Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Sony Serahkan Kendali Merek Bravia TV kepada TCL
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Sony mengumumkan langkah besar dalam bisnis televisinya dengan menyerahkan kendali merek Bravia TV kepada TCL asal Tiongkok sebagai bagian dari kemitraan strategis baru. Keputusan ini diumumkan kedua perusahaan melalui siaran pers bersama dan menandai perubahan signifikan dalam strategi bisnis hiburan rumah raksasa elektronik Jepang tersebut.

Dalam kesepakatan ini, Sony berencana menjual saham mayoritas sebesar 51 persen di divisi hiburan rumahnya kepada TCL, sementara Sony akan mempertahankan 49 persen saham. Usaha patungan tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada April 2027, dengan catatan telah memperoleh seluruh persetujuan regulasi dan persyaratan terkait lainnya.

Bisnis gabungan ini akan memasarkan televisi dengan merek Sony dan Bravia, namun menggunakan teknologi layar milik TCL. Kemitraan ini menggabungkan keunggulan masing-masing perusahaan. Sony akan menyumbangkan keahliannya dalam pemrosesan gambar dan audio, manajemen rantai pasokan, serta kompetensi teknis lainnya. Di sisi lain, TCL akan berkontribusi melalui kekuatan rantai pasokan vertikalnya, jangkauan pasar global yang luas, serta efisiensi biaya dari hulu ke hilir.

“Dengan menggabungkan keahlian kedua perusahaan, kami bertujuan untuk menciptakan nilai pelanggan baru di bidang hiburan rumah,” ujar CEO Sony, Kimio Maki, dalam pernyataannya. Ketua TCL Electronics, Du Juan, menambahkan bahwa kemitraan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai merek, mencapai skala yang lebih besar, serta mengoptimalkan rantai pasokan untuk menghadirkan produk dan layanan yang unggul bagi pelanggan.

Pengumuman ini diperkirakan akan mengejutkan banyak pihak, khususnya di Jepang, mengingat Sony telah lama identik dengan televisi berkualitas tinggi sejak era Trinitron. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Sony menghadapi tekanan berat di bisnis TV yang bermargin rendah dan sarat persaingan, dengan rival kuat seperti Samsung, LG, Hisense, dan TCL sendiri.

Sony sebelumnya juga telah menjual atau menutup sejumlah lini bisnis elektroniknya, termasuk PC dan tablet, serta mengalami kesulitan mempertahankan bisnis smartphone. Di sektor panel layar, Sony secara efektif telah menghentikan produksi panel LCD dan OLED sendiri sejak beberapa waktu lalu. Sebaliknya, TCL justru terus meningkatkan kapasitas produksinya, termasuk dengan membeli paten panel LCD dari Samsung dan mengambil alih fasilitas manufaktur Samsung di Tiongkok.

Tren ini sejalan dengan langkah sejumlah perusahaan elektronik Jepang lainnya. Toshiba dan Hitachi telah sepenuhnya keluar dari bisnis TV, sementara kehadiran Panasonic di pasar televisi global kini jauh berkurang dibandingkan masa kejayaannya.

Merek Bravia sendiri masih bertahan berkat loyalitas konsumen yang bersedia membayar lebih untuk kualitas gambar dan suara kelas atas, serta kedekatan Sony dengan industri perfilman dan peralatan kamera profesional. Reputasi ini tidak lepas dari sejarah panjang Sony sebagai pelopor teknologi layar datar, termasuk pengembangan lampu latar LED, teknologi titik kuantum, hingga televisi OLED pertama di dunia.

SHARE:

Waspada Penipuan Memanfaatkan Fitur Team Invitation OpenAI

OpenAI Ikuti Tren Pembatasan Akses Berdasarkan Usia Pengguna