Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Starlink Akan Turunkan Ribuan Orbit Satelit Demi Tingkatkan Keamanan Luar Angkasa
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Starlink mengumumkan rencana besar untuk menurunkan orbit sekitar 4.400 satelitnya sepanjang tahun ini sebagai langkah peningkatan keamanan di luar angkasa. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Presiden Bidang Teknik Starlink, Michael Nicolls, melalui sebuah unggahan di platform X.

Dalam unggahannya, Nicolls menjelaskan bahwa perusahaan tengah “memulai konfigurasi ulang yang signifikan dari konstelasi satelitnya.” Seluruh satelit Starlink yang saat ini mengorbit di ketinggian sekitar 550 kilometer akan diturunkan ke orbit yang lebih rendah, yakni sekitar 480 kilometer dari permukaan Bumi.

Langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko tabrakan antar-satelit dengan memindahkan mereka ke wilayah orbit yang lebih jarang, sekaligus memungkinkan satelit keluar dari orbit (deorbit) dengan lebih cepat apabila terjadi insiden. Menurut Nicolls, penurunan ketinggian orbit akan memadatkan lapisan orbit Starlink dan memberikan sejumlah manfaat penting bagi keselamatan ruang angkasa.

“Menurunkan orbit satelit akan meningkatkan keamanan ruang angkasa dalam beberapa cara,” tulis Nicolls. Ia juga menyinggung faktor minimum surya atau fase dalam siklus matahari sekitar 11 tahun ketika aktivitas matahari berada pada titik terendah, sebagai salah satu alasan utama di balik keputusan ini. Minimum surya berikutnya diperkirakan akan terjadi pada awal tahun 2030-an.

Pada periode minimum surya, kepadatan atmosfer Bumi menurun, sehingga satelit di orbit rendah membutuhkan waktu lebih lama untuk jatuh secara alami. Nicolls menjelaskan bahwa dengan menurunkan ketinggian orbit, waktu peluruhan balistik dapat dikurangi lebih dari 80 persen. Artinya, waktu yang sebelumnya bisa mencapai empat tahun atau lebih dapat dipersingkat menjadi hanya beberapa bulan.

Pengumuman ini muncul hanya beberapa minggu setelah Starlink mengonfirmasi bahwa salah satu satelitnya mengalami anomali yang menghasilkan puing-puing dan akhirnya jatuh dari orbit. Tak lama sebelumnya, Nicolls juga sempat mengungkap insiden nyaris tabrakan yang melibatkan sejumlah satelit yang disebutnya diluncurkan oleh Tiongkok tanpa koordinasi dengan operator satelit lain yang sudah berada di orbit.

Dengan konfigurasi orbit baru ini, Nicolls menegaskan bahwa Starlink berharap dapat meningkatkan keamanan konstelasinya secara keseluruhan. “Penurunan ketinggian ini akan semakin meningkatkan keamanan konstelasi, terutama terhadap risiko yang sulit dikendalikan seperti manuver dan peluncuran satelit yang tidak terkoordinasi oleh operator lain,” pungkasnya.

SHARE:

Poco M8 Bawa Spesifikasi Gahar, Siap Guncang Pasar 5G

Gratis Permanen! Game Skul: The Hero Slayer Hadir di Epic Games, Ini Detailnya