Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Suara dan Rupa Stan Lee "Dihidupkan Kembali" Lewat AI
SHARE:

Technologue.idJakarta – Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) kembali menghadirkan terobosan baru di industri hiburan. Kali ini, suara dan rupa legenda Marvel Comics, Stan Lee, akan kembali hadir untuk para penggemar berkat kerja sama antara perusahaan teknologi suara AI ElevenLabs dan Stan Lee Universe.

Melalui kemitraan tersebut, ElevenLabs memperoleh hak untuk menggunakan suara dan citra Stan Lee dalam berbagai platform dan aplikasi berbasis AI yang mereka kembangkan. Langkah ini memungkinkan sosok kreator ikonik di balik karakter-karakter populer seperti Spider-Man dan X-Men tetap dapat "berinteraksi" dengan penggemarnya meski telah wafat pada 2018.

Stan Lee kini bergabung dalam jajaran tokoh terkenal yang hadir di ElevenLabs Iconic Marketplace, sebuah platform yang memungkinkan perusahaan dan kreator melisensikan suara serta kekayaan intelektual figur publik untuk berbagai kebutuhan komersial. Sejumlah nama besar lain yang telah tersedia di platform tersebut antara lain Judy Garland, Michael Caine, John Wayne, dan David Hasselhoff.

Salah satu implementasi utama kolaborasi ini hadir melalui aplikasi ElevenReader. Aplikasi yang diluncurkan pada 2024 tersebut memungkinkan pengguna mengunggah dokumen, artikel, atau buku digital untuk kemudian dibacakan menggunakan suara narator berbasis AI. Kini, pengguna dapat memilih suara Stan Lee sebagai narator virtual mereka.

ElevenLabs saat ini menawarkan layanan gratis hingga 10 jam konversi teks menjadi audio setiap bulan, sementara paket berlangganan tanpa batas tersedia dengan biaya mulai dari 8,25 dolar AS per bulan.

Sebagai bagian dari kolaborasi, ElevenLabs juga meluncurkan program bertajuk Stan Lee Book Club of the Month di dalam aplikasi ElevenReader. Program tersebut disebut sebagai bentuk penghormatan terhadap kecintaan Stan Lee terhadap dunia literasi dan cerita.

Untuk edisi perdana pada Juni, karya klasik Treasure Island karangan Robert Louis Stevenson dipilih sebagai buku utama. ElevenLabs berencana menambahkan satu karya domain publik baru setiap bulan selama satu tahun ke depan yang dapat dinikmati pengguna melalui suara AI Stan Lee.

Tak hanya suara, kemiripan visual Stan Lee juga kini tersedia di platform generator gambar AI milik ElevenLabs, yaitu ElevenCreative. Pengguna dapat membuat gambar bertema komik yang menampilkan sosok Stan Lee untuk penggunaan non-komersial.

Kehadiran teknologi ini memunculkan kemungkinan baru di dunia hiburan digital. Di masa depan, teknologi serupa berpotensi memungkinkan Stan Lee kembali tampil sebagai cameo virtual dalam berbagai proyek film, serial, maupun konten kreatif lainnya.

"Stan selalu percaya untuk bertemu para penggemarnya di mana pun mereka berada, baik melalui halaman komik, konvensi, maupun penampilan singkat di layar," ujar Chaz Rainey dari Stan Lee Universe.

Menurutnya, teknologi AI menjadi sarana baru untuk menjaga warisan Stan Lee tetap hidup dan dapat dinikmati generasi baru penggemar Marvel.

"Para penggemar sering mengatakan bahwa ketika mereka membaca komik, mereka mendengar kata-kata itu dengan suara Stan. Kini, berkat ElevenLabs, kami dapat mewujudkan pengalaman tersebut," katanya.

Kemitraan ini juga diperluas ke layanan musik AI ElevenLabs, Eleven Music. Perusahaan menghadirkan sejumlah filter audio baru yang terinspirasi dari karakteristik karya Stan Lee, termasuk efek musik bertajuk Superhero Swells dan Retro Hero Fanfare.

Fitur tersebut dapat digunakan secara gratis oleh seluruh pengguna platform. Eleven Music sendiri merupakan layanan pembuat musik berbasis AI yang diluncurkan tahun lalu dan mampu menghasilkan komposisi musik berdasarkan perintah teks pengguna.

Teknologi tersebut dikembangkan menggunakan data musik berlisensi dari Merlin Network dan Kobalt Music Group. ElevenLabs juga menyatakan harapannya untuk memperluas kerja sama dengan label-label musik besar di masa mendatang.

Di balik antusiasme penggemar, penggunaan AI untuk menghidupkan kembali figur publik yang telah meninggal dunia juga kembali memunculkan perdebatan etika. Sejumlah pihak mempertanyakan batasan penggunaan identitas digital seseorang setelah kematiannya, sementara pihak lain melihat teknologi ini sebagai cara baru untuk melestarikan warisan budaya dan karya tokoh berpengaruh.

SHARE:

Xiaomi 17T Series Siap Pamer Telefoto Leica 5x untuk Semua Varian

Karyawan Google Didakwa Raup Rp19 Miliar dari Taruhan Berbasis Informasi Rahasia di Polymarket