Jakarta, Technologue.id — SpaceX kembali mencatat sejarah baru dalam program pengembangan roket raksasa Starship. Pada misi Flight 14, Starship untuk pertama kalinya berhasil mencapai orbit Bumi pada ketinggian sekitar 170 mil di atas permukaan planet. Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut.
Keberhasilan mencapai orbit tersebut sekaligus menandai babak baru dalam ambisi SpaceX menghadirkan sistem transportasi antariksa yang sepenuhnya dapat digunakan ulang. Misi ini juga menjadi ajang pembuktian berbagai teknologi kunci yang selama ini dikembangkan perusahaan.
Selain mencapai orbit, Starship juga sukses melepaskan 26 satelit Starlink V3 ke angkasa. Peluncuran satelit ini menambah jumlah konstelasi satelit internet milik SpaceX yang terus berkembang pesat. Pelepasan satelit tersebut menjadi salah satu momen paling krusial dalam rangkaian misi Flight 14.
Rangkaian Misi Flight 14 Berjalan BertahapMisi Flight 14 dimulai dengan proses lepas landas dan pendakian roket dari landasan peluncuran. Setelah beberapa saat, roket melewati fase Max Q, yaitu titik tekanan aerodinamis maksimum yang dialami kendaraan selama pendakian. Fase ini menjadi salah satu momen paling menegangkan dalam setiap peluncuran.
Selanjutnya, Starship menjalani proses hot staging, yakni pemisahan antara tingkat pertama dan tingkat kedua roket. Teknologi hot staging memungkinkan kedua tingkat roket tetap menyalakan mesinnya saat proses pemisahan berlangsung. Setelah pemisahan, booster menyelesaikan boostback burn untuk mengarahkan kembali jalur pendaratannya.
Booster kemudian menjalani booster landing burn sebelum akhirnya melakukan pendaratan lunak di laut atau soft splashdown. Sementara itu, Starship melanjutkan perjalanannya dengan melakukan engine cut off atau SECO. Setelah itu, tim misi melakukan polling untuk memastikan Starship siap melanjutkan ke tahap orbit.
Baca Juga:
Setelah dinyatakan siap, Starship melakukan orbital insertion burn untuk memasuki orbit yang dituju. Proses ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Starship benar-benar mencapai orbit Bumi. Ketinggian orbit yang dicapai sekitar 170 mil di atas permukaan Bumi.
Setelah menyelesaikan tugasnya di orbit, Starship menjalani de-orbit burn untuk memulai proses kembali ke atmosfer Bumi. Proses de-orbit burn ini berhasil diselesaikan sesuai rencana. Tahap ini penting untuk memastikan Starship dapat kembali dengan aman.
Memasuki fase akhir, Starship melakukan landing burn yang menjadi penentu keberhasilan pendaratan. Seluruh rangkaian ini menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan sejumlah uji coba sebelumnya yang sempat mengalami kegagalan. Perjalanan panjang pengembangan Starship memang tidak lepas dari berbagai insiden.
Beberapa misi sebelumnya bahkan berakhir dengan ledakan, baik saat berada di luar angkasa maupun ketika mencoba mendarat. Sejumlah laporan juga menyoroti dampak operasional peluncuran Starship, termasuk potensi gangguan terhadap lalu lintas udara di wilayah tertentu. SpaceX pun sempat mengubah strategi pendaratan booster dengan memilih menurunkannya ke laut dibandingkan ditangkap.
Ambisi Besar Menuju MarsKeberhasilan Flight 14 menjadi pijakan penting bagi rencana jangka panjang SpaceX. Elon Musk sebelumnya menyatakan target perusahaan untuk meluncurkan lima Starship tanpa awak menuju Mars. Misi tanpa awak ini menjadi langkah awal sebelum misi berawak ke planet merah tersebut.
Dengan kemampuan mencapai orbit dan melepaskan satelit, Starship semakin dekat dengan visi menjadi kendaraan serbaguna untuk berbagai misi antariksa. Satelit Starlink V3 yang dilepaskan juga berperan memperkuat jaringan internet global SpaceX. Konstelasi Starlink sendiri kini kerap dijadikan indikator untuk memantau kondisi atmosfer Bumi.
Rangkaian misi Flight 14 terdokumentasi lengkap dalam video supercut yang menampilkan berbagai momen penting. Video tersebut mencakup momen lepas landas, Max Q, hot staging, hingga pendaratan booster dan pelepasan satelit Starlink. Durasi video menampilkan seluruh proses dari awal hingga akhir misi secara runut.
Kesuksesan ini menegaskan posisi SpaceX sebagai pemain utama dalam industri antariksa komersial. Pencapaian orbit perdana Starship menjadi sinyal bahwa era transportasi antariksa yang dapat digunakan ulang semakin nyata. Publik pun menantikan langkah selanjutnya dari program ambisius ini.