Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Telkom Rombak Direksi: Nanang Hendarno Gantikan Dian Siswarini
SHARE:

Jakarta, Technologue.id — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) resmi mengumumkan jajaran pimpinan baru pada Rabu (30/9/2026) sore. Keputusan ini diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta. RUPSLB tersebut menghasilkan perubahan signifikan pada susunan Direksi perusahaan telekomunikasi pelat merah itu.

Pemegang saham memutuskan mencopot Dian Siswarini dari posisi Direktur Utama (Dirut) Telkom. Selain itu, Faizal Rochmad Djoemadi juga dicopot dari jabatannya sebagai Direktur IT Digital. Pencopotan ini menandai babak baru kepemimpinan di tubuh Telkom Indonesia.

Posisi Dian Siswarini digantikan oleh Nanang Hendarno yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Network. Sementara itu, kursi Direktur Network yang ditinggalkan Nanang kini diisi oleh Budi Satria Dharma Purba. Sebelumnya, Budi menjabat sebagai Direktur Wholesale & International Service.

Perombakan tidak berhenti di situ. Pemegang saham juga mengangkat Kharim I.G Siregar menjadi Direktur IT Digital, menggantikan Faizal Rochmad Djoemadi. Selain itu, Radita Ali Putra diangkat sebagai Direktur Wholesale & International Service. Radita mengisi posisi yang sebelumnya diduduki Budi Satria Dharma Purba.

Menariknya, jajaran Dewan Komisaris Telkom Indonesia tidak mengalami perubahan dalam RUPSLB kali ini. Susunan komisaris tetap sama seperti sebelumnya. Hal ini menunjukkan stabilitas pengawasan di level komisaris meski terjadi rotasi di jajaran eksekutif.

Berikut susunan terbaru Dewan Komisaris Telkom Indonesia. Komisaris Utama dijabat oleh Angga Raka Prabowo. Posisi Komisaris Independen diisi oleh Deswandhy Agusman, Anthony Leong, Ira Noviarti, dan Rofikoh Rokhim. Sementara itu, posisi Komisaris dipegang oleh Rizal Mallarangeng, Edwin Hidayat Abdullah, dan Ossy Dermawan.

Adapun susunan Direksi Telkom Indonesia terbaru adalah sebagai berikut. Nanang Hendarno menjabat sebagai Direktur Utama. Veranita Yosephine menjabat sebagai Direktur Enterprise & Business Service. Willy Saelan menjabat sebagai Direktur Human Capital Management. Arthur Angelo Syailendra menjabat sebagai Direktur Keuangan & Manajemen Risiko.

Selanjutnya, Budi Satria Dharma Purba menjabat sebagai Direktur Network. Seno Soemadji menjabat sebagai Direktur Strategic Business Development & Portfolio. Radita Ali Putra menjabat sebagai Direktur Wholesale & International Service. Kharim I.G Siregar menjabat sebagai Direktur IT Digital. Andy Kelana menjabat sebagai Direktur Legal & Compliance.

Perombakan jajaran direksi ini menjadi perhatian publik, terutama di kalangan pengamat industri telekomunikasi. Pasalnya, Telkom Indonesia merupakan perusahaan BUMN strategis yang berperan besar dalam menyediakan layanan konektivitas nasional. Perubahan kepemimpinan di level tertinggi tentu akan berdampak pada arah kebijakan perusahaan ke depan.

Nanang Hendarno, yang kini dipercaya sebagai orang nomor satu di Telkom, sebelumnya memiliki rekam jejak di bidang jaringan. Pengalamannya sebagai Direktur Network diharapkan mampu memperkuat infrastruktur telekomunikasi Telkom. Hal ini sejalan dengan kebutuhan percepatan transformasi digital di Indonesia.

Di sisi lain, pengangkatan Kharim I.G Siregar sebagai Direktur IT Digital juga menjadi sorotan. Posisi ini krusial karena berkaitan langsung dengan pengembangan produk dan layanan digital Telkom. Tantangan ke depan adalah mempercepat inovasi digital agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Radita Ali Putra yang kini menjabat sebagai Direktur Wholesale & International Service juga memiliki tanggung jawab besar. Divisi ini menangani kerja sama dengan operator lain, baik domestik maupun internasional. Ekspansi bisnis internasional menjadi salah satu kunci pertumbuhan Telkom ke depan.

Perubahan susunan direksi ini juga tidak terlepas dari dinamika industri telekomunikasi yang terus berkembang pesat. Teknologi seperti 5G, cloud computing, dan Internet of Things (IoT) menuntut adaptasi cepat dari perusahaan. Telkom dituntut mampu menjaga relevansi dan daya saing di tengah disrupsi digital.

Sebagai informasi, Telkom Indonesia memiliki anak usaha Telkomsel yang bergerak di bidang telekomunikasi seluler. Sinergi antara Telkom dan Telkomsel menjadi fondasi utama dalam melayani kebutuhan digital masyarakat. Kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat kolaborasi strategis antara kedua entitas tersebut.

Pasar menyambut baik keputusan RUPSLB ini sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang sehat. Rotasi kepemimpinan di BUMN merupakan hal yang wajar untuk penyegaran organisasi. Publik kini menanti gebrakan dan program kerja baru dari jajaran direksi yang baru dilantik.

SHARE: