Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Telkom Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia Perkuat Bisnis Wholesale
SHARE:

Jakarta — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) resmi merampungkan proses Spin-Off InfraCo Tahap 2 dengan nilai transaksi mencapai Rp49,9 triliun. Langkah ini merupakan kelanjutan dari transformasi infrastruktur yang telah dimulai sejak awal tahun, sekaligus menegaskan posisi InfraNexia sebagai pilar utama bisnis wholesale connectivity nasional.

Pasca penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 1 yang efektif berlaku sejak Januari 2026, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) terus memperkuat perannya sebagai operating company Telkom. Perusahaan ini kini fokus menjadi penyedia infrastruktur digital wholesale yang netral, andal, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

Seiring berjalannya transformasi, InfraNexia mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif dengan memperluas kolaborasi bersama pelanggan eksternal. Peningkatan operational excellence juga terus dilakukan melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas layanan, serta eksekusi model operasi yang semakin efektif.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan bahwa pelaksanaan Spin-Off InfraCo Tahap 2 menjadi tonggak penting dalam percepatan transformasi bisnis TelkomGroup. Inisiatif ini juga selaras dengan langkah Danantara Asset Management dalam mengonsolidasikan aset BUMN untuk menciptakan nilai jangka panjang.

"Spin-Off InfraCo Tahap 2 sebagai langkah strategis dalam perjalanan transformasi TLKM 30 untuk memperkuat InfraNexia sebagai mesin pertumbuhan baru, yang akan meningkatkan kapabilitas layanan infrastruktur, mengoptimalkan efisiensi bisnis, serta membuka peluang kemitraan strategis guna mendukung percepatan konektivitas digital nasional," ujar Dian dalam keterangan resminya.

Setelah proses pengalihan portofolio bisnis dan aset rampung, InfraNexia akan mengelola lebih dari 90% total aset infrastruktur jaringan milik Telkom. Aset tersebut mencakup jaringan akses pelanggan hingga core backbone serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya yang menjadi tulang punggung konektivitas digital Indonesia.

Secara keseluruhan, InfraNexia akan mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik. Jaringan yang terbentang di seluruh Indonesia ini hampir setara dengan tiga kali keliling bumi, memperkuat peran InfraNexia sebagai penyedia layanan wholesale connectivity nasional.

Dian juga menekankan bahwa Spin-Off InfraCo Tahap 2 memiliki fokus utama untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. "Dengan kehadiran InfraNexia kami optimistis dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, andal, dan berkualitas sehingga mampu memberikan customer experience yang terbaik bagi pelanggan," tambahnya.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi transformasi TLKM 30 yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan aset strategis, meningkatkan efisiensi operasional dan investasi, serta mengembangkan bisnis melalui kemitraan strategis. Inisiatif ini sekaligus mendukung transisi Telkom menuju strategic holding dengan struktur organisasi yang lebih fokus pada penciptaan nilai.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menambahkan, "Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan implementasi nyata dari strategi penataan portofolio TelkomGroup untuk membangun bisnis digital infrastruktur yang memiliki proposisi nilai lebih kuat. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi TelkomGroup dalam mendukung pengembangan ekosistem infrastruktur digital Indonesia yang lebih terbuka, kompetitif, dan berdaya saing global."

Meskipun kepemilikan saham mayoritas dipegang Telkom sebesar lebih dari 99%, InfraNexia tetap beroperasi secara profesional dalam melayani seluruh pelanggan. Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan layanan konektivitas yang lebih andal serta mendukung perluasan penetrasi fixed broadband di Indonesia.

Transformasi ini sejalan dengan praktik yang diterapkan berbagai operator telekomunikasi global seperti Telstra, Telecom Italia (TIM), CETIN, Telenor, Telefónica, dan KPN. Pendekatan serupa terbukti mampu mengoptimalkan pengelolaan aset dan menciptakan bisnis wholesale connectivity yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf menegaskan bahwa penyelesaian spin-off ini menjadi fondasi krusial bagi perusahaan. "Dengan integrasi aset yang semakin matang, kami akan memperkuat layanan utama kami—mulai dari 5G backhaul, wholesale network dan FTTx, hingga passive infrastructure sharing," jelasnya.

"Kami sudah melakukan akselerasi program network modernization dan mendorong implementasi autonomous network guna menghadirkan infrastruktur konektivitas yang lebih cerdas, efisien, dan adaptif. Upaya strategis ini akan memperkuat kesiapan kami dalam pengembangan konektivitas mendukung pertumbuhan AI, cloud, dan data center di Indonesia," tambah Lukman.

Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan wujud nyata TelkomGroup dalam memberikan nilai tambah bagi pelanggan wholesale maupun ekosistem digital nasional secara keseluruhan. Proses transaksi berlangsung secara seamless sehingga tidak berdampak pada layanan pelanggan, dengan tetap mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta memenuhi ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku termasuk peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

SHARE:

Google Mulai Hentikan Google Assistant pada 4 September

Xiaomi TV S Mini LED 2026 Meluncur di Indonesia, Kini Hadir hingga Ukuran 98 Inci