Jakarta, Technologue.id — Raksasa teknologi asal China, Tencent, mencatat lonjakan jumlah pelanggan aktif Tencent Cloud di luar negeri hingga dua kali lipat dalam setahun terakhir. Pertumbuhan itu diikuti peningkatan permintaan produk kecerdasan buatan (AI) dengan persentase tiga digit. Pencapaian tersebut diumumkan dalam Tencent Global Digital Ecosystem Summit 2026 di Shenzhen, China, Kamis (29/10/2026).
Dalam acara yang sama, Tencent memperkenalkan kemampuan AI WorkBuddy untuk perusahaan serta mengumumkan rencana peluncuran model terbaru Hy4 dan Hy4 Flash. Tencent Cloud kini melayani pelanggan di lebih dari 150 negara dan wilayah. Asia Tenggara disebut menjadi salah satu pasar penting dalam ekspansi internasional perusahaan.
Di Indonesia, Tencent telah membantu migrasi lebih dari 1.000 layanan mikro atau microservices milik operator telekomunikasi XLSMART. Langkah itu memperkuat posisi Tencent Cloud sebagai mitra infrastruktur digital bagi pelaku industri telekomunikasi nasional. Sebelumnya, perusahaan juga rampungkan migrasi GoTo sebagai bagian dari ekspansi bisnisnya di Tanah Air.
Dalam keterangan resmi, Jumat (30/10/2026), Tencent menyatakan pertumbuhan bisnis internasional didorong meningkatnya penggunaan AI untuk kebutuhan operasional perusahaan. Permintaan terutama datang dari perusahaan yang mulai mengintegrasikan agen AI ke dalam sistem kerja dan layanan digital. Adopsi tersebut dinilai menjadi pemicu utama lonjakan permintaan layanan cloud perusahaan.
Senior Executive Vice President Tencent sekaligus CEO Cloud and Smart Industries Group, Dowson Tong, mengatakan perusahaan kini membutuhkan teknologi AI yang dapat diterapkan langsung dalam kegiatan bisnis. Menurutnya, perkembangan AI harus menghasilkan peningkatan produktivitas dan memberikan manfaat operasional yang terukur.
"AI membuka peluang baru bagi dunia usaha, tetapi dampak nyatanya baru terasa ketika teknologi ini diterapkan ke dalam operasional harian dan diadopsi secara luas," ujar Tong.
Tencent mengembangkan WorkBuddy sebagai agen AI yang dapat membantu menyelesaikan pekerjaan melalui integrasi dengan aplikasi komunikasi dan sistem internal perusahaan. Teknologi ini dirancang untuk menjalankan tugas secara otomatis serta mendukung koordinasi pekerjaan antartim. Sejak diluncurkan pada Maret 2026, WorkBuddy telah menangani lebih dari 9 miliar permintaan tugas dari pengguna di lebih dari 50 sektor industri.
Tencent mengklaim teknologi tersebut telah digunakan oleh separuh dari 500 perusahaan terbesar di China. Ekosistem WorkBuddy juga didukung lebih dari 50.000 pengembang dan mitra dengan sekitar 200.000 kemampuan khusus yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pekerjaan. Tencent kini memperluas layanan tersebut kepada pelanggan korporasi internasional dengan dukungan keamanan yang dirancang untuk lingkungan perusahaan.
Baca Juga:
Melalui pengembangan tersebut, pengguna dapat menjalankan tugas berbasis AI langsung dari aplikasi komunikasi atau perangkat kerja yang biasa digunakan. Perusahaan juga dapat memilih model AI berbeda sesuai kebutuhan pekerjaan, kemampuan sistem, dan anggaran operasional. Fleksibilitas ini disebut menjadi salah satu daya tarik WorkBuddy bagi kalangan korporasi.
Selain memperluas WorkBuddy, Tencent mengumumkan persiapan peluncuran model AI Hy4 yang dikembangkan untuk menangani pekerjaan kompleks dengan proses penalaran lebih efisien. Model tersebut juga akan memiliki kemampuan memahami informasi visual yang belum tersedia pada generasi sebelumnya. Tencent turut menyiapkan Hy4 Flash sebagai versi dengan biaya penggunaan lebih rendah, tetapi tetap mendukung pemahaman visual dan kemampuan menjalankan tugas secara mandiri.
