Pernahkah Anda merasa putter "zero-torque" terasa terlalu asing, seperti mengayuh sepeda dengan roda segitiga? Kestabilan ekstremnya menggoda, namun rasa pelepasan kepala putter yang hilang justru membuat stroke terasa kaku dan tidak alami. Inilah dilema yang dihadapi banyak pegolf saat tren putter low-torque melanda. Ping, dengan warisan inovasinya, datang dengan jawaban yang tidak biasa: mereka menolak klaim "zero-torque" dan justru membangun sesuatu yang dianggap lebih baik.
Setelah diperkenalkan secara terbatas lewat seri PLD tahun lalu, teknologi Onset milik Ping akhirnya meluncur penuh ke ritel melalui lini baru Scottsdale TEC. Nama "TEC" sendiri merupakan akronim dari "Tour Elevated Concepts," dan reputasinya sudah terbukti di tur profesional. Tony Finau dan Matthieu Pavon bahkan sempat memimpin statistik putting PGA Tour dengan alat ini. Namun, yang membedakannya dari kompetitor adalah filosofi desainnya yang berani berbeda. Alih-alih mengejar torsi nol mutlak, Ping memilih pendekatan yang mereka klaim lebih stabil dan lebih mudah untuk dirasakan.
Lantas, apa sebenarnya yang ditawarkan Scottsdale TEC? Apakah ini sekadar putter mallet putih yang eye-catching, atau ada revolusi mekanis di balik permukaannya yang cerah? Mari kita selami lebih dalam.
Bukan Zero-Torque, Tapi "Menarik Beban" seperti TrailerInti dari perdebatan ini terletak pada hubungan antara shaft dan pusat gravitasi (Center of Gravity/CG). Pada putter yang mengklaim "zero-torque" atau torsi nol, poros shaft dirancang untuk melewati tepat di titik CG. Konsepnya adalah menghilangkan twist pada kepala putter selama stroke. Ping, melalui Principal Design Engineer-nya Tony Serrano, memiliki analogi yang gamblang untuk menjelaskan mengapa mereka tidak mengambil jalan itu.
Bayangkan Anda sedang menarik trailer dengan mobil. Saat maju, trailer dengan patuh mengikuti arah mobil. Namun, cobalah mundur dengan trailer di depan—manuver menjadi sangat sulit dan tidak stabil. Ping mendesain putter Onset-nya dengan filosofi "selalu menarik, bukan mendorong". Shaft ditempatkan di depan CG, bukan melaluinya. "Dengan torsi nol, poros shaft langsung menuju CG. Itu bukan yang kami inginkan. Kami masih ingin menarik CG, karena itulah yang menciptakan stabilitas sepanjang stroke," jelas Serrano.
Dengan menempatkan shaft di belakang face (onset) namun tetap di depan CG, Ping mengklaim dapat mendorong CG lebih jauh ke belakang kepala putter. Ini meningkatkan stabilitas dan momen inersia (MOI) yang tinggi. Konfigurasi unik ini juga menciptakan hubungan shaft-ke-CG yang mirip dengan putter blade, memberikan "rasa" dan keseimbangan seperti blade namun dengan pengampunan (forgiveness) sebuah mallet. Dua dari tiga model Scottsdale TEC, yaitu Ally Blue Onset dan Ketsch Onset, mengusung konfigurasi ini dengan toe hang yang berbeda untuk menyesuaikan jenis stroke pemain.
Pendekatan Ping ini menjadi pembeda utama dibandingkan putter zero-torque lain di pasaran. Ini adalah pilihan desain yang disengaja untuk menjaga umpan balik atau "feel" yang dianggap crucial oleh banyak pegolf, tanpa mengorbankan stabilitas inti. Seperti yang dibahas dalam ulasan putter zero-torque lainnya, pencarian keseimbangan antara stabil dan natural adalah tantangan besar.
Selain rekayasa mekanis, Ping membawa inovasi pada aspek psikologis dan visual dalam putting. Manfaat sampingan dari desain Onset adalah pandangan yang tak terhalang ke seluruh permukaan face putter, memudahkan alignment. Scottsdale TEC melangkah lebih jauh dengan memperkenalkan teknologi EyeQ alignment.
Teknologi ini berakar pada penelitian fenomena "Quiet Eye"—durasi di mana pemain dapat mengunci pandangan mereka pada bola selama stroke. Studi menunjukkan korelasi kuat antara durasi Quiet Eye yang lebih lama dengan skill putting yang lebih baik. Tim insinyur Ping menemukan bahwa sebuah titik (dot) pada topline putter, diikuti oleh sebuah garis, secara signifikan meningkatkan Quiet Eye dibandingkan hanya garis solid atau topline polos.
"Apa yang kami temukan dengan titik tersebut adalah itu sangat membantu menenangkan mata," kata Serrano. "Ketika pemain tidak memiliki apa-apa atau hanya sebuah garis, pandangan mereka bergerak ke sana kemari lebih banyak. Namun dengan titik tersebut, semuanya terkunci. Tepat sebelum mereka memulai stroke, semuanya fokus pada satu tempat."
