Jakarta — Technologue.id — Di saat para raksasa konsol seperti Xbox dan PlayStation tengah mengalami penurunan performa, platform distribusi game milik Valve, Steam justru mencatatkan pencapaian luar biasa. Platform ini berhasil membukukan rekor pendapatan baru pada paruh pertama tahun 2026.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari Eurogamer, Selasa (14/7/2026), Steam menghasilkan pendapatan sebesar USD 11,1 miliar atau setara dengan Rp 201 triliun. Angka fantastis ini jauh melampaui perolehan mereka pada periode yang sama dan akhir tahun sebelumnya.
Kepala analisis pasar dari perusahaan riset Alinea Analytics, Rhys Elliott, mengungkapkan beberapa faktor kunci di balik kesuksesan ini. Salah satu yang paling dominan adalah penguasaan pasar di China, di mana sekitar 50 persen pengguna Steam berasal dari negara tersebut.
“Jika kita melihat dekade terakhir secara lebih luas, situasinya menjadi sangat luar biasa. Jelas ada penurunan yang terlihat saat pasar kembali normal setelah euforia pandemi, tetapi tren jangka panjangnya terus meningkat,” jelas Elliott dalam pernyataannya.
Data dari Alinea Analytics menunjukkan bahwa pendapatan Steam hampir meningkat lima kali lipat selama satu dekade terakhir. Pada paruh pertama 2026, pendapatan mereka tercatat hampir lima kali lebih besar dibandingkan periode yang sama di tahun 2017.
Faktor lain yang turut mendorong pertumbuhan ini adalah harga yang lebih tinggi untuk perilisan game baru serta kembalinya penerbit pihak ketiga ke platform Steam. Tren positif ini menunjukkan ekosistem PC gaming semakin matang dan menguntungkan.
“Pertumbuhan selama tujuh semester berturut-turut menjadi bukti bahwa pasar terus menguat,” tambah Elliott. Konsistensi ini menjadi modal berharga bagi Valve untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan pasarnya.
Baca Juga:
Beberapa judul game menjadi andalan dalam mendongkrak pendapatan Steam tahun ini. Forza Horizon 6 menjadi yang terlaris dengan menghasilkan USD 197,7 juta dalam waktu kurang dari dua bulan sejak perilisannya.
Tidak kalah menarik, Resident Evil Requiem berhasil meraup USD 194,5 juta sejak diluncurkan pada Februari lalu. Sementara itu, Crimson Desert yang dirilis pada Maret juga sukses mengantongi USD 190 juta.
Yang patut diapresiasi, tiga game indie juga menjadi mesin uang yang efektif bagi Steam. Slay the Spire 2, Subnautica 2, dan Meccha Chameleon masing-masing menghasilkan USD 141,7 juta, USD 133,6 juta, dan USD 71,3 juta.
Keberhasilan game indie ini menunjukkan bahwa platform Steam tidak hanya mengandalkan judul-judul AAA. Keragaman konten dan basis pengguna yang loyal menjadi kunci daya tarik utama platform milik Valve tersebut.
Di sisi lain, kondisi yang dialami Xbox dan PlayStation sangat kontras. Pendapatan game Microsoft mengalami penurunan sebesar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan prospek pemulihannya masih belum jelas.
Sony juga menghadapi tantangan serupa. Penjualan game eksklusif PlayStation terus menurun sejak 2020, diperparah dengan keputusan perusahaan untuk tidak lagi menghadirkan game eksklusif di PC ke depannya.
Keputusan Sony tersebut dipandang akan memangkas sebagian besar potensi pendapatan yang sebelumnya bisa diraih dari pasar PC. Strategi ini semakin memperlebar jarak antara ekosistem konsol dengan platform terbuka seperti Steam.
Dominasi Steam di pasar PC gaming sepertinya akan terus berlanjut seiring dengan pertumbuhan basis pengguna yang masif. Platform ini berhasil memanfaatkan celah yang ditinggalkan oleh para pesaing utamanya di industri game global.
Meskipun demikian, Steam juga tidak luput dari tantangan. Perusahaan analitik Alinea mencatat bahwa Valve harus menghadapi gugatan senilai USD 900 juta di Inggris terkait kebijakan harga jual game yang dinilai tidak adil.
Gugatan tersebut menyoroti praktik harga yang diterapkan Valve dan dampaknya terhadap konsumen di Inggris. Kasus ini akan menjadi ujian penting bagi model bisnis Steam yang selama ini terbukti sangat sukses secara global.
Ke depannya, persaingan di industri game diprediksi akan semakin menarik. Keberhasilan Steam menjadi tolok ukur baru bagi platform lain untuk berinovasi dan menawarkan nilai lebih kepada para gamer di seluruh dunia.