Kedua model belum diumumkan tersedia secara umum sehingga jadwal peluncuran resminya masih menunggu informasi berikutnya. Untuk mempermudah penggunaan berbagai model AI, Tencent menyediakan TokenHub yang memungkinkan pelanggan mengakses model internal maupun teknologi pihak ketiga melalui satu antarmuka pemrograman aplikasi. Platform tersebut juga mengintegrasikan pengaturan akses, penggunaan layanan, tata kelola, dan penagihan.
Tencent memperluas portofolio AI internasional melalui CodeBuddy, WorkBuddy, Miora, Agent Development Platform (ADP), MAGIC AI, serta Agent Runtime. Berbagai layanan tersebut dirancang untuk mendukung pengembangan aplikasi, otomatisasi pekerjaan, dan kolaborasi antartim dalam satu lingkungan kerja. Khusus pasar China, Tencent juga memperkenalkan Buddy One yang memungkinkan WorkBuddy mengoordinasikan tugas di berbagai aplikasi perkantoran perusahaan.
Di Indonesia, Tencent Cloud memperluas kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi setelah membantu XLSMART memindahkan lebih dari 1.000 microservices ke infrastruktur cloud. Perusahaan juga tengah menjajaki pengembangan layanan cloud dan AI bersama Telkomsel serta Indosat. Kerja sama tersebut menunjukkan meningkatnya kebutuhan operator telekomunikasi terhadap infrastruktur digital untuk mendukung layanan pelanggan, pengelolaan data, dan pengembangan aplikasi.
Namun, Tencent belum mengumumkan nilai investasi maupun rincian proyek AI baru bersama Telkomsel dan Indosat. Sejumlah kolaborasi lain di Tanah Air turut memperlihatkan minat industri lokal terhadap layanan cloud perusahaan, seperti langkah BRI eksplorasi teknologi bersama Tencent Cloud dan Hi Cloud. Ada pula Allo Bank adopsi Tencent Cloud untuk mengelola big data.
Di Thailand, Tencent Cloud bekerja sama dengan CP AXTRA untuk memperbarui sistem pengelolaan rantai pasok, keuangan, dan operasional perusahaan. Sementara itu, pelanggan di Hong Kong dan Makau, termasuk Hung Fook Tong serta Fusion Bank, turut menopang pertumbuhan bisnis selama tujuh tahun berturut-turut. Ekspansi juga dilakukan di Jepang dan Korea Selatan melalui kemitraan dengan Kakao, Com2uS, Gokko, dan Pokekara.
Di Eropa, penyedia pembayaran iyzico dan perusahaan perdagangan elektronik eMAG telah memindahkan sejumlah beban kerja mereka ke Tencent Cloud. Di Brasil, Tencent menggandeng Extreme Digital Solutions (EDS) dan Positivo untuk memperluas pemanfaatan PalmAI serta layanan cloud bagi perusahaan lokal. Perusahaan juga mengumumkan kerja sama baru dengan Alsaif Gallery, Hoolive, OmniOps, dan TruKKer di Timur Tengah.
Tencent menyebut sembilan dari sepuluh perusahaan internet China yang melakukan ekspansi internasional menggunakan infrastruktur Tencent Cloud. Klaim tersebut mencerminkan besarnya ketergantungan pelanggan asal China terhadap layanan cloud perusahaan ketika memperluas operasional ke luar negeri. Untuk mengimbangi permintaan, Tencent Cloud memperluas kapasitas infrastruktur sepanjang 2026 di Frankfurt, Osaka, Riyadh, Malaysia, Meksiko, dan Thailand.
Jaringan global perusahaan saat ini mencakup 25 region cloud dan 70 availability zone yang tersebar di berbagai wilayah. Tencent berencana melanjutkan ekspansi pusat data dan infrastruktur cloud pada 2027, terutama di Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika. Perusahaan juga menyediakan pilihan penggunaan public cloud, dedicated cloud, private cloud, dan hybrid cloud sesuai kebutuhan pelanggan.
Pertumbuhan pelanggan internasional dan meningkatnya permintaan AI menunjukkan Tencent semakin agresif memperluas bisnis komputasi awan di luar China. Namun, perusahaan belum mengungkap jumlah absolut pelanggan baru maupun nilai pendapatan yang dihasilkan dari lonjakan permintaan AI tersebut. Bagi pasar Indonesia, langkah Tencent membuka peluang perluasan kerja sama teknologi dengan operator telekomunikasi dan perusahaan digital nasional.