Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
BCA Bantah Kebocoran Data Nasabah, Pastikan Sistem Tetap Aman
SHARE:

Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara resmi membantah isu kebocoran data nasabah yang beredar di media sosial. Pihak perusahaan memastikan bahwa sistem keamanan mereka tetap berjalan optimal dan data nasabah dalam kondisi aman.

Bantahan ini disampaikan setelah muncul unggahan dari akun pemantau ancaman siber yang menyebut adanya dugaan penjualan dataset di forum dark web. Unggahan tersebut mengklaim terdapat jutaan data terkait layanan BCA Mobile yang diperjualbelikan secara ilegal.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi menyeluruh. “Informasi tersebut tidak benar. Kami telah melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan tidak ada kebocoran data dari sistem BCA,” tegas Hera dalam pernyataan resminya.

BCA juga menegaskan bahwa standar keamanan berlapis terus diterapkan untuk melindungi data dan transaksi digital nasabah. Sistem keamanan perusahaan tetap berjalan optimal meskipun ada isu yang beredar di masyarakat.

Perusahaan mengingatkan nasabah untuk tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan digital. Nasabah diminta untuk tidak pernah membagikan informasi rahasia perbankan seperti BCA ID, password, kode OTP, maupun PIN kepada siapa pun.

Selain itu, nasabah disarankan untuk rutin mengganti PIN dan password guna meningkatkan keamanan akun perbankan digital. Langkah ini penting untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan data di kemudian hari.

Nasabah yang menemukan aktivitas mencurigakan dapat segera melapor melalui kanal resmi BCA. Beberapa saluran yang tersedia antara lain Halo BCA melalui call center 1500888, aplikasi haloBCA, WhatsApp Bank BCA, akun X @HaloBCA, webchat resmi, maupun email Halo BCA.

BCA juga mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. Perusahaan menegaskan bahwa informasi resmi hanya dikeluarkan melalui kanal komunikasi resmi BCA.

Sebelumnya, isu dugaan kebocoran data BCA Mobile sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Akun pemantau ancaman siber mengklaim menemukan dataset bertajuk “BCA Mobile Bank Access & Database” yang dijual di forum underground.

Meskipun demikian, hasil investigasi BCA menunjukkan tidak ada celah keamanan yang berhasil ditembus. Sistem perlindungan data nasabah tetap berfungsi sesuai standar yang ditetapkan oleh regulator perbankan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai keamanan perbankan digital, nasabah dapat membaca artikel tentang marak kasus pembobolan rekening dan tips menjaga data pribadi. BCA berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem keamanan demi kenyamanan nasabah.

Perusahaan juga mengingatkan bahwa modus penipuan digital semakin canggih dan beragam. Nasabah harus selalu waspada terhadap tautan mencurigakan atau permintaan data pribadi yang tidak wajar.

BCA secara berkala melakukan audit keamanan dan pembaruan sistem untuk mengantisipasi ancaman siber terbaru. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam melindungi kepentingan nasabah.

Dengan adanya klarifikasi resmi ini, BCA berharap nasabah tidak perlu khawatir dan tetap percaya pada sistem perbankan yang ada. Perusahaan akan terus memberikan layanan terbaik dengan mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan.

Nasabah juga disarankan untuk selalu mengupdate aplikasi mobile banking ke versi terbaru. Pembaruan ini biasanya mencakup perbaikan keamanan dan fitur perlindungan data yang lebih baik.

Untuk tips tambahan, nasabah dapat mempelajari cara mengamankan kartu ATM dari skimming dan ancaman siber lainnya. Kesadaran dan kewaspadaan nasabah menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan data perbankan.

BCA juga mengingatkan bahwa ancaman siber seperti malware pencuri password terus berkembang. Oleh karena itu, nasabah harus selalu menerapkan praktik keamanan digital yang baik dalam setiap transaksi perbankan.

SHARE:

DIGITIMES Blokir IP dari Indonesia karena Traffic Mencurigakan

OpenAI Siap Melantai di Bursa Mulai September