Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Waspada Bug Kritis WordPress Bisa Bikin Website Dibajak Hacker
SHARE:

Jakarta – Dunia keamanan siber kembali diguncang dengan ditemukannya dua celah berbahaya pada sistem manajemen konten WordPress. Kerentanan ini tengah dieksploitasi oleh peretas tak lama setelah diungkap oleh peneliti, mengancam jutaan situs web global.

Dua celah keamanan ini diberi nama WP2Shell dan terdaftar dengan kode CVE-2026-60137 serta CVE-2026-63030. Peneliti dari perusahaan keamanan siber Searchlight Cyber pertama kali menemukan kerentanan kritis ini.

Celah tersebut memengaruhi WordPress versi 6.9.0 hingga 6.9.4, serta versi 7.0.0 hingga 7.0.1. Yang membuat situasi semakin mengkhawatirkan adalah kemudahan eksploitasi tanpa memerlukan plugin khusus atau akun pengguna.

"Serangan ini tidak memiliki prasyarat dan dapat dieksploitasi oleh pengguna anonim pada instalasi WordPress standar tanpa plugin," ungkap Searchlight Cyber dalam laporan resminya. Pernyataan ini menegaskan betapa rentannya sistem yang belum diperbarui.

Kedua kerentanan ini memiliki fungsi berbeda namun dapat dikombinasikan. CVE-2026-60137 merupakan celah SQL Injection berkategori tingkat keparahan tinggi, sedangkan CVE-2026-63030 adalah celah Remote Code Execution (RCE) yang dikategorikan kritis.

Kombinasi keduanya memberikan akses penuh kepada penyerang. Peretas dapat menjalankan kode berbahaya di server tanpa perlu login, yang berujung pada pengambilalihan penuh atas situs WordPress yang menjadi target.

Meski Searchlight Cyber memilih tidak mempublikasikan rincian teknis untuk mencegah penyalahgunaan, pihak lain sudah merilis bukti konsep atau proof-of-concept (PoC) eksploitasinya. Hal ini mempercepat potensi serangan di lapangan.

Perusahaan keamanan WordPress Patchstack melaporkan telah mendeteksi upaya eksploitasi terhadap celah ini. Hal serupa juga dikonfirmasi oleh Hexastrike yang menemukan aktivitas serangan melalui sistem honeypot miliknya.

WatchTowr turut menemukan aktivitas eksploitasi serupa. CEO WatchTowr, Benjamin Harris, memperingatkan potensi dampak yang sangat luas mengingat WordPress digunakan oleh ratusan juta situs web di seluruh dunia.

Harris juga menyoroti semakin pendeknya jeda waktu antara pengungkapan celah keamanan dengan munculnya serangan. "Dulu eksploitasi biasanya muncul setidaknya 24 jam setelah kerentanan diumumkan. Kini, berkat bantuan AI, contoh eksploitasi bisa muncul hanya dalam hitungan jam," ujar Harris.

Menariknya, perkembangan teknologi AI tidak hanya membantu keamanan tetapi juga dimanfaatkan peretas. Hal ini mirip dengan temuan sebelumnya tentang Browser Ini Klaim bisa menghalau ancaman siber tertentu.

Merespons situasi darurat ini, WordPress telah merilis pembaruan keamanan melalui versi 6.9.5 dan 7.0.2. Tim WordPress juga mengaktifkan pembaruan otomatis bagi situs yang masih menjalankan versi terdampak.

Cloudflare turut mengambil langkah mitigasi dengan menambahkan aturan keamanan baru. Langkah ini untuk mendeteksi upaya eksploitasi pada situs pelanggan yang belum sempat diperbarui.

Pengguna WordPress diimbau segera memastikan situs mereka telah diperbarui ke versi terbaru. Langkah ini krusial untuk menghindari risiko pengambilalihan oleh peretas yang memanfaatkan celah WP2Shell.

Keamanan situs web menjadi prioritas utama di era digital ini. Dengan memperbarui sistem secara rutin, pengguna dapat meminimalkan risiko eksploitasi dari kerentanan yang terus bermunculan.

Ancaman siber seperti ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan berkelanjutan. Jangan tunda pembaruan keamanan karena waktu reaksi yang semakin singkat antara pengungkapan celah dan serangan nyata.

SHARE:

Harga Rp1 Jutaan, Nothing Ear (3a) Dibekali Fitur Rekam Langsung dari Perangkat

27 Raksasa Teknologi Bentuk Open Secure AI Alliance