Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
VIDA Ungkap Risiko Penipuan Digital di Balik Kemudahan Kurban Online
SHARE:

Jakarta – Menjelang Iduladha, kemudahan berkurban secara online semakin diminati masyarakat. Namun, di balik kepraktisan tersebut, risiko penipuan digital juga mengintai para pengguna.

VIDA, perusahaan penyedia identitas digital dan pencegahan fraud, mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap modus penipuan yang kian canggih. Modus ini kerap memanfaatkan tingginya aktivitas transaksi di momen hari raya.

Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA, menekankan pentingnya kewaspadaan saat bertransaksi. "Iduladha menjadi momen ketika masyarakat berlomba-lomba menebar kebaikan. Di saat yang sama, aktivitas transaksi digital juga meningkat," ujarnya dalam keterangan resmi.

Menurut Niki, kewaspadaan sederhana seperti tidak terburu-buru mengklik tautan mencurigakan sangat penting. Langkah ini dapat melindungi masyarakat dari penipuan digital, khususnya dalam transaksi kurban online.

Data dari Whitepaper VIDA 2026 SEA Digital Identity Fraud Outlook menunjukkan serangan fraud kini semakin terorganisir. Pelaku kerap menggabungkan berbagai metode seperti deepfake, social engineering, dan account takeover.

Kondisi ini membuat banyak titik rawan dalam setiap aktivitas digital, termasuk saat berkurban. Masyarakat perlu lebih cermat agar tidak menjadi korban penipuan yang merugikan.

Untuk membantu masyarakat, VIDA membagikan beberapa tips aman berkurban online. Pertama, pilih lembaga resmi dan tepercaya yang memiliki identitas jelas serta reputasi baik.

Kedua, waspadai penawaran harga yang terlalu murah. Masyarakat perlu lebih cermat apabila menemukan harga kurban jauh di bawah rata-rata pasar.

Ketiga, hindari mengklik tautan atau dokumen mencurigakan. Sumber tidak dikenal berpotensi menjadi celah penyebaran malware dan pencurian data pribadi.

Keempat, jangan pernah membagikan OTP atau data pribadi sensitif. Penyalur kurban resmi tidak akan meminta kode OTP maupun informasi rahasia lainnya.

VIDA juga mengingatkan bahwa risiko penipuan tidak hanya mengintai pembeli. Penyedia layanan kurban juga perlu lebih teliti memverifikasi bukti pembayaran sebelum memproses transaksi.

Sebagai upaya perlindungan, VIDA menghadirkan ID FraudShield. Solusi keamanan ini menggabungkan biometric intelligence, device intelligence, dan deteksi fraud dalam satu integrasi.

Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi pola penipuan secara menyeluruh. Termasuk ketika pelaku telah memperoleh foto identitas, kode OTP, hingga mengambil alih perangkat pengguna.

"Modus penipuan digital akan terus berevolusi. Karena itu, sistem keamanan juga perlu berkembang agar mampu mengenali risiko secara lebih menyeluruh," tambah Niki.

Melalui ID FraudShield, VIDA ingin membantu masyarakat bertransaksi digital dengan rasa tenang. Perlindungan yang adaptif menjadi semakin penting di tengah aktivitas digital yang kian masif.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan menerapkan tips keamanan saat berkurban online. Dengan begitu, momen Iduladha dapat dijalani dengan aman dan penuh berkah.

SHARE:

Garmin Ungkap Aktivitas Ibu Rumah Tangga Setara Latihan HIIT

Zucchetti dan SiteMinder Perkuat Kemitraan Strategis