Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Citi Luncurkan Studi Pembiayaan Rantai Pasok Global di Era AI
SHARE:

Technologue.id – Citi secara resmi meluncurkan laporan Global Perspectives & Solutions (Citi GPS) edisi terbaru bertajuk “Pembiayaan Rantai Pasok: Perdagangan Global yang Tangguh di Era AI”. Laporan ini menyoroti transformasi fundamental perdagangan global akibat volatilitas tarif, adopsi kecerdasan buatan, serta pergeseran menuju rantai pasok regional.

Temuan utama menunjukkan ketahanan luar biasa dunia bisnis dalam beradaptasi terhadap perubahan kebijakan strategis yang dinamis. Perusahaan kini fokus pada diversifikasi dan optimasi modal kerja guna menghadapi tantangan geopolitik yang semakin kompleks di pasar internasional.

Adoniro Cestari, Global Head of Trade and Working Capital Citi, menyatakan bahwa teknologi sedang merekayasa ulang cara operasional pembiayaan perdagangan. Pemrosesan dokumen cerdas berbasis AI diklaim mampu meningkatkan akurasi dan mempercepat proses administrasi menjadi hitungan menit saja.

“Melalui uji coba pembayaran perdagangan bersyarat berbasis blockchain, kami melihat potensi evolusi dari jaminan standar berbasis kertas menuju eksekusi digital,” ujar Adoniro Cestari. Inovasi ini memungkinkan otomasi penyelesaian pembayaran yang berlangsung hampir 24 jam selama tujuh hari penuh secara efisien.

Laporan ini didasarkan pada data Indeks Tekanan Rantai Pasok Global (GSCPI) serta arus pembayaran Citi yang mencapai US$ 5 triliun per hari. Meski tarif Amerika Serikat melonjak hingga 16,8 persen, tekanan rantai pasok global dilaporkan tetap rendah mendekati level pra-pandemi.

Perusahaan multinasional berhasil menavigasi guncangan tarif melalui manajemen inventaris strategis dan inisiatif nearshoring yang dipercepat secara global. Langkah ini sejalan dengan strategi ekspansi raksasa teknologi yang mulai melirik kawasan Asia Selatan sebagai pusat produksi baru.

Analisis barang dagang menunjukkan bahwa Asia Selatan dan ASEAN menjadi pemenang utama dengan kenaikan pengiriman sebesar 44 persen dari Asia Timur. Sementara itu, ekspor Amerika Latin ke wilayah Asia Selatan dan ASEAN melonjak drastis hingga 82 persen tahun ini.

Amerika Serikat juga terus mendiversifikasi basis impornya dengan meningkatkan pengiriman dari Asia Selatan dan ASEAN sebesar 50 persen. Langkah diversifikasi ini turut berdampak pada pemberdayaan UKM di berbagai negara berkembang agar bisa masuk ke rantai pasok global.

Fenomena kecerdasan buatan turut mendorong siklus super belanja modal (capex) pada sektor pusat data atau data center secara global. Citi Research memproyeksikan total belanja modal terkait AI akan menyentuh angka fantastis sebesar US$ 7,75 triliun pada tahun 2030 mendatang.

Peran pembiayaan rantai pasok menjadi sangat krusial dalam mendukung ekosistem pusat data yang padat modal dan memiliki struktur pengembangan kompleks. Adopsi AI dalam sektor ini meningkat pesat, di mana 36 persen perusahaan besar kini telah mengimplementasikan alat kecerdasan buatan.

Integrasi teknologi ini membantu perusahaan meningkatkan likuiditas melalui program piutang terstruktur dan diskon dinamis yang lebih efisien bagi operasional. Optimalisasi modal kerja menjadi prioritas utama bagi jajaran eksekutif karena biaya input yang terus meningkat menjadi kekhawatiran utama perusahaan.

Saat ini, rata-rata 6,3 persen dari modal kerja perusahaan terikat hanya untuk mendanai biaya tarif perdagangan internasional yang fluktuatif. Untuk melepaskan likuiditas yang terperangkap, banyak pihak mulai beralih ke solusi digital seperti yang ada dalam ekosistem e-procurement modern.

Survei terhadap 710 perusahaan besar mengungkapkan bahwa 65 persen responden secara aktif melakukan diversifikasi rantai pasok dari satu negara ke negara lain. Vietnam, Thailand, India, dan Meksiko muncul sebagai destinasi utama pilihan perusahaan global untuk memperkuat ketahanan operasional jangka panjang mereka.

SHARE:

BYD Rilis Blade Battery Generasi Kedua, Isi Daya 70 Persen Cuma 5 Menit

Pabrik BYD Subang Masuk Tahap Akhir, Siap Produksi Mobil Listrik Lokal