Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Tiongkok Klaim Ciptakan Sel Surya dengan Efisiensi 35,5 Persen
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Perusahaan teknologi energi asal Tiongkok, LONGi, mengumumkan pencapaian terbaru dalam pengembangan teknologi panel surya dengan berhasil menciptakan sel surya yang memiliki efisiensi konversi energi sebesar 35,5 persen. Angka tersebut telah diverifikasi oleh European Solar Test Installation (ESTI), laboratorium referensi di Eropa yang bertugas menguji dan mengkalibrasi perangkat fotovoltaik (PV).

Pencapaian ini menjadi salah satu kemajuan penting dalam industri energi terbarukan karena efisiensi tersebut jauh melampaui kemampuan sebagian besar panel surya komersial yang saat ini beredar di pasaran. Berdasarkan data Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (U.S. Energy Information Administration/EIA), panel surya komersial umumnya memiliki efisiensi konversi listrik yang mendekati 25 persen.

LONGi mengembangkan sel surya berbasis teknologi tandem silikon-perovskit kristalin, sebuah pendekatan baru yang menggabungkan dua material penyerap cahaya dalam satu perangkat. Teknologi ini memungkinkan pemanfaatan spektrum sinar matahari yang lebih luas dibandingkan sel surya silikon konvensional, sehingga berpotensi menghasilkan listrik dengan efisiensi yang jauh lebih tinggi.

Menurut perusahaan, secara teori teknologi tandem silikon-perovskit mampu mencapai efisiensi hingga 43 persen. LONGi sendiri telah mencatat peningkatan performa secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Pada November 2023, perusahaan berhasil mencapai efisiensi 33,9 persen. Rekor tersebut kemudian meningkat menjadi 34,6 persen pada Juni 2024, sebelum akhirnya kembali naik menjadi 35,5 persen melalui berbagai penyempurnaan desain dan proses manufaktur.

LONGi menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan rekor dunia untuk teknologi sel surya tandem silikon-perovskit kristalin. Namun, jika dibandingkan dengan seluruh jenis teknologi fotovoltaik, rekor efisiensi tertinggi masih menjadi perdebatan. Laboratorium Energi Terbarukan Nasional (National Renewable Energy Laboratory/NREL) milik Departemen Energi Amerika Serikat sebelumnya melaporkan pengembangan sel surya dengan efisiensi mencapai 39,5 persen pada 2022 menggunakan teknologi yang berbeda.

Meski demikian, para pelaku industri menilai bahwa perlombaan mencetak rekor efisiensi bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan masa depan energi surya. Tantangan terbesar justru terletak pada kemampuan memproduksi teknologi tersebut dalam skala besar dengan biaya yang kompetitif sehingga dapat digunakan secara luas oleh masyarakat maupun industri.

Sel surya berbasis perovskit selama beberapa tahun terakhir menjadi fokus penelitian di berbagai negara karena menawarkan potensi efisiensi tinggi sekaligus biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan teknologi silikon murni. Namun, teknologi ini masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait daya tahan material, stabilitas jangka panjang, dan proses produksi massal.

SHARE:

VinFast Resmikan 20 Dealer E-Motorcycle di Indonesia, Perkuat Ekosistem Hijau

ROG Hadirkan Inovasi ROG Nebula Display untuk Gamer dan Kreator Konten