Technologue.id, Jakarta - Garmin Indonesia mendorong masyarakat untuk memulai pola hidup yang lebih seimbang dan berkelanjutan, baik dari sisi kesehatan fisik, mental, maupun hubungan dengan lingkungan saat menjalani puasa di bulan Ramadan. Garmin memaknai momentum Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk melakukan "reset" dan kembali fokus pada kualitas hidup yang lebih baik.
Tema “Time to Reset” hadir seiring dengan berkembangnya tren kesehatan dan gaya hidup di Indonesia. Berdasarkan laporan Gaya Hidup Sehat Indonesia 2025 dan Wellness Lifestyle Indonesia 2025, terlihat adanya pergeseran prioritas, khususnya di kalangan generasi muda. Kini, kesehatan tidak lagi dipahami sebatas kondisi fisik yang bebas penyakit, melainkan mencakup keseimbangan mental atau mindfulness, pengelolaan konsumsi digital (digital wellbeing), serta kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan (eco-conscious living).
Perubahan ini menunjukkan bahwa konsep wellness modern bertumpu pada empat pilar utama, yakni nutrisi sehat, aktivitas fisik yang konsisten, kesehatan mental, serta hubungan sosial yang berkualitas. Di saat yang sama, praktik digital wellbeing juga semakin populer. Masyarakat mulai lebih sadar dalam mengatur waktu layar (screen time) dan melakukan detoks digital guna mengurangi stres serta kecemasan akibat konektivitas yang berlebihan.

Dalam konteks ini, teknologi tidak lagi hanya menjadi sumber distraksi, tetapi juga berpotensi menjadi alat bantu untuk meningkatkan kualitas hidup. Garmin melihat peluang tersebut dengan menghadirkan berbagai inovasi yang mendukung pemantauan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari tingkat stres, kualitas tidur, hingga aktivitas fisik harian.
“Ramadan adalah momen terbaik untuk menekan tombol ‘pause’ dan melakukan reset menyeluruh, baik untuk tubuh, pikiran, maupun kebiasaan kita terhadap lingkungan. Kami melihat tren wellness bukan sekadar angka, tetapi sinyal bahwa masyarakat merindukan keseimbangan. Kami ingin teknologi kami membantu pengguna untuk lebih ‘hadir’ di momen nyata; memantau stres dengan lebih bijak, melakukan detoks digital, dan kembali terhubung dengan alam,” ujar Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia.
Dalam kegiatan ini, Garmin mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Ramadan sebagai waktu refleksi dan pemulihan diri. Mengurangi distraksi digital, memperbaiki kualitas istirahat, dan melatih kesadaran diri menjadi langkah sederhana yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan mental dan fisik.
Teknologi wearable berperan sebagai alat bantu yang mendukung kesadaran tersebut. Melalui fitur pemantauan kesehatan, pengguna dapat memahami kondisi tubuh secara lebih komprehensif dan membuat keputusan gaya hidup yang lebih bijak.
Garmin mendorong masyarakat untuk memulai langkah kecil, seperti memantau kualitas tidur melalui Advanced Sleep Monitoring, memahami tingkat energi tubuh melalui Body Battery, serta meluangkan waktu untuk latihan pernapasan (breathwork) guna membantu mengelola stres.
Garmin juga menyoroti kebangkitan tren wellness tourism yang diprediksi menjadi salah satu pendekatan populer dalam menjaga kesehatan di tahun 2026. Seiring meningkatnya kesadaran terhadap kualitas hidup, wisata kebugaran tidak lagi dipandang sebagai tren sesaat, tetapi sebagai kebutuhan untuk memulihkan kondisi fisik dan mental di tengah kesibukan.

Masyarakat kini semakin tertarik pada destinasi yang menawarkan ketenangan, program yoga, meditasi, hingga perawatan spa sebagai sarana pemulihan menyeluruh. Liburan tidak lagi sekadar rekreasi, tetapi menjadi momen penting untuk melakukan reset tubuh dan pikiran.
Selain kesehatan individu, Garmin juga mengajak masyarakat untuk mengintegrasikan kepedulian lingkungan dalam gaya hidup sehat. Langkah sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, dan mengurangi jejak karbon harian dapat berkontribusi pada kesehatan pribadi sekaligus keberlanjutan lingkungan.
Melalui kampanye “Time to Reset”, Garmin Indonesia berharap dapat menginspirasi masyarakat untuk menjalani Ramadan dengan kesadaran yang lebih utuh—menjaga keseimbangan antara tubuh, pikiran, hubungan sosial, dan lingkungan.
Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak dan memulai perubahan dari kebiasaan kecil, Garmin percaya bahwa setiap individu dapat membangun kualitas hidup yang lebih sehat, sadar, dan berkelanjutan.