Technologue.id, Jakarta – Platform gim daring populer Roblox resmi meluncurkan sistem tingkatan akun berdasarkan usia secara global, memperluas kebijakan yang sebelumnya lebih dulu diterapkan di Amerika Serikat pada Mei lalu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan keamanan anak-anak dan remaja saat menggunakan platform.
Melalui sistem baru tersebut, seluruh pengguna akan secara otomatis ditempatkan ke dalam kategori akun tertentu berdasarkan usia mereka. Di Amerika Serikat, Roblox membagi pengguna ke dalam tiga kelompok utama, yakni Roblox Kids untuk anak usia 5 hingga 8 tahun, Roblox Select untuk pengguna berusia 9 hingga 15 tahun, dan akun Roblox standar untuk pengguna yang lebih dewasa. Batas usia ini dapat berbeda di setiap wilayah sesuai regulasi setempat.
Setiap kategori akun memiliki tingkat akses yang berbeda terhadap konten dan fitur sosial di dalam platform. Pengguna Roblox Kids hanya dapat mengakses pengalaman atau gim dengan label kedewasaan "Minimal" dan "Ringan". Selain itu, mereka tidak memiliki akses ke fitur percakapan atau obrolan.
Sementara itu, pengguna Roblox Select dapat mengakses konten dengan tingkat kedewasaan "Sedang", selain kategori Minimal dan Ringan. Kelompok usia ini juga diperbolehkan menggunakan fitur obrolan, namun hanya dengan pengguna yang telah diverifikasi oleh orang tua atau wali mereka.
Ketika pengguna mencapai usia 16 tahun, akun mereka secara otomatis akan ditingkatkan menjadi akun Roblox standar yang memiliki akses ke seluruh fitur platform. Meski demikian, Roblox tetap membatasi akses terhadap gim yang diberi label "Terbatas" atau Restricted. Konten tersebut hanya dapat dimainkan oleh pengguna berusia 18 tahun ke atas.
Selain menghadirkan sistem klasifikasi akun baru, Roblox juga memperkenalkan sejumlah pembaruan pada fitur kontrol orang tua.
Kini orang tua atau wali memiliki kewenangan lebih besar untuk memblokir gim tertentu hingga anak mencapai usia 16 tahun. Sebelumnya, pengguna yang telah berusia di atas 13 tahun dapat membuka blokir konten secara mandiri.
Sebaliknya, orang tua juga diberikan opsi untuk menyetujui akses ke gim yang berada di luar rentang usia anak mereka secara individual. Dengan demikian, keputusan mengenai akses konten dapat disesuaikan dengan tingkat kematangan masing-masing anak.
Menurut Roblox, perubahan ini dirancang untuk memberikan keseimbangan antara perlindungan pengguna muda dan fleksibilitas bagi keluarga dalam menentukan pengalaman bermain yang sesuai.
Meski menghadirkan berbagai pembaruan keamanan, efektivitas sistem baru ini masih bergantung pada teknologi verifikasi usia yang digunakan Roblox.
Sebelumnya, sejumlah laporan mengungkap kelemahan dalam sistem verifikasi usia platform tersebut. Beberapa pengguna muda dilaporkan berhasil mengelabui teknologi pengenalan wajah dengan cara sederhana, seperti menggambar kerutan dan janggut di wajah mereka atau menggunakan foto orang dewasa saat proses verifikasi.