Jakarta, Technologue.id – Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan di tingkat global. Melalui Women20 (W20) USA International Summit 2026 yang berlangsung pada 12–14 Oktober 2026 di Vermont, Amerika Serikat, Indonesia membawa pengalaman nyata dalam membantu perempuan memanfaatkan teknologi. Pengalaman itu mencakup peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, hingga perluasan peluang ekonomi.
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui program XLSMART Sisternet menjadi bagian dari delegasi Indonesia dalam forum tersebut. Perusahaan ini berbagi pengalaman bersama perwakilan dari 15 negara. XLSMART juga tercatat sebagai satu-satunya perusahaan telekomunikasi dalam delegasi W20 Indonesia 2026.
Dalam forum itu, XLSMART membawa perspektif mengenai pentingnya menghubungkan akses konektivitas dengan keterampilan digital dan pemberdayaan ekonomi. Tujuannya agar transformasi teknologi memberikan manfaat yang lebih inklusif. Perspektif ini menjadi kontribusi Indonesia di tengah pembahasan kebijakan global.
Keterlibatan tersebut melanjutkan perjalanan kontribusi perusahaan yang dimulai sejak Presidensi G20 Indonesia pada 2022. Saat itu, XLSMART Sisternet menjadi bagian dari kolaborasi resmi W20 melalui program W20 Sispreneur. Konsistensi ini menunjukkan Indonesia tidak hanya aktif dalam pembahasan kebijakan, tetapi juga memiliki pengalaman implementasi yang dapat menjadi referensi bagi negara lain.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam forum global perlu menghasilkan manfaat yang melampaui pertukaran gagasan. Menurutnya, kehadiran Indonesia di W20 adalah kesempatan membawa pengalaman nyata sekaligus mempelajari pendekatan dari berbagai negara.
“Bagi kami, kehadiran Indonesia di W20 bukan sekadar partisipasi dalam forum internasional, tetapi kesempatan untuk membawa pengalaman nyata Indonesia sekaligus mempelajari pendekatan dari berbagai negara. Harapannya, kolaborasi dan pembelajaran tersebut dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan Indonesia, terutama dalam meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, dan berpartisipasi dalam ekonomi digital. Melalui XLSMART Sisternet, kami ingin terus menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan manfaat tersebut,” ujar Merza.
W20 USA International Summit 2026 menjadi forum bagi negara peserta untuk membahas rekomendasi kebijakan pemberdayaan ekonomi perempuan. Pembahasan mencakup kewirausahaan, inklusi keuangan dan digital, serta perluasan kesempatan ekonomi. Pertemuan tersebut menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mencakup delapan pilar strategis, dengan perhatian pada penerapan nyata di berbagai negara.
Delegasi Indonesia yang dipimpin Dr. Hadriani Uli Tiur Ida Silalahi menekankan pentingnya menjembatani rekomendasi kebijakan global dengan kebutuhan perempuan di lapangan. Fokusnya mencakup pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perempuan di wilayah pedesaan, serta kelompok yang masih menghadapi keterbatasan akses ekonomi dan digital.
Salah satu gagasan yang turut didorong Indonesia adalah pengembangan W20 Expo. Ruang ini diharapkan memperkenalkan produk UMKM perempuan, memperluas jejaring usaha, dan membuka peluang kolaborasi dengan mitra internasional. Gagasan tersebut mencerminkan pentingnya menghubungkan pembahasan global dengan kesempatan ekonomi yang lebih konkret.
Bagi Indonesia, forum seperti W20 juga memberikan kesempatan mempelajari praktik pemberdayaan dari negara lain. Forum ini memperluas jejaring kolaborasi dan memperkuat pendekatan nasional dalam mendukung perempuan menghadapi perkembangan teknologi dan dunia usaha. Pembelajaran itu diharapkan diterjemahkan menjadi inisiatif yang relevan dengan kebutuhan perempuan Indonesia.
