Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Pria di Singapura Ditangkap Usai Bocorkan Film “Avatar Aang: The Last Airbender”
SHARE:

Technologue.id, Jakarta -  Ketidakpuasan publik terhadap Paramount kembali mencuat, kali ini dipicu oleh insiden kebocoran film yang melibatkan salah satu waralaba populernya. Seorang pria berusia 26 tahun di Singapura dilaporkan telah ditangkap karena diduga membocorkan film terbaru dari franchise Avatar: The Last Airbender, yang kini berjudul Avatar Aang: The Last Airbender.

Menurut laporan The Straits Times yang dikutip oleh Gizmodo, pria tersebut memperoleh akses ilegal ke server dan mengunduh film yang awalnya berjudul The Legend of Aang: The Last Airbender. Ia kemudian menyebarkan sebagian cuplikan film tersebut secara online, yang dengan cepat viral di berbagai platform.

Film ini sendiri sempat mengalami beberapa perubahan rencana distribusi. Awalnya dijadwalkan tayang di bioskop, proyek tersebut akhirnya dialihkan ke layanan streaming Paramount+ setelah dua kali penundaan. Keputusan ini memicu kekecewaan di kalangan penggemar yang berharap film tersebut mendapat rilis layar lebar. Minimnya kampanye marketing dari pihak studio juga dinilai memperburuk situasi.

Pasca kebocoran, Paramount bahkan mengubah judul film menjadi Avatar Aang: The Last Airbender, diduga sebagai upaya mengurangi visibilitas konten bocoran di mesin pencari. Meski demikian, kerusakan sudah terlanjur terjadi. Cuplikan yang diunggah pertama kali menyebar luas, dan pada 13 April, versi penuh film tersebut dilaporkan telah beredar di internet.

Pihak kepolisian Singapura menyatakan bahwa tersangka kini sedang diselidiki atas dugaan akses ilegal terhadap sistem komputer. Jika terbukti bersalah, ia dapat menghadapi hukuman maksimal tujuh tahun penjara, denda hingga US$50.000, atau keduanya.

Sementara itu, wawancara yang dilakukan The Hollywood Reporter dengan pemilik akun X @ImStillDissin mengungkap sikap yang cenderung meremehkan tindakan tersebut. Ia mengaku tidak menganggap perbuatannya sebagai masalah besar karena film tersebut hanya dirilis melalui platform streaming. “Saya melihat itu hanya masalah Paramount+, jadi saya memutuskan untuk sedikit mengolok-olok,” ujarnya.

Meski akun tersebut belum dikonfirmasi sebagai milik tersangka, pernyataan tersebut menyoroti persepsi yang berkembang di kalangan tertentu mengenai distribusi digital dan pembajakan konten.

SHARE:

WhatsApp Uji Fitur Bubble Notifikasi di Android

Huawei AI Glasses Resmi Meluncur, Kacamata Pintar Ringan dan Canggih