Technologue.id, Jakarta – MediaTek kembali menunjukkan kiprahnya di pasar prosesor ponsel pintar dengan memperkenalkan Dimensity 9600 Pro. Cip kelas flagship ini menjadi prosesor ponsel pintar pertama yang diproduksi menggunakan proses fabrikasi N2P 2 nanometer dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).
Penggunaan teknologi tersebut menempatkan MediaTek di depan Qualcomm dalam adopsi proses 2nm TSMC untuk prosesor ponsel pintar. Qualcomm sendiri diperkirakan baru akan mengadopsi teknologi serupa pada Snapdragon 8 Elite Gen 6 yang dijadwalkan meluncur pekan depan.
MediaTek membekali Dimensity 9600 Pro dengan desain CPU “All Big Core” berkonfigurasi 2+3+3. Perusahaan mengklaim rancangan ini mampu meningkatkan performa sekaligus mengurangi konsumsi daya saat menjalankan beban kerja multi-inti.
Dibandingkan generasi sebelumnya, Dimensity 9600 Pro menawarkan peningkatan kecepatan inti tunggal sebesar 17 persen dan performa multi-inti sebesar 15 persen. Konsumsi daya multi-inti juga diklaim turun hingga 61 persen.
Peningkatan tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas komputasi berat, mulai dari multitasking hingga pemrosesan aplikasi yang membutuhkan performa tinggi.
Selain peningkatan CPU, MediaTek menghadirkan arsitektur NPU ganda yang memadukan komputasi GPU dan kecerdasan buatan. Cip ini juga dilengkapi Agentic AI Engine untuk mendukung kemampuan AI langsung di perangkat atau on-device AI.
Teknologi tersebut memungkinkan pemrosesan sejumlah tugas AI dilakukan secara lokal, sehingga tidak selalu bergantung pada layanan cloud.
Untuk gaming, MediaTek menjanjikan peningkatan performa puncak hingga 27 persen. Kemampuan ray tracing juga diklaim 18 persen lebih cepat, dengan konsumsi daya 24 persen lebih rendah pada kecepatan puncak.
Dimensity 9600 Pro turut mendukung perekaman video hingga resolusi 4K pada 120 frame per detik (fps), yang ditujukan untuk perangkat dengan kemampuan kamera dan perekaman video tingkat lanjut.