Transparansi dan pengawasan tetap penting
Temuan TeamViewer di Singapura menunjukkan 75% responden lebih mungkin memercayai AI jika sistem menjelaskan tindakan dan alasannya. Temuan ini mencakup responden Singapura secara umum, bukan khusus pekerja manufaktur.
Sebanyak 42% responden di Singapura menginginkan batasan terhadap akses AI sebelum sistem diizinkan bertindak secara mandiri. Hasil tersebut menunjukkan pentingnya transparansi dan kontrol akses saat organisasi mempertimbangkan pemakaian AI di tempat kerja.
Dalam keseharian, responden manufaktur memberikan instruksi atau prompt (perintah untuk AI) rata-rata 3,08 kali sehari. Jumlah itu sedikit di bawah rata-rata lintas sektor, 3,28 kali, dan sektor teknologi, 4,72 kali.
Dalam hal pengawasan, 23% responden manufaktur menginginkan manusia terlibat sebelum setiap tindakan AI, dibandingkan 31% di seluruh sektor. Namun, 46% menginginkan keterlibatan manusia ketika keamanan, data, atau operasional bisnis berpotensi terdampak.
Secara umum, responden lebih nyaman menggunakan AI untuk tugas pendukung yang terlihat, seperti memantau sistem dan menandai masalah. Mereka cenderung kurang nyaman ketika AI mengambil keputusan sendiri atau menangani data sensitif tanpa pengawasan.
Baca Juga:
Update Besar Dragon Ball Gekishin Squadra Mundur Sampai 2027, Begini Alasannya
Google Ancam Blokir Search Jika Sekolah Larang Penggunaan AI