Genzone.id - Sejumlah besar pertunjukan Broadway di New York City terpaksa dibatalkan pada Minggu malam, 22 Februari. Pembatalan ini menyusul peringatan badai salju besar yang dikeluarkan oleh National Weather Service. Kota ini diperkirakan akan mengalami akumulasi salju antara 16 hingga 24 inci.
Keputusan pembatalan diumumkan oleh The Broadway League, asosiasi perdagangan produser dan pemilik teater. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing produksi. Hampir semua pertunjukan yang dijadwalkan pada malam hari dibatalkan.
Produksi dengan matinee yang dimulai pukul 3 sore waktu setempat atau lebih awal masih berjalan sesuai jadwal. Beberapa pertunjukan terkenal yang terkena dampak termasuk Oh, Mary!, Stranger Things: The First Shadow, dan Wicked. Musikal populer & Juliet dan The Book of Mormon juga dibatalkan.
Pembatalan luas seperti ini tergolong langka di industri Broadway. Alasannya, setiap pertunjukan yang batal bisa menyebabkan kerugian ratusan ribu dolar. Langkah ini diambil demi keselamatan para pemain, kru, dan penonton.
Gubernur New York Kathy Hochul telah mendeklarasikan keadaan darurat di New York City dan wilayah sekitarnya. Peringatan Badai Salju berlaku mulai pukul 1 siang hari Minggu hingga pukul 6 sore hari Senin. Kota diperkirakan mengalami intensitas salju hingga dua inci per jam.
Kondisi cuaca ekstrem ini juga disertai angin kencang dan whiteout. Beberapa kabupaten di sekitar kota telah mengeluarkan larangan bepergian untuk malam hari. Pemerintah Kota New York juga memberlakukan larangan bagi kendaraan non-esensial setelah pukul 9 malam.
Larangan transportasi ini secara signifikan akan mempengaruhi kehadiran penonton Broadway. Keputusan pembatalan mencerminkan pembelajaran dari insiden sebulan sebelumnya. Saat itu, kota juga dalam keadaan darurat akibat salju, namun tidak ada pembatalan industri secara luas.
Insiden sebelumnya menuai protes dari para pemain dan kru. Mereka terpaksa berangkat kerja di tengah badai salju yang berbahaya. Situasi itu memicu kritik terhadap manajemen keselamatan di industri hiburan live.
Produser Operation Mincemeat awalnya berencana melanjutkan pertunjukan pukul 7:30 malam. Namun, mereka akhirnya membatalkannya pada tengah hari Minggu. Pertunjukan malam itu seharusnya menjadi penampilan terakhir bagi lima anggota pemeran asli.
Sebagai gantinya, para pemain memilih untuk menyelenggarakan konser livestream. Acara tersebut menampilkan semua nomor musik dari pertunjukan tersebut. Konser daring itu dimulai pukul 5:30 sore waktu setempat.
Di sisi lain, beberapa produksi berusaha memanfaatkan situasi cuaca buruk ini. Misalnya, pertunjukan Bug yang dibintangi Carrie Coon menawarkan tiket sisa. Mereka menjual tiket dengan harga $45 untuk semua kursi yang tersisa di pertunjukan matinee pukul 2 siang.
Langkah ini bertujuan untuk menarik penonton yang masih bisa dan berani datang. Strategi diskon tiket mendadak sering digunakan untuk mengisi kursi kosong. Terutama saat kondisi cuaca mengurangi minat masyarakat untuk keluar rumah.
Pembatalan massal Broadway menyoroti kerentanan industri hiburan langsung terhadap cuaca. Meski menyebabkan kerugian finansial besar, keselamatan manusia menjadi prioritas utama. Keputusan ini mendapat apresiasi dari banyak kalangan di dalam industri.
Badai salju ini merupakan yang terbesar yang melanda New York dalam beberapa tahun terakhir. Dampaknya meluas ke berbagai sektor, termasuk transportasi dan perdagangan. Broadway, sebagai ikon budaya kota, turut merasakan guncangan tersebut.
Pemulihan jadwal pertunjukan akan bergantung pada perkembangan kondisi cuaca. Para produser dan manajer teater akan terus memantau situasi. Penonton yang sudah membeli tiket diharapkan menghubungi titik penjualan untuk informasi refund atau penjadwalan ulang.