Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
5 Risiko Keamanan Siber di Balik Username WhatsApp
SHARE:

Jakarta - Technologue.id baru-baru ini melaporkan berbagai risiko keamanan siber yang mengintai di era digital. Kini, WhatsApp menghadirkan fitur username yang memungkinkan pengguna berkomunikasi tanpa membagikan nomor telepon. Meskipun bertujuan meningkatkan privasi, fitur ini ternyata membawa sejumlah ancaman baru yang perlu diwaspadai.

Fitur username WhatsApp memungkinkan pengguna memilih nama pengguna unik, seperti @john_doe_99. Dengan ini, pengguna bisa memulai percakapan tanpa bergantung pada nomor SIM. Para ahli keamanan siber memperingatkan bahwa penghapusan nomor telepon justru memperkenalkan vektor serangan digital baru yang kompleks.

Menurut laporan dari My Malaysia Prop, setidaknya ada lima risiko utama yang perlu diketahui pengguna. Ancaman ini mencakup peniruan identitas hingga kampanye phishing berskala besar. Berikut adalah rincian risiko keamanan siber di balik username WhatsApp.

1. Peniruan Brand atau Individu

Tanpa nomor telepon, risiko penipuan identitas menjadi lebih tinggi. Penipu dapat mendaftarkan nama pengguna yang mirip dengan brand atau tokoh terkenal.

Mereka bisa mengganti huruf, misalnya angka 1 dengan huruf 'l', atau menambahkan underscore untuk mengelabui korban. Hal ini membuka celah bagi aksi penipuan yang lebih masif.

2. Kampanye Phishing dan Malware Skala Besar

Botnet otomatis dapat dengan mudah menebak dan menargetkan nama pengguna berbasis kamus. Berbeda dengan nomor telepon acak, username jauh lebih mudah diprediksi.

Penjahat siber dapat menyebarkan tautan phishing dan file APK berbahaya ke ribuan akun dalam hitungan detik. Risiko ini semakin relevan dengan maraknya serangan siber berkedok AI yang menargetkan UMKM.

Ilustrasi fitur baru WhatsApp Username.

3. Pencurian Nama Pengguna dan Pemerasan

Mirip dengan fenomena di Twitter dan Instagram, pelaku kejahatan akan mendaftarkan akun bernilai tinggi. Nama bisnis bermerek dagang dan akun selebriti menjadi sasaran utama.

Mereka kemudian meminta tebusan berupa pembayaran kripto. Akun tersebut juga bisa digunakan untuk menjalankan giveaway kripto palsu yang merugikan banyak orang.

4. Masuknya Bot dan Spam ke Grup

Karena username menurunkan hambatan untuk memulai kontak, risiko spam meningkat drastis. Nama pengguna publik yang diposting di forum akan menarik bot iklan berbahaya.

Pengguna juga berpotensi menerima undangan grup tidak sah dan penipuan keuangan. Kontrol privasi harus dikonfigurasi dengan ketat untuk menghindari masalah ini.

5. Jebakan Rasa Aman yang Palsu

Banyak pengguna menganggap username secara otomatis menjamin anonimitas penuh. Anggapan ini justru membuat mereka lengah terhadap ancaman lain.

Berbagi data keuangan sensitif, OTP, atau kredensial perusahaan tetap berbahaya. Baik berinteraksi dengan nomor telepon maupun username, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama mengingat celah keamanan iPhone lama yang rentan disusupi.

Dengan memahami risiko ini, pengguna WhatsApp dapat lebih bijak dalam memanfaatkan fitur username. Pastikan untuk selalu mengaktifkan pengaturan privasi dan waspada terhadap komunikasi mencurigakan.

SHARE:

Harga dan Keunggulan Solar B50 Resmi Didistribusikan

Menteri UMKM Ancam Cabut Izin Gojek dan Grab Jika Bandel Soal Komisi