Dalam forum tersebut, XLSMART melalui perwakilannya, Adelia Theresa Panjaitan, GM Corporate CSR & Channel Strategy, turut berbagi pengalaman pengembangan XLSMART Sisternet. Program ini menjadi salah satu pendekatan Indonesia dalam menghubungkan literasi digital, peningkatan kapasitas, dan kesempatan ekonomi perempuan.
Baca Juga:
Pengalaman Indonesia yang dibawa ke forum W20 salah satunya tercermin melalui pengembangan XLSMART Sisternet, ekosistem pemberdayaan perempuan yang menghubungkan pembelajaran digital, penguatan kewirausahaan, dan pengembangan kepemimpinan. Melalui gerakan #1JutaSisterDigital dan berbagai inisiatif pemberdayaan, program ini telah menjangkau lebih dari 1,6 juta penerima manfaat. Jangkauan itu dihasilkan dari kombinasi kanal digital dan kegiatan langsung, termasuk aplikasi XLSMART Sisternet, pelatihan, kegiatan tatap muka, serta aktivitas pemberdayaan lainnya.
Pendekatan pemberdayaan tersebut telah berkembang sejak W20 Sispreneur pada 2022. Program itu melibatkan lebih dari 1.000 perempuan pelaku usaha dari berbagai wilayah Indonesia dalam pembelajaran kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi digital. Sejumlah peserta terbaik juga memperoleh kesempatan memperkenalkan produk mereka dalam rangkaian W20 di Indonesia. Pengalaman ini menjadi contoh bagaimana pembelajaran digital dapat dikembangkan menjadi dukungan yang lebih luas bagi perempuan untuk meningkatkan kemampuan usaha, memperkuat daya saing, dan menjangkau pasar baru.
Ke depan, pendekatan tersebut terus diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, dan berbagai mitra, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Pengembangan aplikasi XLSMART Sisternet dan fitur DigiHer memperluas akses pembelajaran digital, sementara program Female Future Leader mendukung pengembangan kompetensi dan kepemimpinan perempuan muda. Dengan upaya tersebut, XLSMART Sisternet diarahkan bukan hanya menjadi sarana mengenal teknologi, tetapi juga membantu perempuan memanfaatkannya secara produktif untuk mengelola usaha, mengembangkan keterampilan, dan meningkatkan kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja.
Upaya pemberdayaan perempuan juga memerlukan dukungan infrastruktur digital yang inklusif. Ketersediaan konektivitas yang semakin luas membuka kesempatan bagi masyarakat, termasuk perempuan di berbagai wilayah Indonesia, untuk mengakses pendidikan, informasi, layanan digital, dan pasar yang sebelumnya lebih sulit dijangkau. Namun, akses teknologi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkannya. Hal ini sejalan dengan berbagai inisiatif pemberdayaan lain, seperti langkah Amartha Perkuat Ketahanan Pangan yang menyasar perempuan perdesaan.
Merza menambahkan, konektivitas membuka pintu kesempatan, tetapi keterampilan dan pendampingan menentukan sejauh mana kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan. Karena itu, pengembangan infrastruktur digital perlu berjalan bersama pemberdayaan masyarakat. “Kami berharap semakin banyak perempuan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi dan membangun masa depan yang lebih baik melalui teknologi,” ujarnya. Sejumlah program lain juga menyasar segmen serupa, seperti Amartha Prosper Incar UMKM dan Grab Indonesia Perkuat Ekosistem.
Partisipasi XLSMART dalam W20 USA 2026 mencerminkan pentingnya kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan komunitas dalam mewujudkan pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan. Melalui pertukaran pengalaman dan penguatan jejaring internasional, Indonesia memiliki kesempatan terus mengembangkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan menghubungkan konektivitas, keterampilan, dan peluang ekonomi, XLSMART berharap semakin banyak perempuan Indonesia memperoleh manfaat nyata dari transformasi digital dan turut berkontribusi pada pertumbuhan yang lebih inklusif.