Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Polymarket Bisa Dimanipulasi? Begini Cara Kerja Prediction Market yang Sedang Jadi Sorotan
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Nama Polymarket kembali menjadi perhatian publik setelah hasil riset dari Stanford University yang dikutip Bloomberg mengungkap adanya potensi manipulasi pada kondisi tertentu di platform prediction market tersebut. Temuan ini memunculkan pertanyaan baru mengenai seberapa akurat probabilitas yang ditampilkan Polymarket dalam memprediksi berbagai peristiwa dunia.

Di sisi lain, popularitas Polymarket justru terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Platform berbasis blockchain ini kerap dijadikan acuan oleh analis, investor, hingga media internasional untuk melihat ekspektasi pasar terhadap berbagai peristiwa, mulai dari pemilu Amerika Serikat, kebijakan suku bunga Federal Reserve, persetujuan ETF kripto, hingga pergerakan harga aset digital.

Meski sering dibahas, masih banyak yang menganggap Polymarket sebagai crypto exchange. Padahal, fungsi keduanya sangat berbeda.

Polymarket merupakan platform prediction market, yaitu pasar yang memungkinkan pengguna memperdagangkan probabilitas suatu peristiwa di masa depan. Pengguna tidak membeli aset kripto seperti Bitcoin atau Ethereum, melainkan memilih posisi "Yes" atau "No" terhadap suatu pertanyaan, misalnya apakah The Fed akan memangkas suku bunga atau apakah ETF kripto tertentu akan disetujui regulator.

Harga yang muncul bukan menunjukkan nilai aset, melainkan estimasi probabilitas berdasarkan aktivitas perdagangan seluruh peserta. Semakin banyak pengguna membeli posisi tertentu, semakin tinggi pula probabilitas yang tercermin pada harga tersebut.

Berbeda dengan survei atau polling konvensional, prediction market mengandalkan mekanisme pasar. Seluruh transaksi dicatat di blockchain sehingga dapat diverifikasi secara transparan. Karena dipengaruhi oleh aktivitas jual beli, probabilitas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti munculnya informasi baru maupun perubahan sentimen pasar.

Bukan AI yang Menentukan Prediksi

Salah satu kesalahpahaman yang cukup sering muncul adalah anggapan bahwa Polymarket menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memprediksi masa depan. Faktanya, platform ini tidak menggunakan AI dalam menentukan peluang suatu peristiwa.

Probabilitas yang muncul sepenuhnya dibentuk oleh mekanisme supply dan demand. Ketika semakin banyak orang membeli posisi "Yes", harga posisi tersebut akan naik. Sebaliknya, apabila lebih banyak peserta memilih "No", probabilitas pada sisi tersebut akan meningkat.

Artinya, angka yang tampil di Polymarket hanyalah representasi pandangan pasar berdasarkan informasi yang tersedia pada saat itu, bukan hasil perhitungan algoritma AI.

Mengapa Harga Selalu Berubah?

Perubahan probabilitas di Polymarket dipengaruhi banyak faktor. Berita terbaru, pengumuman pemerintah, data ekonomi, hingga aktivitas trader bermodal besar dapat mengubah sentimen pasar hanya dalam hitungan menit.

Selain itu, tingkat likuiditas juga menjadi faktor penting. Pada pasar dengan jumlah peserta yang besar, perubahan harga cenderung lebih stabil karena transaksi tersebar di banyak pelaku.

Sebaliknya, pasar dengan likuiditas rendah lebih mudah mengalami perubahan harga akibat transaksi dalam jumlah besar.

Benarkah Polymarket Bisa Dimanipulasi?

Inilah isu yang kembali mencuat setelah penelitian Stanford University diberitakan Bloomberg. Namun, riset tersebut tidak menyatakan seluruh Polymarket dapat dimanipulasi.

Penelitian lebih menyoroti kemungkinan terjadinya distorsi harga pada kontrak berdurasi pendek dengan jumlah peserta dan likuiditas yang terbatas. Dalam kondisi seperti itu, trader bermodal besar atau yang dikenal sebagai whale dapat memengaruhi harga melalui transaksi bernilai tinggi.

Meski demikian, kemampuan tersebut hanya memengaruhi probabilitas yang terlihat di pasar, bukan mengubah hasil akhir suatu peristiwa di dunia nyata.

Sebagai contoh, transaksi besar tidak akan mengubah hasil pemilu ataupun keputusan bank sentral. Yang berubah hanyalah persepsi pasar terhadap peluang terjadinya peristiwa tersebut.

Likuiditas Jadi Faktor Penting

Analis menilai kualitas prediction market sangat bergantung pada likuiditas. Semakin banyak peserta dan semakin besar volume perdagangan, semakin sulit harga dipengaruhi oleh satu pihak saja.

Sebaliknya, pasar dengan volume kecil cenderung lebih sensitif terhadap transaksi bernilai besar. Karena itu, ketika membaca probabilitas di prediction market, pengguna sebaiknya tidak hanya melihat angka persentase, tetapi juga memperhatikan jumlah transaksi dan likuiditas pasar.

Mengapa Banyak Dijadikan Acuan?

Walaupun memiliki berbagai keterbatasan, Polymarket tetap banyak digunakan sebagai salah satu indikator sentimen pasar. Alasannya sederhana, prediction market melibatkan uang sungguhan sehingga peserta memiliki insentif untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi yang mereka yakini paling akurat.

Platform ini pun banyak dimanfaatkan untuk memantau peluang berbagai peristiwa global, seperti pemilu, kebijakan moneter, perkembangan industri AI, regulasi aset digital, hingga turnamen olahraga internasional.

Meski demikian, probabilitas yang ditampilkan tetap bukan jaminan bahwa suatu peristiwa pasti akan terjadi. Prediction market hanya menggambarkan ekspektasi kolektif para pelaku pasar pada saat tertentu.

Kesimpulan

Popularitas Polymarket menunjukkan bagaimana teknologi blockchain menghadirkan pendekatan baru dalam membaca ekspektasi pasar terhadap berbagai peristiwa dunia. Namun, seperti instrumen keuangan lainnya, prediction market juga memiliki keterbatasan, terutama pada pasar dengan likuiditas rendah.

Temuan Stanford University menjadi pengingat bahwa angka probabilitas sebaiknya tidak dipahami sebagai kepastian, melainkan sebagai indikator sentimen yang terus berubah mengikuti informasi terbaru. Dengan memahami mekanisme tersebut, pengguna dapat memanfaatkan prediction market secara lebih bijak tanpa menganggapnya sebagai alat untuk meramal masa depan.

SHARE:

Meta AI Akan Peringatkan Orang Tua Jika Remaja Membahas Bunuh Diri atau Melukai Diri

Galaxy Z Flip 8 Bocor: Desain Sama, Cuma Chip Lebih Kencang