Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
BYD Patenkan Struktur Katoda Baterai Solid-State Terbaru
SHARE:

Jakarta, Technologue.id – BYD kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan baterai kendaraan listrik. Produsen otomotif asal China itu baru saja mengajukan paten untuk struktur katoda komposit yang terkait dengan teknologi baterai solid-state.

Paten tersebut dipublikasikan oleh Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional China (CNIPA) pada 28 Juli 2026. Informasi ini pertama kali diungkap oleh media lokal Sina, yang melaporkan detail teknis dari temuan BYD tersebut.

Paten dengan nomor CN202510126712.6 ini menggambarkan desain material yang menggabungkan komponen elektrolit halida dan sulfida. Namun, dokumen tersebut belum mengonfirmasi rencana produksi, aplikasi kendaraan, atau ketersediaan komersial dari teknologi ini.

Menurut pengajuan CNIPA, paten BYD mencakup material katoda komposit dan metode persiapan untuk aplikasi baterai solid-state. Desain ini menggunakan dua sistem partikel elektrolit: elektrolit halida berpartikel lebih kecil dan elektrolit sulfida berpartikel lebih besar.

Kedua material tersebut kemudian dikombinasikan dengan material aktif katoda untuk membentuk struktur elektroda komposit. Pendekatan ini dirancang untuk mengatasi salah satu tantangan teknik utama dalam baterai solid-state.

Tantangan tersebut adalah menjaga kontak stabil antara material padat selama proses pengisian dan pengisian ulang yang berulang. Kepala Ilmuwan BYD, Lian Yubo, sebelumnya menyatakan bahwa stabilitas antarmuka solid-solid merupakan salah satu hambatan teknis utama.

Ia menggambarkan teknologi baterai solid-state saat ini masih dalam “tahap penaklukan” atau tackling stage. Publikasi paten terbaru ini memberikan detail tentang desain material BYD, namun belum menyertakan data validasi produksi.

Paten ini juga belum mengonfirmasi pengujian teknologi tersebut pada kendaraan. Pengajuan terbaru ini menambah daftar panjang pengungkapan BYD terkait penelitian baterai solid-state.

Pada Mei 2026, BYD mengajukan paten lain yang mencakup membran elektrolit padat komposit. Teknologi itu menggunakan partikel elektrolit padat anorganik yang dikombinasikan dengan jaringan serat elektrolit polimer.

BYD juga telah mengungkapkan paten terkait katoda sebelumnya, termasuk CN113725405A yang melibatkan struktur komposit katoda. Ada pula paten CN121237834A yang mencakup desain lapisan ganda pelapis katoda.

CTO Baterai Lithium BYD, Sun Huajun, sebelumnya menyatakan bahwa proporsi material aktif katoda dalam arsitektur baterai solid-state BYD telah melampaui 85%. Namun, perusahaan belum merilis kondisi pengujian terperinci atau angka kinerja yang terkait dengan pernyataan tersebut.

Publikasi paten dapat memberikan wawasan tentang arah penelitian yang diungkapkan perusahaan. Namun, paten tidak menunjukkan apakah suatu teknologi telah mencapai kesiapan produksi kendaraan.

Industri baterai secara luas semakin fokus pada teknologi solid-state. Namun, para produsen juga menyoroti kesulitan untuk beralih dari penelitian laboratorium ke produksi skala besar.

Ketua CATL, Robin Zeng, juga menyatakan bahwa adopsi skala besar baterai solid-state masih membutuhkan waktu bertahun-tahun. Ia menyebut tantangan manufaktur dan teknis sebelum teknologi tersebut dapat mencapai volume kendaraan massal.

Penelitian yang dipimpin oleh Wu Fan di Institut Fisika, Akademi Ilmu Pengetahuan China, menemukan bahwa partikel elektrolit sulfida yang lebih kecil meningkatkan retensi kapasitas hampir 18 poin persentase. Temuan ini memberikan konteks industri, namun bukan pengukuran dari program baterai BYD.

Paten terbaru BYD ini mengungkapkan desain material lain dalam penelitian baterai solid-state. Apakah struktur katoda dual-elektrolit ini akan digunakan dalam sel produksi atau kendaraan masih belum diungkapkan.

Perkembangan ini juga relevan dengan upaya berbagai pihak dalam memperkuat adopsi kendaraan listrik. Beberapa pihak terus mendorong Ekosistem Kendaraan Listrik di berbagai negara.

Sementara itu, persaingan di industri baterai solid-state semakin ketat. Produsen lain seperti Nissan juga aktif mengembangkan teknologi serupa untuk mobil listrik masa depan.

SHARE:

Komdigi Siapkan Bilik Khusus Registrasi SIM Biometrik untuk Pengguna Berhijab

Telkom Gelar Forum Nasional Bahas Keamanan Digital Era Kuantum