Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Yua Fukuda Dideportasi dari Selandia Baru, Curhat soal Sel Tahanan
SHARE:

Jakarta, Technologue.id – Aktris film dewasa Jepang, Yua Fukuda, mengungkap pengalaman traumatis setelah ditolak masuk ke Selandia Baru. Perempuan berusia 21 tahun itu sempat menjalani interogasi selama enam jam sebelum dipindahkan ke sel tahanan polisi. Petugas imigrasi mencurigainya berencana melakukan prostitusi selama berada di negara tersebut.

Peristiwa itu terjadi ketika Yua Fukuda melakukan perjalanan solo ke Selandia Baru pada awal tahun ini. Padahal, ia hanya berniat menikmati pemandangan langit malam dan melihat bintang selama berlibur. Fukuda yang baru beralih dari profesi model gravure idol ke industri JAV tidak menyangka perjalanannya berakhir dengan deportasi.

Pengalaman tersebut kemudian ia ceritakan melalui akun X pada Juni lalu dan langsung menarik perhatian publik. Menurut laporan News Post Seven yang dikutip Tokyo Reporter, Fukuda tiba di bandara setelah menempuh perjalanan sekitar 20 jam. Ia mengenakan pakaian santai berupa kaus olahraga dan celana panjang ketika petugas imigrasi menghentikannya untuk pemeriksaan.

Pemeriksaan berlangsung selama enam jam. Petugas mencurigai kedatangannya berkaitan dengan aktivitas prostitusi sehingga ia akhirnya ditolak masuk ke Selandia Baru. Setelah pemeriksaan, Fukuda dibawa ke kantor polisi setempat untuk menunggu penerbangan kembali ke Jepang.

Pengalaman di kantor polisi menjadi bagian paling berat dari perjalanan tersebut. Dalam kondisi kelelahan, ia bahkan harus memohon kepada petugas agar diizinkan mengganti pakaian dalam. Petugas perempuan yang awalnya menolak akhirnya memberikan izin. Fukuda juga mendapat sebotol air mineral dan roti lapis yang sudah dingin sebagai makanan selama berada di sana.

Fukuda kemudian ditempatkan di sebuah sel berukuran sekitar enam meter persegi. Ruangan tersebut hanya dilengkapi toilet sederhana dan tempat tidur dengan kasur tipis. Ia mengaku tidak melihat tahanan lain, tetapi mendengar suara laki-laki berteriak meminta dibebaskan dari ruangan di sekitarnya.

Kondisi sel yang gelap, berbau menyengat, dan berisik membuatnya ketakutan hingga menangis. "Saya tidak didakwa melakukan tindak kejahatan. Mereka hanya menahan saya sampai penerbangan pulang bisa dipesan. Namun, saya terus bertanya-tanya mengapa harus dimasukkan ke dalam sel penjara seperti seorang penjahat," ungkap Fukuda.

Untuk menghabiskan waktu, ia mendapat izin membawa dua buku ke dalam sel, yakni novel The Little Prince dan buku pengembangan diri berjudul Erotic Capital. Meski demikian, pengalaman tersebut membuatnya tidak bisa tidur sepanjang malam. Fukuda dengan tegas membantah dugaan bahwa dirinya datang ke Selandia Baru untuk melakukan prostitusi.

Ia mengakui pekerjaannya di industri film dewasa Jepang memang berkaitan dengan aktivitas seksual. Namun, menurutnya, bekerja di industri JAV dan melakukan prostitusi di luar negeri merupakan dua hal yang berbeda, terutama dari sisi risiko keselamatan. "Saya tidak pernah terlibat prostitusi di luar negeri dan tidak akan pernah melakukannya. Dalam industri tempat saya bekerja, saya memang menjual jasa seksual. Namun, prostitusi di luar negeri sama saja dengan mempertaruhkan nyawa sendiri," tegasnya.

Ia menilai risiko penangkapan hingga kemungkinan menjadi korban pembunuhan terlalu besar. Fukuda tidak ingin mengambil risiko dalam aktivitas yang membuatnya kehilangan kendali atas keselamatan diri sendiri. Kisahnya kemudian menjadi perbincangan luas di media sosial.

Hiroyuki, pengusaha internet sekaligus pendiri platform 2channel, turut memberikan komentar. Ia menyebut penolakan masuk ke negara lain sebagai kenyataan yang harus dihadapi perempuan dengan profesi seperti Fukuda. Komentar tersebut turut memunculkan keraguan dari sebagian pengguna internet mengenai kejadian yang dialami sang aktris.

Fukuda pun membantah tuduhan bahwa dirinya sengaja membuat insiden tersebut demi mendapatkan popularitas. Ia menegaskan tidak mungkin sengaja menjalani pengalaman seberat itu hanya untuk menjadi viral. Meski begitu, Fukuda menganggap keraguan sejumlah pihak masih bisa dimaklumi.

Insiden tersebut juga menimbulkan kerugian finansial. Paspor Fukuda mendapat cap merah sebagai tanda penolakan masuk ke Selandia Baru. Ia kehilangan sekitar 150.000 yen atau setara Rp18 juta akibat tiket penerbangan pulang, belum termasuk biaya hotel dan pemesanan bus yang tidak dapat dikembalikan.

Dampaknya bukan hanya soal kerugian uang. Fukuda memiliki impian mengunjungi 30 negara, tetapi sejauh ini baru berhasil mendatangi tujuh negara. Catatan penolakan masuk tersebut berpotensi mempersulit rencana perjalanannya pada masa mendatang. Hal serupa juga kerap dialami sejumlah nama di industri hiburan Jepang, seperti dalam kisah Hono Watanabe yang sempat menjadi sorotan.

Jun Ueno, pengacara dari Idea Partners Law Office, menjelaskan bahwa riwayat penolakan imigrasi dapat menjadi hambatan ketika seseorang mengajukan visa untuk perjalanan berikutnya. Menurut Ueno, petugas imigrasi biasanya mempertimbangkan berbagai indikator perilaku dan profil perjalanan. Wisatawan yang tidak mampu menjelaskan rencana kunjungan secara konkret dapat dicurigai memiliki tujuan lain, seperti bekerja secara ilegal atau tinggal melebihi batas waktu izin.

Fukuda mengaku masih pesimistis untuk kembali melakukan perjalanan seorang diri ke luar negeri. Namun, ia berharap kejadian yang dialaminya bisa menjadi peringatan bagi wisatawan muda lainnya agar lebih memahami risiko pemeriksaan imigrasi sebelum bepergian ke negara asing. Kasus ini sekaligus menambah deretan cerita soal ketatnya seleksi masuk industri hiburan Jepang, seperti yang tergambar dalam 4 Aktris JAV berlatar pendidikan tinggi.

SHARE:

Logitech Road to MX Fest 2026 Dimulai dari Surabaya

Inklusi Keuangan 93,61 Persen, Literasi Proteksi Masih Jadi PR