Jakarta — Banyak rumah memiliki sudut atau ruangan yang sulit dijangkau sinyal Wi-Fi, sering disebut dead zone. Alih-alih membeli perangkat baru, solusi praktis bisa datang dari HP Android lama yang mungkin sudah lama tersimpan di laci.
Sebagian besar rumah tangga setidaknya memiliki satu ponsel Android usang yang terlupakan. Perangkat tersebut mungkin terlalu ketinggalan zaman untuk dipakai sehari-hari, tetapi masih terlalu berfungsi untuk dibuang begitu saja.
Sebelum menyerahkannya untuk didaur ulang, ada baiknya mempertimbangkan fungsi lain yang bisa dijalankan ponsel tersebut. Dengan pengaturan bawaan dan stopkontak, ponsel itu bisa diubah menjadi penguat sinyal Wi-Fi untuk menjangkau area yang sinyalnya lemah.
Tidak perlu aplikasi khusus, perangkat keras tambahan, atau keahlian teknis yang rumit. Fitur hotspot bawaan Android memungkinkan ponsel terhubung ke jaringan Wi-Fi yang ada dan menyiarkan ulang sinyal tersebut sebagai jaringan terpisah.
Dengan cara ini, cakupan jaringan di rumah bisa diperluas tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun. Prosesnya sederhana dan hanya memakan waktu beberapa menit saja.
Apa yang Dilakukan Wi-Fi Extender Android?
Area dengan sinyal internet lemah memang bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Ada beberapa cara untuk mengatasinya, termasuk mengatur posisi antena router dengan tepat, tetapi masalah ini tetap merepotkan sampai ditemukan solusinya.
Pilihan membeli perangkat baru memang tersedia, namun harganya tidak murah. Sistem mesh atau router baru cukup mahal, sementara Wi-Fi extender komersial bisa menghabiskan sekitar 50 dolar AS atau sekitar Rp 800 ribu tergantung modelnya.
Dengan memanfaatkan ponsel Android lama, pengguna bisa menghemat uang tersebut. Ponsel dapat terhubung ke jaringan Wi-Fi rumah dan menyiarkan ulang sinyal sebagai hotspot terpisah untuk perangkat lain.
Laptop, tablet, hingga TV pintar bisa terhubung ke sinyal Wi-Fi dari ponsel tersebut. Sistem ini bekerja seperti relay sinyal, di mana ponsel menerima Wi-Fi dari router dan meneruskannya ke perangkat lain yang membutuhkan.
Perlu dipahami bahwa metode ini bukanlah sistem mesh dan tidak akan berfungsi sebaik itu. Namun, ini adalah solusi gratis dan mudah untuk area dengan cakupan sinyal lemah.
Cara Mengatur HP Android sebagai Wi-Fi ExtenderProses pengaturan seluruh operasi ini cukup mudah dan hanya memakan waktu beberapa menit. Titik awalnya dimulai setelah pengguna menemukan ponsel Android lama, mengisi dayanya, dan menjalankan pembaruan terbaru.
Pertama, buka menu Settings, lalu masuk ke Network & Internet dan pilih Internet. Pilih jaringan Wi-Fi rumah dan masukkan kata sandi saat diminta.
Selanjutnya, buka Settings lalu pilih Hotspot and Tethering dan aktifkan Wi-Fi Hotspot. Ikon Hotspot juga bisa ditemukan di menu tarik-turun untuk akses lebih cepat.
Ketuk hotspot Wi-Fi untuk mengganti nama jaringan dan mengatur kata sandi yang kuat. Jika ponsel mendukung, pengguna bisa memilih frekuensi 5GHz untuk performa lebih baik pada perangkat di dekatnya.
Penempatan dan Kekurangan Metode Ini
Tempatkan ponsel sekitar setengah jarak antara router dan area yang sinyalnya lemah. Pastikan ponsel berada di dekat stopkontak agar mudah diisi daya secara berkala.
Baterai ponsel lama biasanya sudah tidak prima, dan menjalankan hotspot terus-menerus akan menguras daya dengan cepat. Kekurangan metode ini adalah ponsel hanya memperluas Wi-Fi yang ada, bukan meningkatkan kecepatan internet.
Jika koneksi internet memang lambat, hotspot tidak akan memperbaikinya. Perlu diingat juga bahwa Wi-Fi extender komersial atau node mesh akan mengungguli solusi berbasis Android ini dalam hal performa.
Tidak ada integrasi rumah pintar yang tersedia dengan metode ini. Extender khusus sering mendukung ekosistem rumah pintar dan roaming mulus, sementara hotspot Android menciptakan jaringan terpisah.
Beberapa perangkat rumah pintar mungkin tidak terhubung dengan andal ke jaringan tersebut. Pengguna juga harus mengganti jaringan secara manual saat berpindah ruangan di dalam rumah.
HP Android vs Alternatif KomersialJawaban atas pertanyaan ini hanya bisa diberikan oleh pengguna sendiri, tergantung kebutuhan dan anggaran. Extender dari ponsel Android tidak memakan biaya dan ideal sebagai solusi sementara atau pelengkap untuk satu area bermasalah.
Namun, Wi-Fi extender komersial, node mesh, atau router baru menawarkan jangkauan dan performa yang jauh lebih baik. Pilih opsi ponsel Android jika membutuhkan perbaikan cepat dan sudah memiliki perangkat yang tidak terpakai.
Alternatif lain yang bisa dicoba adalah USB tethering untuk koneksi yang lebih stabil. Solusi ini menjadikan ponsel lama sebagai Wi-Fi extender yang cukup mumpuni untuk situasi yang tepat.
Proses pengaturannya hanya butuh beberapa menit, biayanya nol rupiah, dan perangkat terhindar dari tempat daur ulang. Yang perlu dipahami, ini adalah solusi praktis, bukan pengganti permanen untuk jaringan rumah.