Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Komdigi Siapkan Bilik Khusus Registrasi SIM Biometrik untuk Pengguna Berhijab
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Dalam rangka memperkuat implementasi registrasi kartu SIM berbasis biometrik, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama operator seluler menyediakan bilik registrasi khusus di gerai-gerai operator di seluruh Indonesia, terutama untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan perempuan yang berhijab.

Bilik khusus tersebut dirancang sebagai ruang privat bagi pelanggan yang perlu melakukan perekaman atau verifikasi biometrik melalui pengenalan wajah. Dengan adanya fasilitas ini, pengguna dapat menjalani proses registrasi secara lebih nyaman.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif operator seluler yang telah menyediakan fasilitas tersebut. Pernyataan itu disampaikan saat evaluasi penerapan regulasi registrasi kartu SIM berbasis biometrik bersama operator seluler dalam acara Komitmen Bersama Implementasi Registrasi Pelanggan Berbasis Data Biometrik di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta Pusat.

"Saya senang sekali tadi disampaikan di beberapa gerai teman-teman operator ada bilik khusus untuk mereka yang menggunakan hijab atau jilbab," ujar Meutya, sebagaimana dikutip dari situs Komdigi, Kamis (30/7/2026).

Ia berharap fasilitas serupa dapat diperbanyak di seluruh gerai operator sehingga masyarakat yang membutuhkan privasi saat proses perekaman biometrik dapat memperoleh layanan yang lebih nyaman.

"Jadi ini inklusif bagi semua. Perempuan mungkin ada yang tidak nyaman melakukan di depan umum sehingga bisa masuk ke bilik-bilik tersebut supaya lebih privat untuk melakukan biometrik," katanya.

Tak hanya bagi pengguna berhijab, Meutya juga meminta operator seluler menghadirkan layanan yang ramah bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, proses registrasi biometrik harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

"Tentu inklusivitas ini juga kita harapkan terhadap kelompok lainnya, termasuk disabilitas. Kemudian kita juga meminta operator untuk memastikan bahwa tidak ada lagi jalur registrasi pelanggan baru yang mengabaikan verifikasi biometrik," tegasnya.

Sebagai pelaksana program, Direktorat Jenderal Ekosistem Digital (DJED) Komdigi terus mengawasi implementasi registrasi biometrik di seluruh Indonesia. Salah satu fokusnya adalah memastikan setiap operator menyediakan bilik registrasi khusus guna menjaga kenyamanan pelanggan selama proses pengambilan data biometrik.

Dengan memanfaatkan bilik tersebut, wajah pelanggan tetap terlindungi dari pandangan umum selama proses verifikasi berlangsung. Pelanggan perempuan yang mengenakan jilbab dapat membuka penutup wajah sementara dengan lebih nyaman di ruang tertutup, didampingi petugas yang menjalankan prosedur sesuai standar serta menjaga kerahasiaan data pribadi.

Registrasi kartu SIM berbasis biometrik sendiri resmi diwajibkan sejak 1 Juli 2026 berdasarkan Peraturan Menteri Komdigi Nomor 7 Tahun 2026, setelah melalui tahap uji coba sejak Januari 2026.

Menurut Meutya, kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk memutus rantai kejahatan digital yang memanfaatkan identitas palsu maupun nomor seluler anonim.

"Kebijakan registrasi biometrik ini solusi di tingkat hulu, yaitu upstream solution untuk memutus akar masalah kejahatan berbasis digital dengan berusaha menutup celah anonimitas," jelasnya.

Ia menambahkan, penerapan teknologi biometrik diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih aman sekaligus tetap mudah diakses oleh masyarakat.

"Jadi tolong betul-betul dalam sistemnya, teknologi yang digunakan memang mempermudah dan inklusif," pesannya.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), hingga pertengahan Juli 2026 lebih dari 10,03 juta pelanggan telah menjalani verifikasi biometrik sejak aturan diberlakukan. Pemerintah bersama operator menargetkan mekanisme perlindungan tersebut dapat diterapkan kepada seluruh 291,16 juta pelanggan seluler aktif di Indonesia.

SHARE:

YouTube Premium Bakal Sertakan Peacock Premium Tanpa Biaya Tambahan

Omoda O4 Resmi Meluncur, SUV Listrik AI Pertama di Indonesia