Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Tank 300 Hybrid: Wrangler & Bronco Takut? Analisis Mendalam dari Meksiko
SHARE:

Bayangkan jika Jeep Wrangler dan Ford Bronco memutuskan untuk berkolaborasi, lalu melahirkan sebuah SUV off-road dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Hasilnya mungkin akan sangat mirip dengan Tank 300 dari Great Wall Motors (GWM). Di tengah gelombang ekspansi produsen otomotif China ke pasar global, kendaraan satu ini muncul sebagai penantang serius yang langsung mengincar dua ikon Amerika. Namun, apakah sekadar tampang sangar dan harga menarik cukup untuk merebut hati para penggemar petualangan sejati?

Great Wall Motors, salah satu raksasa otomotif China, secara resmi meluncurkan Tank sebagai merek independen yang fokus pada kendaraan off-road pada tahun 2021. Langkah ini terbukti jitu. Dalam waktu singkat, Tank telah merambah lebih dari 30 pasar di seluruh dunia, termasuk Meksiko, di mana SUV ini dijual selama hampir dua tahun. Di sanalah, Tank 300 berhadapan langsung dengan Wrangler dan Bronco—dua legenda yang telah membangun warisan selama puluhan tahun.

Sebagai pendatang baru, Tank jelas tak memiliki sejarah panjang yang bisa dibanggakan. Namun, di sisi lain, hal itu justru memberi kebebasan bagi merek China ini untuk menawarkan sesuatu yang berbeda: teknologi hybrid dengan harga kompetitif. Kami berkesempatan menguji Tank 300 di jalanan Mexico City untuk mencari tahu, di balik desainnya yang familiar, apakah kualitasnya mampu mengejar ketertinggalan dari para rivalnya yang sudah mapan.

Desain: Perpaduan Wrangler dan Bronco yang Kontroversial

Pandangan pertama pada Tank 300 akan langsung mengingatkan Anda pada dua SUV Amerika. Bagian depannya memiliki kesan kokoh dan modern layaknya Ford Bronco, dengan grille bulat dan lampu depan kotak. Sementara itu, profil dan bagian belakangnya yang berbentuk kotak serta spare wheel yang digantung di pintu bagasi adalah ciri khas yang tak bisa disangkal dari Jeep Wrangler Unlimited. Beberapa mungkin menyebutnya inspirasi, yang lain mungkin melihatnya sebagai tiruan. Namun, secara keseluruhan, Tank 300 berhasil tampil gagah dan siap menerjang medan berat.

Desain eksterior yang "akrab" ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ia langsung dikenali sebagai kendaraan off-road yang tangguh. Di sisi lain, ia mungkin kurang memiliki identitas unik yang membedakannya dari para pesaing. Namun, bagi konsumen di pasar seperti Meksiko yang menginginkan gaya ikonis tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, pendekatan ini tampaknya cukup efektif.

Tank 300 Hybrid sisi depan Jantung Hybrid: Keunggulan dan Kekurangan yang Mencolok

Inilah salah satu senjata utama Tank 300 di Meksiko: ia dijual eksklusif dengan penggerak hybrid. Kombinasi ini memberikan keunggulan efisiensi bahan bakar dibandingkan Wrangler dan Bronco yang masih mengandalkan mesin konvensional atau plug-in hybrid dengan harga lebih mahal. Tank 300 mengusung mesin bensin 2.0-liter turbocharged yang menghasilkan 241 tenaga kuda dan torsi 280 lb-ft, dipadukan dengan motor listrik. Sistem gabungannya mengklaim output 341 hp dan torsi maksimal 477 lb-ft yang dialirkan melalui transmisi otomatis 9-percepatan.

Angka di atas terdengar menjanjikan, bahkan mengungguli beberapa varian Bronco. Namun, pengalaman berkendara di jalan raya justru menceritakan kisah yang berbeda. Powertrain hybrid ini terasa lamban dan kurang halus. Respons throttle seringkali terlambat, dan ketika akhirnya merespons, tenaga datang secara mendadak seolah-olah pedal gas diinjak penuh, menyebabkan sensasi "head toss" yang mengganggu di dalam kabin. Banyak dari masalah ini diduga berasal dari transmisi otomatis 9-percepatan yang lambat untuk menurunkan gigi dan kerap gagal merespons ketika dibutuhkan.

Akurasinya 0-100 km/jam diklaim 8.1 detik, yang menempatkannya di belakang Wrangler 4xe (yang kini telah dihentikan) namun sedikit lebih cepat dari beberapa Bronco 4-pintu. Sebagai perbandingan, Wrangler 4xe Willys 1941 yang kami uji sebelumnya dengan tenaga serupa mampu mencapai 96 km/jam dalam 5.4 detik. Performa yang kurang gesit ini juga dipengaruhi oleh bobot dan dimensinya yang besar. Jadi, meski berlabel hybrid, jangan berharap pengalaman berkendara yang lincah dan responsif.

Kemampuan Off-Road: Hanya Satu Pilihan Gigi Rendah

Sebagai SUV yang mengusung jiwa petualang, kemampuan melibas medan terjal adalah tolok ukur utamanya. Di sinilah perbedaan mendasar dengan rival Amerika muncul. Baik Wrangler maupun Bronco menggunakan transfer case 2-kecepatan (2-speed) yang memberikan pilihan gigi tinggi (4-Hi) dan gigi rendah (4-Lo) untuk situasi off-road yang ekstrem.

