Jakarta – Spekulasi soal ponsel besutan Trump Mobile akhirnya terjawab sudah. Perangkat yang diberi nama T1 Phone itu bukanlah produk buatan Amerika Serikat seperti yang sempat digembar-gemborkan.
Berdasarkan hasil investigasi dan perbandingan langsung, ponsel tersebut hanyalah HTC U24 Pro yang diberi lapisan emas dan stempel bendera Amerika. Temuan ini mengonfirmasi kecurigaan banyak pihak sejak awal.
Tim dari NBC News menjadi pihak pertama yang mendapatkan unit Trump Mobile T1. Mereka kemudian menghubungi pakar untuk membedah perangkat tersebut secara detail.
Dalam sesi perbandingan melalui panggilan video, terungkap bahwa kedua ponsel itu hampir identik. Mulai dari gril speaker, posisi kamera, hingga jack headphone, semuanya sama persis.
Perbedaan hanya ditemukan pada mikrofon MEMS belakang, lampu flash, dan housing kamera belakang. Perubahan kecil ini dianggap sebagai modifikasi sederhana pada bagian eksterior.
Informasi resmi dari situs Trump Mobile sendiri sangat minim dan tidak bisa diandalkan. Namun, berkas regulasi dari FCC membuktikan bahwa T1 mendukung Bluetooth 5.3, sama seperti HTC U24 Pro.
Fakta ini sekaligus menggugurkan teori populer yang menyebut T1 adalah T-Mobile Revvl 7 Pro. Pasalnya, Revvl 7 Pro hanya mendukung Bluetooth 5.2 dan memiliki desain yang sangat berbeda.
Teori tentang Revvl 7 Pro memang sempat ramai diperbincangkan. Namun, kemiripan desain yang sangat tinggi dengan HTC U24 Pro membuat teori itu makin sulit dipercaya.
Baca Juga:
Trump Mobile sebelumnya mengklaim ponsel ini "Made in America". Belakangan, klaim tersebut berubah menjadi "Made with American Values" dengan komponen dari "negara yang disukai".
Pergeseran narasi ini makin memperkuat dugaan bahwa HTC U24 Pro buatan Taiwan adalah kandidat terkuat. Seperti kata pepatah, jika berjalan seperti bebek dan bersuara seperti bebek, maka ia adalah bebek.
Pertanyaan besar yang masih tersisa adalah di mana komponen ponsel ini dibuat. Banyak pihak menduga komponennya berasal dari Tiongkok, mengingat rantai pasok industri ponsel global.
Kebijakan tarif Trump terhadap Tiongkok juga menjadi latar menarik di balik peluncuran ini. Sebelumnya, Donald Trump tunda kenaikan tarif terhadap negara tersebut selama 90 hari.
Perubahan kecil pada bagian belakang ponsel seperti posisi flash dan kamera dinilai mudah dilakukan. Modifikasi ini hanya menyentuh bagian eksterior tanpa mengubah komponen internal secara signifikan.
Belum jelas apakah ponsel ini akan benar-benar dikirimkan ke konsumen atau tidak. Jika pun sampai, bukan tidak mungkin isi di dalamnya akan berbeda dari yang terlihat saat ini.
Yang jelas, kasus ini menjadi pengingat bahwa klaim "buatan Amerika" di industri ponsel harus diperiksa dengan saksama. Bahkan iPhone Donald Trump tidak punya fitur basic tertentu yang biasa ada di ponsel lain.
Tim akan terus melakukan pembedahan menyeluruh begitu unit T1 tiba. Hingga saat itu tiba, semua masih berupa dugaan meski bukti sudah sangat kuat mengarah ke HTC U24 Pro.