Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Spanyol Larang Akses Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Spanyol akan bergabung dengan daftar negara yang semakin panjang dalam membatasi akses media sosial bagi anak-anak. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengumumkan pada Selasa (3/2) bahwa pemerintahnya akan memberlakukan larangan penggunaan media sosial bagi pengguna di bawah usia 16 tahun.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan media sosial atas maraknya ujaran kebencian, polarisasi sosial, serta penyebaran konten ilegal di platform digital. Aturan tersebut dijadwalkan mulai diterapkan melalui serangkaian regulasi baru yang akan diumumkan pemerintah pekan depan, meskipun jadwal penegakan pastinya belum dirinci.

Dalam pidatonya di World Government Summit di Dubai, Sanchez melontarkan kritik tajam terhadap industri media sosial. Ia menyebut platform-platform tersebut sebagai "negara gagal" di mana hukum diabaikan dan kejahatan ditoleransi. Menurutnya, lemahnya tata kelola digital telah memungkinkan berbagai pelanggaran serius terjadi tanpa pengawasan yang memadai.

Sanchez menyoroti sejumlah insiden terbaru sebagai contoh kegagalan tersebut, termasuk chatbot AI milik X, Grok, yang dilaporkan menghasilkan gambar seksual anak-anak, tuduhan Meta yang “memata-matai” pengguna Android, serta berbagai kampanye campur tangan pemilu yang berlangsung di Facebook.

Mengingat peran media sosial yang disebutnya integral dalam kehidupan generasi muda, Sanchez menegaskan bahwa cara terbaik untuk melindungi anak-anak adalah dengan mengambil kembali kendali. Dalam regulasi baru tersebut, perusahaan media sosial akan diwajibkan menerapkan “sistem verifikasi usia yang efektif,” bukan sekadar mekanisme centang persetujuan.

Selain itu, Spanyol juga berencana menjadikan manipulasi algoritmik dan amplifikasi konten ilegal sebagai tindak pidana baru. Sanchez menambahkan bahwa para CEO perusahaan teknologi dapat menghadapi tanggung jawab pidana atas konten penuh kebencian atau ilegal yang beredar di platform mereka.

Perdana Menteri Spanyol juga mengungkapkan bahwa negaranya telah membentuk koalisi dengan lima negara Eropa lainnya untuk mendorong tata kelola yang lebih ketat terhadap platform media sosial di tingkat regional.

“Anak-anak telah terpapar ruang yang seharusnya tidak mereka jelajahi sendiri,” kata Sanchez, seraya menegaskan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk melakukan intervensi. Ia juga menilai media sosial telah gagal menepati janjinya sebagai tool untuk pemahaman dan kerja sama global.

Langkah Spanyol ini mengikuti jejak Australia, yang memberlakukan larangan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun pada tahun lalu. Kebijakan tersebut mendorong sejumlah negara lain untuk mempertimbangkan langkah serupa. Inggris saat ini tengah mengkaji larangan tersebut, sementara Denmark dan Malaysia telah mengumumkan rencana untuk menerapkan kebijakan sejenis.

SHARE:

Xikipedia Tawarkan Alternatif Doomscrolling Lewat Feed Wikipedia

Xiaomi dan Ford Bantah Rumor Joint Venture Kendaraan Listrik