Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
WhatsApp Restricted Chat Hadir di Android dan iOS Beta
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – WhatsApp mulai menggulirkan fitur Restricted Chat kepada sebagian pengguna beta Android dan iOS. Fitur ini merupakan pengembangan dari Advanced Chat Privacy yang sebelumnya memungkinkan pengguna membatasi cara pesan dan media dalam percakapan dibagikan ke luar WhatsApp. Fitur baru tersebut kini tersedia untuk sebagian pengguna WhatsApp beta Android versi 2.26.36.4 dan iOS versi 26.39.10.20. Kehadirannya memperlihatkan langkah WhatsApp memperketat perlindungan percakapan yang dianggap lebih sensitif, terutama ketika akses melalui perangkat tambahan dan layanan berbasis AI semakin umum.

Berbeda dari pengaturan privasi yang berlaku secara umum, Restricted Chat bersifat opsional dan harus diaktifkan secara manual pada percakapan tertentu. Setelah diaktifkan melalui halaman informasi chat, WhatsApp menerapkan empat pembatasan sekaligus kepada seluruh peserta percakapan yang menggunakan versi aplikasi terbaru. Media dari chat tidak dapat disimpan otomatis ke perangkat, percakapan tidak dapat diekspor, fitur Meta AI tidak dapat digunakan dalam chat tersebut, dan percakapan tidak lagi tersedia melalui linked devices. Pembatasan terakhir menjadi perubahan penting karena membuat chat hanya dapat diakses dari perangkat utama.

Baca Juga: Apple Akui Masalah iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, Update iOS Siap Bereskan Restart

Fitur Restricted Chat pada dasarnya meneruskan kemampuan Advanced Chat Privacy, tetapi menambahkan lapisan perlindungan baru pada jalur akses percakapan. WhatsApp sebelumnya memungkinkan pengguna mencegah penyimpanan otomatis media, ekspor chat, dan penggunaan Meta AI pada percakapan tertentu. Kini, dengan memutus akses dari perangkat tertaut, WhatsApp juga berupaya membatasi jalur yang dapat digunakan klien tidak resmi atau agen AI untuk memperoleh akses melalui perangkat tambahan. Menurut WABetaInfo, pembatasan tersebut membuat percakapan tertentu tetap berada pada ponsel utama pengguna ketika fitur ini aktif.

Dari sisi penggunaan, Restricted Chat dirancang untuk percakapan yang membutuhkan kontrol lebih ketat, bukan sebagai pengganti enkripsi standar WhatsApp. Pengguna dapat membuka informasi chat, kemudian mengaktifkan opsi Restricted Chat jika tersedia pada akun beta mereka. Setelah aktif, pembatasan berlaku untuk percakapan tersebut dan peserta akan melihat pemberitahuan bahwa pengaturan privasi telah berubah. WhatsApp tetap menggunakan end-to-end encryption untuk pesan dan panggilan, baik Restricted Chat diaktifkan maupun tidak, sehingga fitur ini berfungsi sebagai lapisan kontrol tambahan di atas sistem keamanan dasar.

Baca Juga: Lima Paten Dipersoalkan, Samsung Dituntut Bayar Royalti Paten

Perlu dicatat, Restricted Chat belum menjadi fitur publik untuk seluruh pengguna WhatsApp. Pengujian dilakukan secara bertahap pada kanal beta Android dan iOS, sementara WABetaInfo menyebut distribusi iOS dilakukan kepada sejumlah penguji melalui TestFlight. Artinya, pengguna Indonesia yang sudah menggunakan versi beta belum tentu langsung melihat opsi tersebut di halaman informasi chat. WhatsApp juga belum mengumumkan jadwal pasti kapan fitur ini akan masuk ke versi stabil, sehingga tampilan dan mekanismenya masih dapat berubah selama periode pengujian.

Bagi WhatsApp, langkah ini memperkuat arah pengembangan privasi ketika aplikasi tidak lagi hanya menangani pesan antarpengguna, tetapi juga terhubung dengan perangkat tertaut dan fitur AI. Pembatasan linked devices menjadi bagian paling strategis karena jalur tersebut sebelumnya memungkinkan satu akun digunakan pada lebih banyak perangkat. Dengan menutup akses tersebut untuk chat tertentu, WhatsApp memberi pengguna kendali lebih granular tanpa harus menerapkan pembatasan yang sama pada seluruh percakapan. Strategi ini juga menjaga keseimbangan antara kemudahan penggunaan WhatsApp lintas perangkat dan kebutuhan pengguna terhadap ruang percakapan yang lebih terkunci.

Dampaknya bagi pengguna Indonesia belum terasa sebagai perubahan wajib karena fitur masih berada di tahap beta. Namun, jika akhirnya dirilis secara luas, Restricted Chat dapat menjadi pilihan penting bagi pengguna yang menangani informasi pribadi, pembahasan pekerjaan, dokumen sensitif, atau percakapan keluarga yang tidak ingin mudah dipindahkan keluar dari perangkat utama. WhatsApp masih mempertahankan enkripsi ujung ke ujung sebagai perlindungan dasar, sementara fitur baru ini menambahkan kontrol terhadap penyimpanan media, ekspor percakapan, akses Meta AI, dan perangkat tertaut. Untuk saat ini, pengguna hanya perlu menunggu hingga WhatsApp menyelesaikan pengujian dan mengumumkan ketersediaannya pada versi stabil.

SHARE:

Perlindungan Sisa Kuota Belum Optimal, Operator Diminta Perbaiki Mekanisme

Performa Kirin 9050 Pro di Huawei Mate 90 Pro Max Terungkap