Finish putih terang pada seluruh kepala putter bukan hanya untuk gaya; itu berfungsi meningkatkan kontras dan membuat fitur alignment EyeQ semakin menonjol, baik di atas green maupun di rak toko. Ini adalah solusi elegan untuk masalah fokus yang sering tidak disadari oleh pegolf amatir.
Baca Juga:
Nama "Scottsdale" memiliki bobot sejarah bagi Ping. Di sebuah garasi di Scottsdale, Arizona, pendiri Karsten Solheim memulai perjalanannya merancang putter. Nama ini digunakan kembali tahun lalu untuk lini Scottsdale pertama yang menampilkan insert PEBAX lunak. Namun, Scottsdale TEC adalah evolusi yang signifikan.
Lini baru ini menonjol dengan konstruksi multi-material. Alih-alih kepala cast steel seperti pendahulunya, badan utama Scottsdale TEC dibuat dari aluminium yang dimilling dengan presisi tinggi, dilengkapi pelat sole dari steel. Peralihan dari cast ke milled aluminum ini adalah perubahan besar. "Itu memberi kami banyak bobot diskresioner untuk dipindahkan, sehingga kami benar-benar dapat memaksimalkan MOI dan menempatkan CG tepat di mana kami menginginkannya," jelas Serrano. "Ini sekadar level presisi dan performa yang lebih tinggi dibandingkan cast."
Konstruksi ini yang memungkinkan Ping memanipulasi properti CG dengan fleksibilitas lebih besar, menjadi fondasi bagi stabilitas yang dicapai melalui konfigurasi Onset. Insert PEBAX yang sama dipertahankan, tetapi dalam paket yang secara keseluruhan lebih rigid, memberikan umpan balik yang diklaim lebih responsif oleh beberapa pemain tour seperti Tony Finau.
Mengurai Tiga Pilihan: Mana yang untuk Anda?Lini Scottsdale TEC menawarkan tiga bentuk kepala, memenuhi preferensi dan jenis stroke yang berbeda. Pemahaman atas pilihan ini krusial untuk mendapatkan kecocokan terbaik.
Ally Blue Onset: Ini adalah mid-mallet persegi dengan shaft onset. Dengan hanya 5 derajat toe hang, putter ini dirancang untuk stroke straight-back-straight-through dengan rotasi minimal. Model ini juga tersedia dalam versi counter-balanced untuk yang menginginkan sensasi berbeda. Kestabilan ultra dan kemudahan alignment adalah proposisi utamanya.
Ketsch Onset: Bagi yang menyukai mallet lebih besar tetapi menginginkan sedikit rasa "release", Ketsch Onset adalah jawabannya. Dengan 15 derajat toe flow, putter ini cocok untuk stroke dengan arc sedikit. Ia menawarkan manfaat alignment dan stabilitas onset, namun dengan umpan balik yang lebih tradisional melalui putaran kepala.
Hayden: Ini adalah penawaran paling tradisional dalam lini ini. Berbentuk mallet bulat dengan shaft double-bend yang face-balanced. Dirancang untuk pemain dengan arc minimal yang ingin merasakan teknologi alignment EyeQ namun dalam konfigurasi yang sepenuhnya konvensional. Pilihan bagi mereka yang ragu dengan shaft onset.
Ping Scottsdale TEC Onset, pada intinya, adalah sebuah kompromi yang cerdas. Mereka tidak sepenuhnya mengadopsi dogma zero-torque, tetapi juga tidak tinggal diam dengan desain konvensional. Putter-putter ini berusaha menjembatani dua dunia: kestabilan tinggi kategori putter modern dan umpan balik atau "feel" alami yang diharapkan dari putter tradisional.
Bagi pegolf yang penasaran dengan putter low-torque tetapi merasa kehilangan koneksi dengan kepala putter, Scottsdale TEC Onset layak dipertimbangkan. Konfigurasinya memungkinkan kesadaran akan posisi face yang lebih baik selama stroke, sesuatu yang sering hilang pada desain zero-torque murni. Insert PEBAX-nya, dalam paket milled aluminum yang baru, diklaim memberikan feel yang lebih responsif—tidak selunak versi sebelumnya namun tetap memberikan softness yang menyenangkan.
Fitur alignment EyeQ adalah nilai tambah yang signifikan, menangani aspek mental putting dengan cara yang sederhana namun efektif. Dalam era di mana presisi dan detail menjadi kunci, pendekatan berbasis penelitian seperti ini menunjukkan kedalaman pemikiran Ping.
Dengan harga $399.99 dan ketersediaan di ritel mulai 9 April, Ping tidak hanya menjual sebuah putter; mereka menawarkan sebuah filosofi putting alternatif. Ini adalah pengingat bahwa dalam perlombaan teknologi, terkadang jalan tengah yang terukur justru membawa solusi paling elegan. Scottsdale TEC mungkin bukan revolusi yang berteriak, tetapi ia adalah evolusi yang berbicara cukup keras kepada mereka yang mendengarkan—dan yang lebih penting, kepada mereka yang ingin lebih banyak bola masuk ke lubang.