.

“Kalau dia melakukan kesalahan di salah satu step ini, bisa ketangkap,” ujarnya.

Menurut Adithya, kondisi ini menunjukkan pentingnya sistem pertahanan berlapis. Organisasi tidak cukup hanya menjaga pintu masuk, tetapi juga perlu memastikan aktivitas di dalam jaringan dapat dipantau dan dihentikan ketika mencurigakan.

Pengujian tersebut memperlihatkan bahwa AI dapat membantu pelaku serangan menjalankan berbagai tahapan secara lebih mudah. Model AI dapat digunakan untuk mencari informasi, memahami sistem, dan membantu menyelesaikan tugas teknis.

“Dengan ini attacker sangat dibantu karena dia punya senjata baru yang tinggal ngomong, enter, tungguin, lihat, sudah masuk,” ungkap Adithya.

Meski demikian, hasil pengujian tidak berarti seluruh model AI mampu menembus semua lapisan keamanan. Kemampuan mereka masih berbeda-beda, dan sejumlah tahapan serangan tetap dapat dihentikan oleh sistem pertahanan.

Ensign menilai perkembangan AI akan terus meningkatkan kemampuan serangan siber. Karena itu, organisasi perlu menguji pertahanan secara berkala dan memastikan keamanan tidak hanya bergantung pada satu lapisan perlindungan.

SHARE:

Gunakan Chip 2nm TSMC, Dimensity 9600 Pro Siap Tantang Qualcomm

AI Makin Canggih, Pelaku Serangan Siber Makin Mudah Cari Celah