Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
OpenAI Siap Melantai di Bursa Mulai September
SHARE:

Technologue.idJakarta -  OpenAI dilaporkan tengah mempersiapkan langkah besar menuju pasar saham melalui penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). Menurut laporan The New York Times, perusahaan pengembang ChatGPT tersebut dapat mengajukan dokumen IPO dalam waktu dekat, dengan kemungkinan melantai di bursa paling cepat pada September mendatang.

Laporan tersebut menyebut informasi berasal dari dua sumber internal perusahaan yang mengetahui rencana tersebut. OpenAI disebut telah melakukan pembicaraan awal dengan Goldman Sachs dan Morgan Stanley guna mempersiapkan proses pengajuan IPO. Selain itu, perusahaan juga terus memantau kondisi pasar saham untuk menentukan waktu yang dianggap paling ideal.

Menanggapi rumor tersebut, OpenAI tidak memberikan konfirmasi secara langsung. Dalam pernyataannya, juru bicara perusahaan mengatakan bahwa OpenAI “secara rutin mengevaluasi berbagai opsi strategis sebagai bagian dari tata kelola normal perusahaan,” sembari menegaskan bahwa fokus utama mereka saat ini tetap pada eksekusi bisnis.

OpenAI saat ini merupakan salah satu perusahaan AI terbesar di dunia dengan valuasi mencapai sekitar US$730 miliar berdasarkan putaran pendanaan terbaru. Jika IPO benar-benar terjadi, OpenAI akan bergabung dengan deretan perusahaan teknologi AI yang mulai melirik pasar publik. Beberapa rivalnya seperti SpaceX dan Anthropic juga dikabarkan tengah menyiapkan langkah serupa untuk go public.

Kabar ini muncul tak lama setelah OpenAI berhasil melewati salah satu hambatan hukum terbesar dalam perjalanannya menuju IPO. Gugatan yang diajukan oleh Elon Musk terhadap perusahaan tersebut baru saja ditolak oleh hakim federal dan juri di Amerika Serikat. Gugatan itu sebelumnya dinilai berpotensi mengganggu struktur bisnis OpenAI.

Meski memiliki pertumbuhan yang sangat cepat, kondisi finansial OpenAI masih menjadi sorotan. Perusahaan diketahui masih membakar dana dalam jumlah besar untuk pengembangan teknologi dan infrastruktur AI. Pada 2024, OpenAI dilaporkan mencatat kerugian sebesar US$5 miliar dengan pendapatan sekitar US$3,7 miliar.

Di sisi lain, CEO OpenAI Sam Altman disebut berkomitmen menggelontorkan hingga US$600 miliar sampai tahun 2030 untuk membangun infrastruktur komputasi AI. Besarnya investasi tersebut membuat sejumlah analis memperkirakan OpenAI masih akan merugi hingga sekitar US$44 miliar pada 2028.

Namun, para pendukung perusahaan optimistis bahwa OpenAI dapat mulai mencetak keuntungan pada 2029 atau 2030. Jika prediksi tersebut benar, maka perjalanan menuju profitabilitas akan menjadi salah satu yang terpanjang bagi startup teknologi berskala besar.

SHARE:

Meta PHK 8.000 Karyawan dan Alihkan Ribuan Pegawai ke Divisi AI

Volvo EX90 Resmi Meluncur di Indonesia, SUV Listrik Premium