Sementara itu, sistem penggerak 4 roda Tank 300 hanya menawarkan mode gigi rendah (4-Lo). Artinya, ia tidak sekompetitif dan serbaguna dua pesaing utamanya ketika menghadapi bebatuan licin, pasir dalam, atau lumpur tebal. Sistem satu pilihan ini membatasi fleksibilitasnya. Tank 300 tetap bisa menerjang jalan tanah dan medan ringan, tetapi untuk tantangan off-road yang lebih serius, Wrangler dan Bronco memiliki keunggulan mekanis yang jelas. Ini adalah pengorbanan yang dilakukan untuk menekan harga, dan calon pembeli yang menginginkan kemampuan ekstrem perlu mempertimbangkannya matang-matang.

Interior Tank 300 dashboard Kenyamanan Berkendara dan Kualitas Kabin

Dengan konfigurasi body-on-frame, kenyamanan berkendara Tank 300 di jalan aspal tidak terlalu istimewa. Suspensinya terasa memantul (bouncy), dan getaran dari jalanan yang tidak mulus—seperti yang banyak ditemui di Mexico City—dengan mudah masuk ke dalam kabin. Arsitektur ini memang ditujukan untuk ketangguhan, bukan kenyamanan premium.

Namun, ada sisi positifnya. Setirnya memiliki pemberatan yang baik untuk ukuran SUV off-road. Meski tidak setajam mobil sport, setir ini memberikan rasa yang dapat diprediksi dan cukup akurat. Untuk interior, Tank 300 berusaha menawarkan teknologi dan kenyamanan dengan layar infotainment yang besar dan material yang terlihat cukup baik. Namun, secara keseluruhan, kualitas penyelesaian (finishing) dan ketahanan material dalam jangka panjang masih menjadi tanda tanya besar dibandingkan dengan interior Wrangler atau Bronco yang sudah teruji.

Ekspansi produsen China seperti GWM dengan merek Tank-nya adalah bagian dari tren besar. Mereka tidak hanya menawarkan alternatif yang lebih murah, tetapi juga mendorong inovasi, terutama di bidang elektrifikasi, seperti yang juga dilakukan oleh BYD dengan teknologi barunya untuk memperluas segmen. Bahkan, desain mobil listrik off-road baru dari BYD menunjukkan persaingan di segmen ini akan semakin panas.

Analisis Pasar: Ancaman Nyata atau Sekadar Alternatif Murah?

Keberadaan Tank 300 di pasar seperti Meksiko adalah bukti nyata strategi produsen China: menawarkan produk dengan fitur lengkap dan desain yang familiar pada harga yang jauh lebih rendah. Bagi banyak pembeli yang mengidamkan gaya hidup off-road tetapi terbentur budget, Tank 300 adalah jawaban yang menarik. Ia menawarkan tampang sangar, teknologi hybrid, dan kemampuan dasar melibas medan non-aspal.

Namun, bagi puritan off-road dan penggemar setia Jeep atau Ford, Tank 300 masih memiliki jalan panjang untuk dilalui. Kekurangan dalam hal penyetelan powertrain, kenyamanan berkendara, dan yang terpenting, kemampuan off-road mekanis yang tidak setara, membuatnya tetap berada di posisi "alternatif yang lebih terjangkau", bukan "penantang sejati". Warisan, ketangguhan yang teruji, dan komunitas yang solid dari Wrangler dan Bronco adalah aset yang tidak bisa dibeli dengan harga murah.

Kesuksesan Tank dan merek China lainnya memaksa produsen mapan untuk terus berinovasi, tidak hanya pada teknologi tetapi juga pada nilai tukar. Jika GWM dapat menyempurnakan kualitas berkendara dan penyetelan mesin hybrid-nya di generasi mendatang—seperti yang juga diupayakan melalui persiapan teknologi baru di segmen lain—ancamannya akan menjadi semakin nyata.

Tank 300 melintasi jalan perkotaan

Tank 300 Hybrid adalah fenomena yang menarik dalam lanskap otomotif global. Ia mewakili ambisi China untuk tidak hanya meniru, tetapi juga menawarkan nilai tambah melalui elektrifikasi pada segmen yang sebelumnya didominasi oleh legenda Amerika. Pengalaman berkendaranya di jalan raya masih meninggalkan banyak ruang untuk perbaikan, dan kemampuan off-road-nya tidak sehebat klaim desainnya. Namun, dengan harga yang kompetitif dan desain yang langsung "nendang", ia berhasil menarik perhatian segmen pasar yang selama ini hanya bisa memandang Wrangler dan Bronco dari jauh. Pada akhirnya, Tank 300 bukanlah pembunuh legenda, melainkan pengingat bahwa dalam dunia otomotif, tidak ada yang abadi—setiap pemain harus terus berlari, atau akan tertinggal.

SHARE:

Piala Dunia Padel 2026: Saatnya Negara, Bukan Pasangan, yang Bertarung

Waspada! Ekstensi Chrome AI Ternyata Mata-Mata yang Curi Data 300 Ribu Pengguna