Technologue.id, Jakarta – Bursa kripto Binance mulai membuka kembali layanan penarikan aset secara bertahap setelah mengalami peretasan yang menyebabkan aset kripto senilai US$ 6,3 miliar dicuri. Perusahaan mengklaim telah memulihkan 95% aset yang terdampak dan masih berupaya mendapatkan kembali sisanya.
Dikutip dari laporan Engadget, Binance sebelumnya membekukan seluruh aktivitas penyetoran dan penarikan sebagai langkah pengamanan setelah insiden peretasan terdeteksi. Kebijakan tersebut dilakukan untuk membatasi kerugian sekaligus memberi waktu bagi tim keamanan untuk menyelidiki serangan dan memulihkan layanan.
Dalam pembaruan terbarunya, Binance menyatakan akan membuka kembali layanan penarikan secara bertahap. Proses ini bergantung pada jaringan blockchain dan jenis aset kripto yang digunakan.
Binance juga menegaskan bahwa kerugian akibat peretasan tidak akan dibebankan kepada pengguna.
"Binance akan menanggung dampak finansial dari dana yang dicuri tersebut. Kerugian ini tidak akan dibebankan kepada para pengguna," demikian pernyataan perusahaan.
Meski layanan penarikan mulai dibuka kembali, belum semua transaksi dapat dilakukan secara normal. Status layanan berbeda-beda, bergantung pada jaringan dan jenis aset yang digunakan.
Sebagai contoh, penyetoran dan penarikan Bitcoin masih mengalami pembatasan sebagian. Sementara itu, penyetoran Ethereum telah berstatus normal, tetapi penarikannya masih dibatasi sebagian.
Binance mengingatkan pengguna bahwa proses transaksi mungkin membutuhkan waktu lebih lama akibat tingginya volume lalu lintas.
Perusahaan juga menjelaskan bahwa sebagian aset yang belum berhasil dipulihkan memiliki likuiditas pasar yang lebih rendah. Kondisi ini membuat proses memperoleh kembali aset dalam jumlah besar membutuhkan waktu lebih lama.
Binance menyebut pembukaan kembali layanan penarikan sebagai pencapaian penting. Namun, perusahaan menegaskan bahwa proses pemulihan dan penguatan sistem keamanan masih terus berlangsung.
Di tengah proses pemulihan, Binance mengungkapkan telah memproses penarikan dana sebesar US$ 4,6 miliar dan penyetoran sebesar US$ 1 miliar dalam rentang waktu pukul 06.00 hingga 15.30 UTC pada hari yang dilaporkan.